
PoV ANGELINA PRAYOGA
Pagi itu jam telah menunjukkan pukul delapan lewat lima belas menit.
"Angel.. Ayo cepat turun sayang, nanti kamu terlambat loh kuliahnya" ajak Mama dibalik pintu kamar, Angel masih bersiap siap dan merapikan dirinya untuk berangkat ke kampus.
"Iya ma bentar, sebentar lagi Angel turun" jawab Angel dari dalam kamar.
"Yeappy,.. hari ini aku bakal hangout sama teman teman, udah nggak sabar nih." seru Angel dalam hati dengan gembiranya, karena hari ini ia akan pergi jalan-jalan dengan dua sahabatnya sepulang dari kampus.
Tak lama kemudian Angel menyusul mamanya turun dan menuju meja makan, sudah ada papa Prayoga yg menunggunya dan mama Amelia.
"Pagi pa...pagi ma...muach ..muach." sapa Angel pada keduanya sembari mencium pipi Prayoga dan Amel.
"Tumben anak papa ceria sekali hari inil Ada sesuatu yg membuatmu senang ya?" tanya Prayoga menyelidik sambil tersenyum pada Angel.
"Iya nih, hari ini anak mama kelihatan happy banget deh." sahut Amel dengan senyumnya.
"Iya dong ma...hari ini kan terakhir ke kampus karna bakal libur panjang, tapi setelah liburan otak harus bekerja keras karna ujian skripsi huhu!
Habis pengumuman, aku mau hangout sama teman teman aku pulang kampus nanti, boleh ya pa...ma?" pinta Angel dengan senangnya.
Prayoga dan Amel belum sempat menjawab permintaan Angel. Tiba-tiba saja terdengar suara telepon berdering.
"kriinngggg ..krinnnggg... kriiiiiinnggg"
"Bentar ya sayang, mama angkat telepon dulu" seru Amel.
"Iya ma!" sahut Angel.
Sejenak kemudian "Pa...telepon untuk papa!" seru Amel pada Prayoga sambil memberikan gagang telpon itu kepada suaminya.
"Hmm..." jawab Prayoga singkat, perlahan Prayoga berdiri dan menuju telepon yg diberikan istrinya.
"Halo...hai Kakek Hendra apa kabar kamu, sudah lama kita nggak ketemu...apa? Kamu ada di kota ini sekarang? Kenapa nggak ngabarin...ooo ok ok segera aku siapkan semuanya, jangan khawatir semua pasti beres...baik... baik sampai ketemu nanti!" jawab Prayoga dengan begitu senangnya saat menerima telpon dari seorang temannya.
Prayoga lantas menutup telpon dan bergegas menuju meja makan.
"Siapa pa? Kok Papa kelihatan seneng banget!" tanya Amel.
__ADS_1
"Oo...tadi Kakek Hendra Ma, teman kuliah Kakek Papa dulu, sekarang dia ada di kota ini, oh iya Angel hari ini sepulang sekolah kamu jangan kemana-mana, papa ada acara di rumah membahas sesuatu yg penting sama kamu ya!" pinta Prayoga pada Angel.
"Tapi pa...hari ini aku...aa..." seru Angel belum sempat menyelesaikan kata-katanya.
"Lain hari kan bisa, toh masih banyak waktu kan, hari ini papa benar-benar ingin bicara suatu hal sama kamu, penting!" Ucap Prayoga tegas.
"Sepenting itukah Pa?" tanya Angel menyelidik.
"Sudah kamu jangan banyak tanya, habiskan sarapanmu terus berangkat, sepulang kuliah Papa yg akan jemput kamu" seru Prayoga sambil melahap sarapannya sesendok.
"Iya pa" jawab Angel lemas.
Amel melihat anak gadisnya bersedih karena gagal pergi bersama teman-temannya dan mencoba menghiburnya.
"Sudahlah sayang, ayo lekas dimakan, nanti nasinya dingin loh!" hibur Amel pada Angel
"Iya ma...oh iya Pa, Kakek Hendra itu siapa? Teman Kakek ya?" tanya Shesa menyelidik
"Iya dia teman Kakekmu semasa kuliah dulu, Hendrawan Yudistira namanya, kamu tahu dia memiliki Cucu laki-laki yg luar biasa, cerdas, pintar, masih muda, dan sangat berbakat, la juga merupakan calon pimpinan di perubahannya, perusahaan terbesar urutan kedua di kota ini namanya Kelvino Yudistira." jelas Prayoga dengan bangga.
