
Pagi yang cerah, Rissa bersiap untuk pergi ke kantor. Hari ini adalah hari keduanya semenjak naik jabatan, Rissa sangat penasaran ada agenda apa hari ini.
Disisi lain, Kelvin juga sudah bersiap ke kantor.
Saat hendak menutup pintu, Tiba-tiba ponselnya berdering.
Papa? Gumam Kelvin. "Ya hallo Pa?"
"Kamu dimana?" Tanya sang Papa pada Kelvin.
"Di apartemen Pa mau berangkat kerja, Ada apa Pa?" Tanya Kelvin.
"Kalau begitu, sepulang dari kantor kamu ke Rumah. Ada yang ingin Papa dan Mama bicarakan, jangan sampai telat karna Papa juga ada urusan"
"Oke Pa, nanti Kelvin kesana" Jawab Kelvin pada Papa.
"Oh ya, nanti kalau kesini, beliin Mama kamu asinan di tempat biasa" Perintahnya pada Kelvin sembari mematikan telfonnya.
"Ada-ada saja" lirih Kelvin.
Kelvin pun berangkat ke kantor dengan motor kesayangannya.
Begitupun Rissa, yang sudah sampai lima menit yang lalu. Karena belum telat, Rissa memilih menunggu Kelvin karena kemarin tidak bertemu seharian.
Ngeng....Ngeng..Ngeng..
Kelvinpun tiba, Tetapi ia melewati Rissa yang sedari tadi menunggunya.
Biasanya jika melihat Rissa, dia akan menghentikan kendaraannya. Tapi kali ini?
Rissa berbalik arah berjalan menuju Kelvin. Disana Kelvin memarkirkan kendaraannya, Saat Rissa hampir sampai tiba-tiba..
"Hai Mas Yudi, selamat pagi" Ucap wanita itu yg tak lain adalah Nita.
"Mas aku bawain bekal, Kita sarapan bareng yuk" Ucap Nita yang di anggukan oleh Kelvin.
Bukankah Kelvin dan Nita tak dekat? Atau itu hanya sandiwara? Ada apa denganmu Vin, ternyata kau juga tak bisa berpaling dari paras cantiknya Nita seperti pria lain! Lirih Rissa.
Mereka pun menjauh. Rissa hanya bisa mematung melihat mereka, Mengapa Kelvin seperti itu? Apa Rissa punya kesalahan? Ada apa dengannya!
Rissa berusaha tak memikirkannya, dan memilih masuk ke dalam kantor.
Karna ruangan Rissa berada di lantai paling atas, otomatis dia melewati ruangan Kelvin.
__ADS_1
Rissa menoleh ke arah ruangan Kelvin, disana ia melihat Kelvin dan Nita sedang sarapan.
Biasanya Kelvin datang ke ruangan Rissa membawakan bekal, tapi kali ini?
"Rissa hari ini kamu kerjakan berkas ini, saya butuh saat jam istirahat" Ucap Pak Presdir pada Rissa saat masuk ruangan.
"Baik Pak, akan saya kerjakan" Ucap Rissa menerima berkas tersebut.
"Hari ini jadwal saya apa saja?" Tanya Pak Presdir. Ya, semenjak perusahaan ini masuk sepuluh besar, semuanya menjadi sibuk.
"Bapak punya jadwal jam sembilan nanti bertemu dengan Pak Indra untuk membahas kerja sama di tambang dan juga jam tiga nanti bapak harus mengecek lokasi pertambangan" Ucap Rissa menjelaskan.
"Hmm, Kalau begitu saya mengutus kamu mengecek lokasi di sana bersama Manager pamasaran yang baru masuk kerja hari ini, sekalian dia belajar disana"
"Baik Pak"
Rissa pun mengerjakan tugas yang di berikan bosnya itu, karna siang nanti harus di serahkan.
Padahal tadi Rissa masih memikirkan tentang Kelvin dan Nita, tapi karna sibuk bekerja Rissa jadi lupa.
Rissa sibuk mengerjakan tugas tersebut, sedangkan bosnya keluar menemui Pak Indra bersama Pak Deandra. Sebenarnya Rissa yang seharusnya ikut, tapi Rissa harus mengerjakan berkas penting.
Jam sebelas jam istirahat, Aku menyerahkan berkas yang sudah ku kerjakan pada Pak Presdir yang lima menit lalu baru datang.
"Terimakasih, kamu bisa istirahat"
"Ya" Ucapnya berbalik menuju kursi besarnya.
Biasanya saat jam istirahat, Kelvin selalu datang membawa makanan dari kantin atau mengajak Rissa makan. Tapi Kali ini batang hidungnya pun tak muncul.
