
PoV JANE
Rissa adalah sahabat baik ku.
Sekaligus senior di tempat kerjaKu dulu.
Saat aku Resign, Rissa juga tiba-tiba resign. Walaupun dia mengatakan penyebabnya bukan karna aku, Tapi aku tidak percaya.
Rissa terlalu baik padaku, dia terlalu polos.
Rissa menganggap persahabatan kami ini murni, Tapi aku sebaliknya.
Aku hanya memanfaatkan dirinya, Saat kerja aku selalu berpura-pura baik di hadapannya seolah aku adalah teman yang pengertian.
Aku selalu mengandalkan dirinya, Tapi dia selalu tersenyum.
Aku tahu aku jahat karena munafik di hadapannya, Tapi aku hanya manusia biasa. Tentu aku harus mencari untung.
Dulu di tempat kerja ada cerita yang tidak baik tentangku, Tapi Rissa tidak percaya tentang cerita itu, Setahu Rissa aku adalah wanita baik.
Padahal sebenarnya aku memang seperti yang mereka cerita.
Sejak Rissa menceritakan tentang Rusman, Aku sangat penasaran, seperti apa pria itu. Karna aku tahu seperti apa tipe Rissa.
Apa yang menjadi milik Rissa harus menjadi milikku juga, itulah misiku.
Besok aku dan Rissa janjian akan bertemu. Aku ingin mencari tahu lebih banyak tentang pacar barunya.
Aku juga tidak tahu kenapa, Tapi setiap melihat Rissa bahagia, aku membencinya. Dia harus lebih menderita dibanding diriku.
Dulu saat ke kosan Rissa, aku membawa anakku. Aku tahu anakku sangat nakal, tapi aku tidak peduli walaupun dia menghancurkan barang-barang di kosan Rissa.
Aku hanya mengatakan maaf dan Rissa akan menjawab tidak apa-apa karna Aldi hanya anak kecil. Itu yang selalu dia katakan. Bodoh!.
Tipe Rissa adalah tipeku juga, Aku ingin melihat foto pria itu, dari yang aku tahu Rissa berteman dengan Rusman di sosmed. Besok aku akan meminta memperlihatkan fotonya alih-alih ingin menilai apa cocok dengan sahabat bodohku itu.
Keesokan pagiNya, Aku sudah bersiap-siap ke kosan Rissa bersama anakku.
Karna tak punya kendaraan aku memesan ojek.
Tok..Tok..Tok..
"Riss kamu ada di dalam gak?". Tanya Jane setelah mengetuk pintu terlalu lama tapi tidak ada jawan.
"Riss?". Masih belum ada jawaban, Akhirnya Jane memutuskan untuk menghubungi Rissa.
Tringg...Tringg..Tringg..
Loh handphone Rissa ada di dalam, tapi kok Rissa gak buka-buka pintunya sih.
TOK...TOK..TOKK..
Karna belum ada jawaban aku mengetuk pintu lebih kencang, sehingga penghuni kosan menegurku.
"Mbak jangan berisik dong, Bertamu kok gak sopan". Ucap salah satu penghuni kosan.
"Maaf, Yang punya kamar ini lagi kemana ya? Kalian tahu gak?".
"Tadi aku lihat dia ke belakang, Kalau bukan masak mungkin mandi. Ada-ada aja". Ucapnya seraya masuk ke dalam kamar.
Iya juga ya, kok aku gak kepikiran, malah buat keributan! Ucap Jane sambil menyentuh jidatNya.
Aku tunggu Rissa disini aja deh, Males banget harus ke belakang, Bau ih!. Ucap Jane sambil duduk di kursi samping kamar Rissa.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirNya Rissa muncul dari arah belakang menggunakan handuk.
Hem ternyata lagi mandi, salahku juga sih gak bilang sama Rissa kalau udah mau kesini.
"Loh Jane, sejak kapan disini. udah lama?".
"Lumayan, sampai bikin keributan kecil tadi haha".
"Ha? Kenapa?".
