CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)

CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)
BAB 32 BIANG MASALAH


__ADS_3

PoV Rissa


Perjalanan pulang ke kosan, Aku di antar oleh Kelvin saat selesai makan malam.


Sedari tadi aku hanya berdiam diri di belakang Kelvin, tak ingin bicara karna kepalaku sangat pusing dan rasanya sangat mual.


Kelvin terus menerus bertanya ada apa, dan aku hanya mengatakan kalau aku mungkin masuk angin. Bukannya berbohong, tapi memang aku tak tahu ada apa. Mungkin saat hari libur aku harus ke Rumah sakit untuk mengecek kondisiku.


Malam hari, aku benar-benar tidak bisa tidur lantaran sakit di ulu hati dan membuatku mual-mual.


Ku lihat jam, ternyata sudah jam 01 subuh. Walau aku tahu ini mengganggu, tapi aku tak tahu harus menghubungi siapa lagi selain Kelvin.


Beberapa kali ku hubungi tak di angkat, mungkin dia sudah tidur lelap. Ku coba sekali lagi dan akhirnya terjawab.


"Halo sayang, ada apa tumben nelfon jam segini, rindu ya." Ucap Kelvin di telfon dengan suara khas orang baru bangun.


"Halo Vin, toloong. Aku.. Aku kesakitan." Kataku sambil menekan bagian perutku dengan guling.


"Kamu kenapa sayang, kamu sakit? Tunggu aku segera kesana ya. Kamu tahan sampai aku datang oke." Suara Kelvin terdengar panik.


"Iya Vin." Ucapku mematikan telfon.


Sembari menunggu Kelvin datang, aku berusaha menahan sakit tapi sayang tak berhasil. Aku mondar-mandir ke kamar mandi karna sangat mual dan saat ingin kembali ke kamar, Penglihatan ku sudah berkunang-kunang.


Aku bergegas ke luar kearah pintu untuk membuka pintu, bukan di minta tapi takutnya sebelum Kelvin tiba aku sudah tak sadarkan diri.


Setelah membuka kunci pintu, aku baring di kasur dengan terus-menerus meringis kesakitan. Aku mencoba minum air hangat tapi tetap keluar.


Dan lagi-lagi rasanya mual, harusnya aku membawa wadah daripada mondar-mandir ke kamar mandi. Saat hendak berdiri tiba-tiba


Bruukk...


Dan masih samar-samar ku dengar suara motor depan kamar dan pintu kamar terbuka sebelum aku benar-benar tidak mendengarnya lagi.


"Baik Dok, saya akan sampaikan."


Saat mata masih terpejam, aku mendengar suara orang yang ku harapkan. Kelvin menemaniku saat aku butuh, ku buka mata perlahan karna cahaya lampu yang terang menyilaukan mata.


"Vin." Lirihku memanggilnya.


"Sayang.. Akhirnya kamu sadar." Ucapnya membelai rambutku.


"Aku sakit apa Vin? Maaf ya lagi-lagi aku ngerepotin kamu, mana nelfon malam malam lagi."


"Aku gak merasa di repotin kok. Hmm tadi kata Dokter asam lambung kamu kambuh, dan juga." Ucap Kelvin membuatku penasaran.

__ADS_1


"Kenapa Vin?"


"Kamu jangan sering sedih ya Rissa, Tadi dokter bilang kamu punya penyakit jantung. Setiap kamu sedih ataupun stress, jantungmu akan berdetak lebih lambat atau lebih cepat dari biasanya. Dokter juga bilang pola makan kamu harus di jaga, harus makan makanan sehat. Jangan makan berlemak setiap hari apalagi kalau tidak di imbangi dengan olahraga." Jelas Kelvin membuatku terkejut.


Aku punya penyakit jantung? Apa aku bakalan mati?


BAGUSLAH, Aku sudah lelah!


"Apa penyakit jantungku sudah parah.?" Tanyaku penasaran.


"Gak, masih gejala awal. Untung segera di cek, jadi gak telat ngobatin kan." Jelas Kelvin membuatku kecewa.


Padahal aku benar-benar sudah lelah, hidup hanya untuk mencari nafkah untuk keluarga.


Bahkan limapuluh persen dari gajiku tak di berikan, semua gajiku ku berikan untuk mama, hanya uang kos dan uang untuk beli mie instan se dos sebulan.


Padahal aku anak perempuan, seharusnya aku yang di beri nafkah tapi karna ekonomi yang tidak memungkinkan mengharuskan ku untuk banting tulang hingga mendapatkan penyakit.


"Riss kok bengong sih, dari tadi aku ngomong sama kamu loh." Panggil Kelvin menyadarkan ku.


"Eh, ahh gak apa-apa kok, cuma sedikit pusing aja. Tadi kamu bilang apa?" Tanyaku lagi.


