
Semenjak berpacaran dengan Rusman, kami selalu menghabiskan waktu dengan jalan-jalan.
Saat aku tengah sakit di tengah malam dan kebetulan kakakku lagi lembur, Rusman jauh-jauh datang membawakan obat dan buah-buahan.
Aku sangat sayang padaNya, Karna sikapnya yang perhatian dan penyayang membuatku takut kehilangan.
Berjalannya waktu, Hubungan kami semakin serius. Aku yang memiliki masa lalu yang buruk tak ingin membuat Rusman kecewa hingga aku memberanikan diri agar segera memutuskan hubungan kami.
"Sayang aku mau bilang sesuatu". Ucapku dalam pesan.
"Iya bilang aja, gak ada yang larang kok yank".
"Mm..Itu.. Aku mau kita putus".
"HaH? Kenapa? Apa ada aku buat salah sama kamu? Bikin kamu gak nyaman? Kalau ada aku minta maaf sayang. Tapi aku mohon kita jangan putus ya, Aku sayang banget sama kamu." Saat membaca pesan lNya, Seketika bulir bening membasahi pipiku.
"Kamu gak perlu minta maaf, Kamu gak ada salah kok, Akunya aja yang sudah bosan. Terimakasih selama ini kamu baik sama aku, Aku yakin, Kamu pasti akan menemukan wanita yang tepat untukmu. Sekali lagi maaf."
Maafkan aku menyakitimu dengan
mengatakan bosan, hanya itu satu-satunya cara untuk membuatmu benci padaku dan mudah melupakanku.
Padahal aku sangat sayang, tapi karna tak ingin membuatnya kecewa, Lebih baik aku akhiri sebelum hubungan kami ke jenjang yang lebih serius.
Setelah perdebatan yang cukup lama karna Rusman tak ingin mengakhiri hubungannya, Akhirnya Rissa memblokir Rusman.
Rissa menangis sejadi-jadinya karna sudah terlanjur sayang tapi harus mengakhiri demi kebahagiaan, Dia tak ingin egois dan membuat Rusman sakit hati berkepanjangan nantinya.
Setelah menangis cukup lama, akhirnya Rissa tertidur karna kelelahan.
Sekitar dua jam tertidur, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu berkali-kali sampai membangunkan Rissa dari tidurnya.
Rissa, Segera bangkit untuk membukakan pintu.
Tok..Tok..Tok..
"Iya Sebentar". Ucapnya sambil memutar kunci.
Setelah pintu terbuka tiba-tiba seseorang muncul dan memeluk Rissa.
"Sayang.. Hikss... Kamu gak serius kan?? Hikss.. Aku salah apa yank Hikkss.. Maafin aku". Rusman menangis sesenggukan sambil memeluk Rissa.
"Kak, Maafin aku ya. Seperti hubungan kita memang tak bisa di lanjut lagi". Ucapku berusaha tak menangis.
"Tapi sayang, alasannya apa sampai kamu tega Tinggalin aku?". Ucap Rusman sambil menyeka air matanya dan menatap mata Rissa.
__ADS_1
"Gak ada alasan kak, Aku cuma udah bosan aja".
"Riss, Walaupun hubungan kita belum terhitung cukup lama, Tapi aku sudah mempelajari watak kamu. Aku tahu kamu seperti apa. Aku tahu kamu juga sayang sama aku. Jadi aku mau kamu jujur, Alasannya apa sampai kamu mau mutusin hubungan kita?".
"Aku... Hiks..Hiks...Hikkss". Ahh akhirnya air mata yang ku tahan-tahan akhirnya menetes di pipiku.
Belum sempat ku jawab, Tapi aku sudah merasa telah mengkhianatinya, Karena tak jujur dari awal. Itulah kenapa aku menangis, karna menyesali perbuatanku yang egois karena menginginkan seorang kekasih.
"Sudah jangan nangis, Kita duduk dulu ya. Kamu minum biar tenang. Kalau sudah tenang kamu bisa ceritakan semua hal yang membuat kamu gak nyaman". Ucap Rusman perhatian.
Setelah Tenang akhirnya Rissa memberanikan diri untuk mengatakan aib yang dia tutupi selama ini.
"Bukan aku gak sayang sama kamu, Aku sangat sangaatt sayang sama kamu dan gak akan bosan. Tapi!".
"Tapi apa?".
"Hmm aku udah gak perawan kak, Itulah alasan aku memutuskan hubungan ini agar kamu gak kecewa terlalu banyak".