__ADS_1
"Soalnya aku udah ketuk kamar kamu berkali-kali tapi gak ada jawaban, Aku hubungi ternyata ponselnya ada di dalam. Aku kira kamu ketiduran Jadi ya aku gedor-gedor sampai tetangga kos kamu marah".
"Ya ampun Jane ada-ada sih, Yaudah yuk masuk". Ucap Rissa seraya membuka pintu.
Aku masuk kamar Rissa bersama Aldi, Aku tahu tangan Aldi sudah gatal ingin menghancurkan sesuatu di kamar ini. Biarkan saja dia berbuat semaunya.
Lagian Rissa tidak akan marah pada anak kecil, Entah dia terlalu baik atau terlalu bodoh. Tapi bagiku Rissa perempuan yang sangat bodoh.
"Jadi gimana Hubungan kamu sama Rusman? Baik aja kan?". Tanyaku pura-pura peduli.
"Iya Jane baik-baik aja, Oh ya kamu apa gak ada niatan buat balik lagi sama papanya Aldi, Kasihan sepertinya dia butuh sosok ayah Jane". Ucap Rissa seraya memperhatikan Aldi.
"Aku udah terlanjur sakit hati sama papanya Aldi, Udah ah gak usah bahas-bahas itu lagi".
Ucapku jengkel dengan Rissa yang sok ngatur tentang hidupku.
Tapi aku harus selalu pura-pura baik, Agar apapun yang ku minta padanya langsung dia turuti haha! Gadis Bodoh.
"Iya deh iya, maaf. Gitu aja ngambek. Kalian udah makan belum?". Tanya Rissa lembut.
"Belum, Habis mandi langsung kesini, kasihan sama kamu sendirian di kos". Ucapku pura-pura langsung kesini demi Rissa. Huek! Ngapain juga demi dia, Kalau aku gak lapar ngapain buru-buru kesini.
"Ihh perhatian banget sih, Tahu aja aku lagi sepi". Ucap Rissa.
Gampang sekali dia di bodohi!.
"Ohya Riss, Aku penasaran lihat pacar kamu. Aku gak yakin dia cocok buat kamu sebelum aku lihat".
"Kamu lihat Aja sosmedNya, Namanya Rusman Saputra". Ucap Rissa tanpa ragu.
Aku langsung mencari akun Rusman, Siapa sangka dia cukup tampan, Aku harus merebutnya dari Rissa.
Tapi bagaimana caranya ya?..
Ah benar aku ajak Rissa ke pantai saja, dan mengajak pacarnya. Ya, Aku bisa menggunakan alasan ini untuk menghubungi pacar Rissa.
"Riss entar sore temani aku ke pantai ya, aku lagi bosan". Ucapku pura-pura memohon.
" Cih, Mentang-mentang punya pacar, lupa sama sahabat". UcapKu kesal.
Enak sekali si Rissa, Giliran punya pacar langsung berani nolak aku. Gak akan kubiarkan kalian bahagia.
"Aduh bukan gitu Jane, Iya deh iya aku ikut. Tapi Kita kesana pakai apa?". Tanya rissa.
"Aku sama kak Rama, Tapi dia cuma nganter aja. Kalau udah mau pulang baru datang jemput lagi. Kamu bisa sama pacar kamu".
"Tapi Kak Rusman lagi kerja Jane, gak mungkin".
"Alah gak mungkin dia gak mau, Aku yakin dia pasti datang walaupun lagi kerja".
"Tapi aku kasihan Jane".
"Udah Gak usah kasihan kasihan. Kalau kamu gak enak tanya dia, biar aku aja". Ucap ku sembari mengirim pesan ke sosmed Rusman.
"Jangan Jane ihh. Kok kamu chat tanpa persetujuan aku sih. Kita kan bisa pakai ojek ke pantai, gak perlu sampai ngerepotin pacar aku" Ucap Rissa tidak nyaman dengan Sahabatnya itu.
"Kamu nih di bantuin juga, Bukannya berterima kasih malah kesal". Berani sekali dia marahin aku. Tunggu aja sampai kamu nangis nangis karna Rusman ninggalin kamu demi aku haha.
