CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)

CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)
BAB 27 MENYAKITKAN HATI


__ADS_3

Setelah bersiap, Aku dan Kelvin berangkat menuju rumah orangtuanya. Jujur saat ini aku sangat gugup, bagaimana jika orang tua Kelvin tak menyukaiku.


Beberapa jam di perjalanan, kami melewati gerbang yang sangat besar. Aku heran untuk apa Kelvin masuk kesini?. Semakin lama, kami tiba di rumah yang bak istana.


"Vin ini rumah siapa? Ngapain kita kesini? Nanti kita di kira maling, Yuk pergi" Ucapku sembari menarik lengan Kelvin.


"Kita sudah sampai Riss, ini rumah orang tuaku" Jawab Kelvin tersenyum.


"A..apa? Aduh Vin ini bukan saatnya kita bercanda tahu. Ayo kita pergi, nanti security datang usir kita, kan jadi malu" Ajakku lagi.


"Sayang, Aku serius. Ini rumah orang tuaku, siapa yang berani usir kita. Ayo kita masuk, keburu magrib" Ucap Kelvin, menggenggam tanganku dan mengajak masuk ke dalam rumah yang bak istana.


Setelah melewati pintu masuk, aku melihat begitu banyak pelayan yang membungkukkan badan memberi hormat pada Kelvin. Benar-benar tak ku sangka, Kelvin yang biasanya makan bersamaku di kantin kantor ternyata anak orang kaya. Aku merasa tak pantas berdiri di sampingnya.


"Pa.. Ma.. Kelvin pulang" Teriak Kelvin seraya duduk di atas sofa yang sangat empuk dan lembut.


Lama menunggu, akhirnya sang Papa dan Mama Kelvin keluar dengan gaya seperti orang kaya pada umumnya, Pantaslah Kelvin selalu keren dalam berpakaian.


Kelvin menunggu Orang tuanya berbicara tetapi mereka dari tadi hanya memperhatikanku.


Kelvin menghembuskan nafas kasar ke udara. "Jadi ada hal apa yang ingin Papa bicarakan denganku?" Ucap Kelvin sambil meletakkan titipan Mamanya itu.


"Kau tau apa yang akan kita bicarakan saat ini, Vin."


"Aku tidak akan tahu jika Papa tidak memberi tahu" Balas Kelvin lagi.


Sang Papa memandang sinis ke arahku yang nampak jengah. "Papa tahu kau menjalani hubungan dengan wanita ini." ucapnya datar tanpa ekspresi. "Apa kau sudah tidak bisa menggunakan telinga dengan benar, huh?! Sudah berapa kali Papa katakan, jauhi wanita itu!! Dia bukan wanita yang baik untuk kamu!!"


Kelvin mendengkus. Akhirnya permasalahan percintaannya terjadi kembali. Restu sang Papa sangat sulit ia dapatkan. "Rissa pa. Namanya Rissa. Menurutku Papa masih bisa menyebutkan namanya dengan benar."


"Kau berani melawan Papa demi wanita sepertinya, Kelvin?!"


"Aku sudah dewasa dan bisa membedakan mana yang baik dan tidak untukku, Pa. Bisakah Papa merestui hubunganku dengan Rissa? Kami saling mencintai, Pa." ucapnya pelan. Kelvin tidak ingin karena emosinya, dia melampaui batas.


"Kau masih belum bisa membedakan mana yang baik dan tidak, Kelvin. Kau tidak tahu wanita seperti apa dia!" ucapnya tegas.


Sepertinya Papanya Kelvin punya alasan tersendiri mengapa ia tidak menyetujui hubungan kami.

__ADS_1


"Kelvin tahu Rissa wanita seperti apa. Dia wanita yang baik, dan tidak seperti yang ada di dalam pemikiran Papa saat ini dan juga aku sudah tahu masa lalu Rissa dan aku terima." jawabnya tegas. "Tidak bisakah Papa menerima Rissa menjadi mantu Papa? Kelvin sangat mencintai Rissa, Pa." Kelvin sedikit menurunkkan intonasi bicaranya. Berharap Papanya memahami perasaannya.


Papa kelvin menegakkan tubuhnya yang semula ia sandarkan. Menatap dalam kedua bola mata kecoklatan milik Kelvin. "Sampai kapan pun Papa tidak akan merestui hubungan kalian. Bahkan di ujung kematian sekali pun!"


Wajah Kelvin memerah menahan amarah yang sudah menggempul di dadanya. Kelvin beranjak berdiri. "Apa yang Papa katakan? Jangan membawa kata kematian lagi! Dan aku akan tetap menjadikan Rissa sebagai calon istriku!" titahnya. Kelvin hendak pergi, tetapi perkataan sang Papa menghentikannya.


"Jika kau tetap melanjutkan hubungan dengan wanita itu, Papa akan menghapus namamu dari kartu keluarga saat ini juga! Dan Papa akan mencabut semua fasilitas yang kamu dapatkan. Bahkan Papa akan mengambil kembali apartemen yang semula Papa berikan padamu!" ucapnya tegas tanpa ampun.


"Jika kau masih mau melanjutkan usaha Papa melanjutkan menjadi pemimpin perusahaan, kau harus mau menikah dengan wanita pilihan Papa" Lanjutnya lagi.


"Pa, kita sudah membahas ini sebelumnya. Aku tak ingin di jodohkan, dan aku sudah punya pacar namanya Rissa" Ucap Kelvin tersenyum sambil memandangku.