Rissa memesan makanan saat tiba disana, Karna jabatannya sudah naik, kali ini bukan hanya tahu tempe saja yang ia pesan. Kali ini ia juga memesan ayam krispi yang hanya sekali-sekali ia makan, itupun karna Kelvin yang membeli.
Rissa makan seorang diri, tak ada teman yang di ajak bercerita.
Rissa memilih memainkan handphonenya.
Astaga inikan Angelina, Wah ternyata dia sudah di jodohkan dengan anak dari pengusaha kaya juga.
Siapa lelaki yang beruntung memiliki Angel yang cantik, baik dan kaya!
Setelah selesai makan, Rissa kembali ke ruangan karna tak tahu harus melakukan apa padahal waktu istirahat masih banyak.
Jam istirahatpun habis, Rissapun melanjutkan pekerjaannya sebagai sekertaris.Tak terasa sekarang jam setengah tiga, Rissa dan Kelvin harus pergi ke lokasi tambang.
__ADS_1
Tak perlu rissa yang memberitahukan kepada Kelvin, karna Bosnya sudah menelfon Kelvin tadi. Dan Kelvin menyetujui untuk ikut.
Aku dan Kelvin berjalanan ke luar, Kelvin mengajakku naik di atas motornya. Tetapi aku menolak karna mengingat tadi pagi Nita dan Kelvin sangat dekat, Mungkin saja mereka sebenarnya berpacaran tapi berpura-pura di hadapanku.
"Tak perlu, saya pesan taxi saja. Anda duluan saja" Jawabku pada Kelvin menggunakan bahasa formal, membuat Kelvin mengernyitkan keningnya.
"Saya? Haha Riss kamu bisa aja, Baru juga kemarin naik jabatan udah ngomong SAYA ANDA aja. Kayak aku ini orang lain tahu gak kalau kamu ngomong gitu" Kelvin terkekeh mendengar cara bicaraku, sungguh kesal dengannya yang tak peka.
Aku tak mendengarkannya dan memilih memesan taxi.
Saat taxi datang Kelvin seperti tak percaya dengan apa yang kulakukan.
"Sampai bertemu di tempat tujuan" Ucapku hendak menutup pintu, tapi di tahan oleh Kelvin.
"Ada perlu apa?" Tanyaku padanya, Tapi tak di jawab olehnya.
"Jika tak ada keperluan, pintunya mau saya tutup, takutnya kita telat sampai" Ucapku tetapi Kelvin terus menerus terdiam. Saat ingin menutup pintu kembali, tiba-tiba Kelvin masuk ke dalam mobil duduk di sampingku.
"Apa yang kau lakukan" Tanyaku terkejut ketika melihatnya duduk di sampingku.
"Jalan Pak" Ucapnya tak mengindahkan ucapanku.
Sepanjang perjalanan, aku hanya diam tak ingin membuka percakapan. Begitupun Kelvin yang hanya sibuk memainkan ponselnya, akupun berusaha untuk tidak menghiraukan dan memilih bermain ponsel.
"Riss pulang kerja nanti kamu ada waktu gak?" Tanya Kelvin membuka percakapan.
"Memangnya kenapa apa?" Tanyaku meliriknya sekilas.
"Aku mau ngajak kamu ke rumah orangtuaku itupun kalau kamu gak sibuk"
Ha? Kenapa Kelvin mengajakku ke rumah orangtuanya bukan Nita?'Batinku.
"Baiklah" Hanya itu jawabanku membuat wajahnya berseri-seri.
"Ohya Riss, aku masih penasaran dengan cara bicaramu tadi. Kamu sengaja atau ada masalah?" Tanyanya membuatku gugup.
"Ng..Nggak ada masalah kok" Jawabku grogi.
"Ohh berarti kamu sengaja ya hehe" Ucapnya terkekeh membuatku malu. "Tapi penyebabnya apa? Gak biasanya kamu begini" Lanjutnya lagi.
"Aku, aku melihatmu bersama Nita sangat akrab tadi layaknya sepasang kekasih. Aku.. Huff aku juga bingung, mengapa aku sedih melihat kalian bermesraan. Lagipula aku hanya sahabat, tak seperti dia yang spesial bagimu" Ucapku membuat mataku berkaca-kaca dan tanpa sadar menitikkan air mata.
"Aku tahu kamu akan seperti ini jika melihatku bersama Nita. Baiklah aku akan menceritakan padamu apa yang sebenarnya terjadi sampai aku harus menuruti keinginannya" Ucap Kelvin membuatku penasaran, ada apa sebenarnya?
__ADS_1
****
Maaf ya bestie lagi-lagi telat up. Jangan lupa Komen dan beri bintang lima ya❤️