"Aku bilang perempuan yang kita lihat waktu di pertambangan di rawat di kamar sebelah. Kayaknya dia sudah baikan." Jelas Kelvin membuatku lagi-lagi terkejut.


"Kita boleh lihat, tapi kamu pake kursi roda ya! Kamu kan baru siuman, aku gak mau kamu kelelahan." Ucap Kelvin membuatku mengangguk terharu.


Sesampainya di kamar sebelah, kebetulan dokter yang menanganinya baru saja keluar dan mengatakan pasien boleh di kunjungi.


Aku mengetuk pintu dan mendengar jawaban masuk dari dalam.


Aku dan Kelvin masuk ke ruangannya dan melihatnya sedang meminum obat, aku mendekatinya Dannn...


JANE..!!?


Apakah dia Jane, sahabat yang mengkhianati ku dulu? Jadi dia bekerja di pertambangan? Bukankah dia berpacaran dengan Rusman.?


"Kamu Jane kan.?" Tanyaku penasaran.


"Kamu.. Siapa ya? Apa aku mengenalmu, Wajahmu memang tak asing, tapi aku lupa." Jelasnya membuatku terkejut.


"Aku Rissa mantan pacarnya Rusman. Kamu sudah ingat kan?" Jelas ku padanya membuatnya menyemburkan air minumnya.


"Riss.. Rissa, benarkah? Aku sampai tak mengenali dirimu karna banyak berubah, wajahmu makin cerah ya." Ucapnya kemudian memperhatikan Kelvin.


Aku yang di ajak bicara tapi matanya terus-menerus menatap kekasihku, apa dia berniat menghancurkan hubunganku lagi seperti aku dan Rusman dulunya.' Batinku.

__ADS_1


"Hai aku Jane sahabatnya Rissa, kalau kamu?" Tanya Jane mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Kelvin.


"Ralattt, Mantan sahabat. Dan kamu tak perlu tahu namanya siapa, kamu hanya perlu tahu dia adalah kekasihku yang tak akan pernah berpaling dariku." Jawabku sebelum Kelvin menyambut tangannya.


Karna aku yang menjawab, membuat Jane berdecak menatapku dengan sinis. Aku tak akan membiarkanmu merusak hubunganku lagi, tapi jika Kelvin tergoda denganmu, aku akan melepaskannya karna itu sudah menandakan kalau ia tak bisa setia.


Akupun meminta untuk kembali ke ruanganku, terlambat jika mengatakan menyesal. Ya, penyesalan memang selalu datang terlambat, kalau datang lebih awal bukan penyesalan lagi namanya tapi pendaftaran.


Sesampainya di ruanganku, Kelvin terus menerus menatapku yang sedari tadi diam membisu.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Kelvin padaku.


"Dia Jane, Aku pernah cerita tentang dia ke kamu dulu kan." Jawabku ketus.


"Jane? Hm apa dia Jane yang merebut pacar kamu itu.?" Tanyanya lagi.


"Ya"


"Apa kamu marah karna kamu belum move-on dari Rusman? Apa kamu ingat dia lagi." Tanya Kelvin seperti orang yang sedang cemburu.


"Untuk apa aku ingat dia lagi." Ucapku sambil baring di bangsal.


"Lalu apa yang membuat kamu badmood?" Tanya Kelvin yang benar-benar tidak peka perasaan wanita. Ya, bukan salah Kelvin juga karna Kelvin bukan dukun.


"Aku takut Vin." Ucapku yang di iringi dengan air mata.


"Loh, kok nangis. Kamu takut kenapa sayang, aku selalu ada di sisi kamu." Ucapnya memelukku.


"Aku takut Jane rebut kamu dari aku. Aku takut kamu tergoda dengan dia dan ninggalin aku hiks..hiks.."


"Astagfirullah Rissaku sayang, Aku tuh setia sama kamu. Aku gak mudah tergoda, kamu tahukan aku sudah lama nungguin kamu. Masa'aku lepasin kamu cuma karena dia, Nita aja yang cantik masih aku tolak apalagi dia."


"Apa? Jadi maksud kamu Nita cantik gitu?" Tanyaku kesal.


"Eh, ituu.. hufft aku gak tahu harus jelasin apalagi. Intinya secantik apapun wanita di luaran sana, aku tetap sukanya sama kamu." Jelas Kelvin padaku.


"Tapi cantikan mana, aku atau Nita?" Tanyaku menyelidiki.


"Kalian sama cantiknya karna kalian berdua wanita, Tapi ada sesuatu dari diri kamu yang tak di miliki orang lain yang membuat aku cinta sama kamu, aku gak bisa jelasin itu apa, aku hanya bisa merasakan." Jelas Kelvin meyakinkan ku sambil mengusap-usap kepala ku.


Akupun mengangguk dan memeluknya, ku harap apa yang ia ucapkan bisa ia buktikan.


Jangan sampai ada orang ketiga lagi.


(Jangan lupa Tip ya man teman, Kiss)

__ADS_1


__ADS_2