CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)

CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)
BAB 30 JAWABAN


__ADS_3

PoV Angelina


Saat kedua orang tuaku memberi tahu kalau mereka akan pergi untuk ikut ke pertemuan itu, entah kenapa perutku tiba-tiba sangat sakit, seperti terlilit didalamnya.


Biasanya saat datang bulan, tak pernah sesakit ini hingga membuat wajahku pucat pasi.


"Biiiiii, Toloongg" Teriakku pada Bibi yang ada di lantai bawah.


"Bibiii, sakiitt bi. Tolongin Angel bi" Dengan gemetar aku berteriak berharap Bibi mendengarnya.


Walaupun itu sangat sangat mustahil karena kamarku kedap suara.


Aku berusaha mencapai gagang pintu dan membukanya, agar Bibi bisa mendengar panggilanku.


"Selangkah lagi Ngel, ayo semangat jangan menyerah" Kataku menyemangati diri sendiri.


Tapi sayang, seketika Pandangan ku menjadi samar-samar dan...


BRUKK!


'Bau yang sangat menyengat, aku benci bau ini. Rasanya sangat mual.' Batinku.


Saat membuka mata, ku lihat sekeliling ada Papa, Mama dan kak Dimas. Apa yang mereka perbincangkan sampai seserius itu?


"Ma, Pa, Kak." Panggilku yang membuat mereka kompak berbalik melihat ke arahku.


"Sayang, kamu udah sadar nak. Dimas panggil Dokter." Perintah Mama pada kak Dimas.


Setelah kak Dimas keluar memanggil Dokter, aku melanjutkan pembicaraan ku!


"Ma, kok Angel bisa disini? bukannya Angel di rumah ya?" Tanyaku pada Mama.


"Hm, kamu pingsan di kamar. Saat perjalanan pulang, tiba-tiba ada panggilan masuk dari bibi katanya saat Bibi ke kamar kamu bawain makanan bibi lihat kamu pingsan dekat pintu." Jelas Mama padaku.


"Ohh gitu ya." Jawabku sambil manggut-manggut.


Beberapa menit kemudian, kak Dimas datang bersama seorang Dokter.


Setelah mengecek kondisiku, Dokter menjelaskan kalau asam lambungku kambuh karna perut sedang kosong . Dokter juga mengatakan bahwa aku anemia karna datang bulan. Tidak ada hal yang serius!


Dokter mengizinkan kami pulang setelah menebus obat-obatan yang harus ku konsumsi selama haid.


"Ngel, lain kali kamu gak boleh telat makan lagi. Mama sudah sering bilang sama kamu kan." Tegas Mama khawatir padaku.


"Kalau kamu kurang uang jajan, bilang sama Papa atau Kakakmu Dimas." Sambung Papa lagi yang di ikuti dengan anggukan Kak Dimas.


"Iya Ma, Pa, Kak. Angel gak akan telat makan lagi kok hehe. Lagian uang jajan Angel masih banyak, Angelnya aja yang suka lupa." Jelas ku pada mereka membuat mereka geleng-geleng kepala.


"Yasudah kita pulang sekarang, ini sudah hampir jam delapan malam. Dimas kamu bantu adik kamu jalan ya."


"Iya Ma."


Dalam perjalanan pulang, semuanya terus mengingatkan ku untuk tidak telat makan dan selalu menjaga kesehatan.


"Ohya Pa, gimana pertemuan tadi?" Tanyaku pada Papa.


"Lancar, hanya saja Kelvin tak datang karna ada urusan penting."


"Terus perjodohan itu bagaimana? Apa masih di lanjut?" Tanyaku lagi.


"Papa, Mama, om Gavinda dan istrinya sudah membicarakannya di pertemuan tadi. Dan kami memutuskan.." Jelas Papa terjeda membuatku penasaran.


"Memutuskan apa Pa?" Tanyaku antusias.


"Kami memutuskan bahwa perjodohan kalian di batalkan. Jadi kamu tidak perlu sedih lagi." Jawaban Papa membuatku sangat bahagia.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Kak Dimas membantuku sampai kamar di ikuti oleh Bibi yang membawa makan malam untukku.


Sebenarnya aku sangat penasaran dengan wajah Kelvino Jaya, seperti apa dirinya sampai Papa sempat memujinya di hadapanku.