Rusman hanya bergeming, tanpa kata-kata yang keluar. Mungkin sedang memikirkan Apa Rissa serius mengatakan hal ini, atau hanya pura-pura agar mereka bisa putus?.
"Kak? Kok diam aja?".
"Eh.. mm gak apa-apa. Kalau boleh tau kamu kok bisa anu". Rusman tak melanjutkan ucapannya, dan menggaruk kepala yang tak gatal.
"Aku di perk*sa kak, Bukan suka rela seperti zaman sekarang." Ucapku menundukkan wajah karna mataku mulai memanas.
"Sejak aku kecil, Dan saat memasuki bangku SMA". Ucapku sambil menangis.
"Hmm... Yudah gak apa-apa, Lupain aja. Itu sudah menjadi masa lalu. Masa lalj tak akan bisa di ubah, Tapi kamu bisa menjadikannya sebagai pembelajaran di kemudian hari".
"Hikss Iya kak". Ucapku masih tertunduk.
"Aduh udah dong nangisnya, Ntar cantiknya pacar aku hilang lagi". Ucap Rusman sambil tersenyum.
Seketika aku mengangkat kepalaku dan menatap kak Rusman untuk memastikan pendengaranku tadi.
"Apa kak?".
"Ntar cantiknya pacar aku hilang kalau nangis terus".
"Hiks.. Jadi kakak masih Nerima aku walaupun kakak sudah tau masa laluku seperti apa?".
"Iya sayang, Tapi aku mau mulai sekarang kamu jaga diri ya, jangan sampai kejadian dulu terulang kembali".
"Ahhh ayang". Ucapku kehabisan kata-kata.
__ADS_1
"Sini peluk, Cup cup cup. Jangan sedih lagi ya, kalau ada masalah cerita sama aku ya sayang". Ucapnya sambil mengelus rambutku
"Iya sayang".
"Yank, Aku mau ngomong sesuatu sama kamu".
"Iya ngomong aja". Ucapku melepas pelukannya.
"Aku minta kamu jangan pernah putusin hubungan kita lagi ya, Tunggu aku dua tahun kemudian, aku pasti menikahi kamu. Tapi jika kamu lelah menunggu, bilang ya!".
"Iya kak". Hanya itu yang bisa ku katakan. Awalnya kaget mendengar penuturannya, Tapi sudah banyak pria yang mengatakan hal itu padaku, tapi sampai detik ini gak ada tuh yang nepatin janji.
Jika memang serius menepati janji dan menikahiku yang tak suci ini, aku akan sangat bersyukur. Tapi jika ia tak menepati janji, aku harus sadar diri dan ikhlas.
Setelah masalah selesai, Rusman pamit pulang karna dia harus mencari uang untuk mencapai tujuannya untuk menikahi Rissa.
Rissa melambaikan tangan di depan pintu, setelah sosok Rusman menghilang, akhirnya diapun kembali ke kamar dan melanjutkan tidurnya.
Ya Allah Ya Rabb, Jika memang kami berjodoh mudahkanLah. Tapi jika kami tak jodoh, Tolong Bantu kami untuk ikhlas menerima kenyataan.
Aamiin...
Malam HariNya, Ponsel Rissa berdering. Ternyata telfon dari Jane.
"Halo Jane".
"Halo Riss, Kamu dimana?".
"Lagi di kosan, emang kemana lagi hehe".
"Oh, Riss ada makanan gak?".
"Iya ada".
"Aku otw kesitu ya, Lapar nih belum makan dari pagi".
"Oh iya, Jane".
Tak menunggu lama, akhirnya Jane tiba, Sepertinya dia memang kelaparan.
Setelah makan, Tanpa basa-basi ia langsung pamit pulang.
"Eeuugghh.... Ah kenyangnya, Untung ada Rissa kalau aku lagi butuh. Jadi gak perlu habisin duit cuma buat beli makanan. Ck..ck..ck Benar-benar enak di manfaatin". Ucap Jane sambil bersendawa yang cukup keras.
"Makin kesini, Jane kenapa berubah ya, atau perasaan aku aja yang terlalu sensitif? Apa iya?Masa' sih Jane manfaatin aku selama ini? Ahh kayaknya aku yang terlalu berfikiran sempit. Jane sahabat baikku. Tak mungkin seperti itu, Mungkin tadi hanya buru-buru, makanya langsung pulang tanpa bercerita denganku". Ucap Rissa menenangkan diri.
__ADS_1
****
Jangan lupa like komen dan dukungannya ya