"Dia bukan wanita yang baik untukmu, Kelvin! Bagaimana bisa kau tidak melihat perbedaan mana yang tulus mencintaimu atau hanya mengincar hartamu saja!" suara Papanya terdengar tegas tak terbantahkan.


Kelvin menahan emosinya yang sudah naik ke ubun-ubun. "Cinta Rissa tulus untukku, Pa! Dan aku tahu itu. Walaupun hubungan kami belum cukup lama tapi itu sudah cukup untuk membuktikannya." Jelas kelvin. Berharap Papanya akan mengerti. Tetapi setiap perkataan yang keluar dari mulut Kelvin untuk membelaku bahkan tak pernah dihiraukan.


Karna merasa perdebatan ini tak akan ada akhirnya, Kelvin mengajakku untuk pulang.


Tak lama setelah kepergian Kelvin, seorang pria tinggi berbadan besar masuk ke dalam rumah.


"Siang, Son. Apa kamu sudah membawa berita baik untukku?"


"Saya sudah mencari latar belakang wanita itu, Pak."


"Hasilnya?"


"Tepat seperti dugaan Bapak. Wanita tadi adalah wanita baik-baik yang berasal dari keluarga sederhana. Tetapi saat masa SMA ia pernah di jebak oleh sahabatnya sampai ia di p*kosa." Sony sejenak menjeda penjelasannya. Memberi ruang pada Papa Kelvin untuk lebih memahaminya.


"Ya, lanjutkan!"


"Setelah kejadian itu, ia trauma mengenal siapapun hingga dia Tamat sekolah dan merantau ke kota untuk bekerja di Resto. Tapi tempat kerja sebelumnya, ia pernah di lecehkan oleh teman kerjanya." Sony terdiam menunggu pendapat Papa Kelvin.


"Lalu mengapa ia bisa berada di kantor yang sama dengan Kelvin? Apa yang terjadi setelah kejadian itu?" Tanya Papa kelvin!


"Setelah kejadian itu, ia melaporkan kejadian itu pada atasannya. Memang laki-laki yang melecehkannya di keluarkan, tapi semua teman kerjanya mulai merendahkannya dan menuduhnya bahkan mengancam membunuhnya. Karna tak tahan di perlakukan seperti itu, iapun mengundurkan diri dan merantau lagi ke kota ini untuk mencari kerja. Karna kecerdasannya, iapun di terima di perusahaan yang juga di tempati oleh Pak Yudistira, dan sepengatahuan saya posisi wanita itu lebih tinggi dari pada Pak Yudistira di kantor." Lanjut Sony lagi.


"Benarkah? Ha ha ha pantas saja Kelvin sangat menyukainya" Ragu Papa Kelvin.

__ADS_1


"Iya Pak. Dan juga," Sony menjeda lagi ucapannya


"Lanjutkan"


"Yang saya dengar, Ia juga di jadikan tulang punggung oleh keluarganya. Ia anak kelima dari enam bersaudari, dua kakaknya sudah menikah. Sedangkan yang dua lagi masih kuliah, dia juga memiliki satu adik yang saat Inis duduk di bangku SMA.


Pekerjaan Mamanya adalah juragan kayu bakar, sedangkan Papanya hanya bermalas-malasan. Itulah sebabnya ia di paksakan bekerja untuk membantu biaya pendidikan kakaknya dan juga adiknya. Dari profil yang saya dapat, ia sangat ingin kuliah dan mengambil jurusan hukum. Tapi Mamanya melarang karna tak ada yang membantu mencari nafkah."


"Kasihan sekali dia. Tapi darimana kau tahu semua cerita itu?" Tanya Papanya Kelvin.


"Hehe jangan ragukan kehebatan saya dalam mencari tahu informasi seseorang Pak.


Ohya saya hampir lupa, Katanya siang tadi ia di serang dengan vas bunga oleh teman sekantornya, alasannya karna teman sekantornya itu menyukai Pak Yudistira, sedangkan" Ucap Sony memegang dagunya.


"Sepertinya karisma Kelvin di kantor bagus juga haha, Kerja bagus. Sekarang kau bisa pergi"


Di tempat lain, Rissa dan Kelvin singgah di Caffe untuk makan malam.


"Maafin Papaku ya sayang" Ucap Kelvin sesudah memesan makanan.


"Gak apa-apa kok. Lagian ucapan Papamu benar, aku tak pantas" Aku menundukkan kepala takut Kelvin tahu aku menangis.


"Apapun rintangannya, kita harus hadapi. Papa ingin menjodohkanku dengan anak pengusaha terkaya tapi aku menolak lantaran aku memilih cintaku padamu. Dampingi aku ya sayang sampai kita mendapatkan restu orang tuaku." Ucapnya menggenggam tanganku yang ku balas dengan anggukan.


"Kamu jangan sedih-sedih, nanti cantiknya hilang loh." Godanya mencolek hidungku.


"Isshh rese'." Aku tersenyum sambil meminum jus yang di bawa pelayan tadi.


Kamipun makan malam bersama.


Aku hanya berharap, semoga Kelvin benar-benar tulus mencintaiku dan tak tergoda dengan harta.


Tapi jika memang Kelvin lelaki yang seperti itu, aku memohon padamu ya Allah. Jauhkanlah hamba dengannya sebelum hamba benar-benar menyerahkan seluruh hati hamba padanya


Aamiin..!!


Jangan lupa like komen dan kasih bintang lima ya gan hehe

__ADS_1


__ADS_2