Aku memutuskan mencari tahu melalui internet dan


ZONKK!!


Kenapa fotonya gak ada ya? cuma foto Om Gavinda aja yang terpampang, apa mungkin di rahasiakan? Ah! benar-benar bikin penasaran. Tapi ya sudahlah, lagi pula perjodohan ini sudah di batalkan hihi.


Saat waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh, aku memutuskan untuk tidur, entah kenapa sangat sangat gelisa.


Aku memasuki ruang musik pribadiku untuk menyalurkan stress ku.


Walaupun ini sudah malam, tapi tak akan mengganggu ketenangan orang di rumah ini karna ruangan ini kedap suara, Jadi aku bebas memainkan lagu kesukaanku EVERYTIME dari Britney Spears.


Notice me


Take my hand


Why are we


Strangers when


Our love is strong?


Why carry on without me?


And every time I try to fly I fall


Without my wings


I feel so small


I guess I need you baby


And every time I see


You in my dreams


It's haunting me


I guess I need you baby


I make-believe


That you are here


It's the only way


That I see clear


What have I done?


You seem to move on easy


And every time I try to fly I fall


Without my wings


I feel so small


I guess I need you baby


And every time I see

__ADS_1


You in my dreams


You're haunting me


I guess I need you baby


I may have made it rain


Please forgive me


My weakness caused you pain


And this song's my sorry


At night I pray


That soon your face will fade away


And every time I try to fly I fall


Without my wings


I feel so small


I guess I need you baby


And every time I see


You in my dreams


You're haunting me


I guess I need you baby....


Entah mengapa aku sangat menyukai lagu ini, serasa bernostalgia saja hihi.


Saat hendak melanjutkan ke lagu selanjutnya, tiba-tiba..


"DOORR"


"ASTAGFIRULLAH.." Sambil mengelus dada, aku melirik ke arah kakakku. "Apaan sih kak, bikin jantungan tau nggak. Kurang kerjaan banget jadi orang." Keluhku memanyunkan bibir.


"Haha sorry, habisnya lo serius banget sok mendalami haha padahal gw udah disini lebih dulu haha" Jelasnya sambil terbahak-bahak.


"Hiss, dasaar Dajjal." Kataku melempari tissue ke arahnya.


"Ohya Ngel, besok katanya Paman Pratama ngajak kita makan malam soalnya bisnisnya berjalan lancar." Jelas kak Dimas membuatku heran.


"Loh, kok kita? Biasanya yang pergi kan Papa." Tanyaku pada Kak Dimas.


"Sebenarnya Papa ingin pergi, tapi tiba-tiba ada panggilan dari kantor Papa. Besok Papa ada urusan bisnis di luar negri, jadi Papa menyuruh kita mewakili ketidak hadirannya." Jelasnya lagi.


"Ohh, begitu. Siapa saja yang bakalan hadir?" Tanyaku lagi pada kak Dimas.


"Hem, katanya yang bakal hadir cuma teman-teman paman dan dua orang dari Perusahaan Diamond Group. Kata paman, wanita dari diamond group sangat cerdas dan cantik. Gw penasaran seperti apa dia sampai paman kagum dan mengatakan kalau dia cocok sama gw." Narsis kak Dimas membuatku ingin muntah.


"Oh oke, besok gw usahain. Emang jam berapa acaranya.?"


"Jam tujuh malam. Besok lo mau berangkat sama gw atau berangkat masing-masing?" Tanya kak Dimas padaku karna tahu aku tak suka semobil dengan siapapun apalagi jika menggunakan mobil kesayanganku.


"Hm, bareng aja tapi pakai mobil Lo. Gw gak mau kalau Lo masuk mobil gw terus ninggalin bau cowok . Huek!" Kataku sambil menutup hidung dan pura-pura muntah.


"Gaya Lo selangit! Yaudah besok gw kesini jemput Lo. Ohya kalau Papa sama Mama nyariin gw bilang gw balik ke Apartemen gw ya, banyak kerjaan gw tertunda karna Lo sakit. Gw balik ya, baik-baik Lo di rumah jangan telat makan lagi." Ucap Kak Dimas mengusap rambutku lalu beranjak dari ruangan.


Setelah selesai bermain musik, aku memutuskan untuk tidur hingga besok malam. Aku hanya akan bangun jika sudah lapar haha.

__ADS_1


__ADS_2