"Oohhh..." seru Angel datar sambil melahap sarapannya menu Spaghetti favoritnya.
Setelah menghabiskan sarapannya Angel lalu berpamitan kepada Prayoga dan Amel.
"Angel berangkat dulu pa...ma...." Angel mengulurkan tangannya dan mencium kedua tangan orang tuanya. Walaupun besar di luar negri, Angel tetap memiliki sopan santun. Karna sebentar lagi ujian skripsi dan wisuda, orang tuanya menyuruhnya kuliah di kota ini saja.
"Hati-hati sayang!" jawab Amel.
"Hmm iya...jangan lupa nanti Papa yg jemput!" sahut Prayoga.
"Siap Papa, jangan khawatir pa, aku akan selalu menurut kata papa!" seru Angel yg diselingi senyuman.
****
Di dalam rumah
"Oh iya Pa...memangnya ada hal penting apa yg mau Papa omongin sama Angel?" tanya Amel pada suaminya penasaran.
"Kita harus bersiap-siap hari ini Ma, karena kek Hendrawan dan cucunya akan datang melihat putri kita Angel! Sepertinya perjodohan yang di katakan oleh almarhum Kakek dulu akan terjadi hari ini." Jelas Prayoga
__ADS_1
"Secepat itu Pa? Tapi Angel masih kuliah loh Pa, Nanggung kan sehabis libur bakal ujian skripsi terus wisuda. Apa dia mau berhenti Kuliah karena perjodohan ini?" tanya Amel yang sedikit shok mendengar ucapan suaminya tadi.
"Ini permintaan Almarhum Kakek dan Kakek Hendra Ma, supaya pernikahan itu dipercepat, mama tahu kan nenek Tiara istri kakek Hendra itu sudah mulai sakit-sakitan dan semakin banyak permintaannya, karena Kakek Hendra sangat menyayanginya, dia meminta papa untuk segera membujuk Angel supaya mau menikah secepatnya dengan cucu satu-satunya" tutur Prayoga pada Amel.
"Kira-kira Angel mau tidak Pa? Papa tahu sendiri Angel itu keras kepala sekali, dia ingin menjadi designer ternama Pa, dia bersikeras mimpinya itu harus terwujud, apa kita tidak terlalu memaksakan kehendak Pa?" kata Amel ragu ragu.
"Soal membujuk itu tugas mama, Papa yakin Angel pasti mengerti, lagipula ini juga untuk kebaikannya Ma, dia sudah 21 tahun sudah dewasa, sudah tahu mana yg baik dan mana yg buruk, Papa yakin Angel pasti mau, biar ada yg menjaganya Ma, Papa sudah tua. Papa takut tidak bisa menyaksikannya menikah, Kelvino adalah pria yang pasti bertanggung jawab pada Angel, papa sudah bertemu dengan Kelvino dan dia benar-benar pria sejati, pekerja keras, pantang menyerah, apalagi dia putra dari sahabat papa, sudah pasti keluarganya akan menyayanginya Ma, Mama jangan khawatir, percaya Papa, Papa tahu yg terbaik untuk anak-anak Papa" seru Prayoga sambil memeluk istrinya.
"Baiklah Pa... Mama ikut Papa saja" jawab Amel sendu.
Di Kampus.....
Angel perlahan melangkahkan kakinya menuju halaman Kampus.. nampak dari jauh beberapa orang gadis melambaikan tangan padanya.
"Ngel...Ngel...WOY ANGEL" seru Maya!
Angel datang menghampiri kedua sahabatnya dengan sedikit lemas.
"Kamu kenapa Ngel?...sakit?" tanya Jessy.
"Hem...nggak panas!" sahut Siska sambil memegang kening Angel.
"Ada apa Ngel?? nggak biasanya loh selemes ini...hari ini kita kan mau jalan, masa iya kamu lemes gini...biasanya yang paling semangat tuh kamu loh Ngel." imbuh Maya.
Perlahan Angel buka suara, dengan nada rendah dia menjelaskan kepada ketiga sahabatnya itu.
"Hari ini aku nggak ikut ya guys, sorry banget!" seru Angel pelan.
"Loh..... WHY ANGEL?" tanya Jessy menyelidik.
"Hari ini Papa yang jemput aku pulang kampus, ada suatu hal penting yg mau diomongin, sorry ya!" jelas Angel pada ketiga sahabatnya sambil merapatkan kedua tangannya seolah minta ampun.
******
Maaf ya gengs kemarin gak up.
Semangatin terus ya!!
Jangan lupa like komen dan bintang lima ya hehe ❤️
__ADS_1