"Huff yaudah terserah mu saja Jane, aku ngikut aja". Jawab Rissa pasrah.
"Nah gitu dong, Ini baru teman aku yang baik". Puji Jane palsu.
"Emang mau berangkat jam berapa?".
"Kita berangkat abis ashar aja deh biar gak kepanasan".
"Ish kirain karna mau sholat, ternyata takut panas".
"Namanya juga takut tambah hitam Riss hehe".
Ding..
Saat asik berbincang, ada pesan masuk dari Rusman.
__ADS_1
"Ohiya berangkat jam berapa?". Tanya Rusman tanpa basa-basi.
Dasar sok jual mahal, heh.! Kita lihat saja berapa lama kamu bisa begitu.
"Habis ashar".
"Oke".
Sabar Jane, sabar!. Kamu butuh proses buat meluluhkan hati cowok kulkas ini. Masa' aku kalah dari Rissa, Oh tidak. Tidak ada dalam kamus ku untuk kalah.
SorrNya, Akhirnya Rusman datang dan menghampiri Rissa. Rissa pun langsung memperkenalkan Rusman padaku.
"Jane ini pacarku Rusman, Sayang ini sahabat baikku Jane". Ucap Rissa.
"Hai". Ucap Rusman tanpa salaman.
"Oh..mm iya hi". Kurang ajar sekali dia terang-terangan menolak bersalaman denganku. Heh munafik jika seorang pria tidak tergoda dengan bodyku.
Jika di banding dengan Rissa, Jane memang memiliki tubuh yang lebih besar di banding Rissa. Apalagi buah dadanya, Mungkin karna pernah menyusui anak dan bapaknya! UPS..
Sedangkan Rissa memiliki tubuh yang ideal, dia tidak gemuk ataupun kurus. Kulitnya kuning Langsat, sedang Jane sedikit kecoklatan.
"Mau istrihat bentar atau berangkat sekarang yank?". Ucap Rissa pada Rusman yang membuat hati Jane panas.
Belum menjawab, Jane langsung menimpali.
"Istirahat aja dulu, Lagian Aku masih nunggu penjemput ku".
"Oh iya, Kak Rama emang udah ada dimana Jane?". Tanya Rissa.
"Dia Deket lagi, Sekitar 10mentit nyampe".
"Oh gitu. Yaudah yank istirahat dulu ya, Kamu pasti capek di tempat kerja. mana perjalanan kesini jauh, Lurusin badan dulu gih". Ucap Rissa manis.
"Iya sayangku". Balas Rusman sambil mencubit hidung Rissa.
Jane yang melihat itu, Semakin kesal pada Rissa.
Berani sekali dia bermesraan dengan pria yang jadi incaran ku.
Tak menunggu lama akhirnya Rama datang, Mereka pun langsung berangkat beriringan.
Sampainya di pantai, mereka memesan gazebo untuk mereka tempati berbincang dan makan.
Sedangkan Rama, langsung pergi setelah mengantar Jane ke pantai.
"Mau pesan apa sayang?".
"Aku pesan yang seperti biasa aja yank".
"Sosis bakar sama bakso kan?".
"Iya ayang". Jawab Rissa manja.
"Jane kamu mau pesan apa biar sekalian". Tanya Rissa.
"Aku Suka apa yang kamu suka Riss".
Ucap Jane penuh arti.
"Oh gitu, Sayang Pesanan aku kamu doblein ya, Jane juga mau kataNya".
"Iya sayang". Jawab Rusman yang masih mencerna kata-kata Jane tadi.
****
Malampun tiba, mereka semua gegas pulang setelah Rama datang, Jane dan Rissa berbeda jalur.
Beberapa lama di atas motor, akhirnya Rissa sampai di kosan.
Rusman pun langsung pamit karna sudah malam.
Sebelum pergi Rusman mencium bibir Rissa, walaupun itu hanya kecupan kecil, Tapi mampu membuat Rissa melayang.
__ADS_1