CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)

CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)
BAB 21 MAKAN MALAM


__ADS_3

Setelah meeting Rissa dan Kelvin ke ruangan masing-masing melanjutkan pekerjaannya.


Saat fokus mengetik, Rissa di kagetkan oleh nada dering teleponnya.


"Iya Halo pak" Ucap Rissa menjawab panggilan pak Deandra.


"Hallo Rissa, Nanti malam akan di adakan makan malam bersama investor kita tadi jam delapan malam. Mereka mengundang kamu dan kelvin datang, Saya harap kamu dan Kelvin datang tepat waktu.


Ohya tolong kabari Kelvin perihal makan malam ini, tadi saya sudah coba hubungi tapi tak di angkat." Ucap Pak Deandra.


"Baik pak saya akan mengabari kelvin dan akan datang tepat waktu. Tapi ini hanya makan malam biasa kan pak? Atau harus menggunakan baju yang formal?"


"Hanya makan malam biasa, terserah mau pakai baju apa yang penting sopan. Saya tutup" Ucap Pak Deandra mematikan telfonnya.


*********


Siangnya saat jam istirahat, Kelvin datang membawa makanan. Kamipun makan bersama tanpa berbicara.


Setelah selesai makan, Kelvin mengembalikan alat makan ke kantin.


Akupun ke toilet untuk memperbaiki riasanku.


Setelah dandan aku masuk ke dalam bilik untuk buang air kecil, Saat ingin keluar aku mendengar suara wanita berbicara. Dari cara menimpali, mungkin ada tiga orang.


"Kalian kenal kan sama Rissa kepala divisi dua" Ucap seorang wanita yang sangat aku kenali suaranya, Nita!


"Oh mbak Rissa, iya kenal. Emangnya kenapa Ta?" Balas seseorang.


"Kalian tahu gak sih, kalau Rissa itu punya Sugar Daddy" Kata Nita berbohong.


"Masa' sih? Perasaan Mbak Rissa perempuan baik-baik deh. Kamu kok bisa bilang seperti itu?"


"Aduhh kalian ini Bodoh atau polos sih? Rissa itu cuma baik di depan. Aku pernah lihat dia jalan sama om-om sambil gandengan tangan"


"Ya mungkin aja itu Papanya atau Pamannya. Jangan fitnah Ta, gak baik"


"Aku gak fitnah tahu, Aku juga awalnya mikir gitu. Kirain Keluarganya, Tapi aku masih curiga masa' sampai semesra itu. Jadi aku buntutin dan ternyata mereka pesan kamar hotel guys eeeuuuuww" Ucap Nita seolah jijik.


Karna tak tahan dengan tuduhan palsunya, akupun membuka pintu dengan kencang. Membuat mereka bertiga kaget dan takut.


"Sebelum bercerita buruk tentang orang lain, sebaiknya kamu introspeksi diri terlebih dahulu.


Dan kalian jangan mudah percaya sama wanita ular ini" Ucapku menunjuk mereka satu-persatu lalu pergi menjauh.


Sampai di ruangan, Kelvin ternyata sudah dari tadi sampai. Aku menceritakan pada Kelvin tentang kejadian di toilet, Kelvin geram pada Nita dan hendak memberi pelajaran. Tapi aku menahan karena Nita adalah seorang wanita, Biar aku saja yang menghadapi.


"Oh ya Vin, Aku punya kabar baik. Mau denger gak?" Ucapku tak sabar.

__ADS_1


"Benarkah? Kabar baik apa?"


"Presentasi tadi berjalan lancar, kata pak Deandra bisa jadi aku naik jabatan"


"Wah benarkah? Hebat, Jadi nanti jabatanmu lebih tinggi dari aku ya. Pasti bakalan sulit untuk bertemu seperti sekarang" Ucap Kelvin awalnya bahagia, kemudian sedih mendengar aku ada kemungkinan naik jabatan.


"Vin, kita kan masih sekantor. Walaupun jabatanku lebih tinggi, kita masih bisa bertemu seperti sekarang. Kan jam istirahatnya sama" Ucapku menjelaskan, Kelvin hanya manggut-manggut.


"Ohya Vin nanti malam kita di undang untuk menghadiri acara makan malam"


"Makan malam? Siapa yang undang?"


"Pak Deandra, katanya investor tadi mengajak kita untuk ikut makan malam. Bajunya cassual saja, acaranya jam tujuh. Nanti pak Deandra shareloc tempatnya dimana"


"Yaudah, Nanti malam aku jemput kamu. Aku balik ke ruangan dulu ya, jam makan siang sudah hampir habis"


"Oke, nanti malam jangan lupa ya" Kelvinpun mengangguk dan berlalu.


Untung saja kemarin aku beli baju, Jadi gak malu-maluin kalau ketemu investor dari luar negri.


*****


Jam pulang pun tiba, semua karyawan bergegas pulang. Hanya Rissa yang masih berada di ruangannya, entah apa yang membuatnya berdiam diri.


Tok..tok..tok..


"Riss, kirain kamu udah pulang duluan. Yuk aku antar" Ucap Kelvin pada Rissa. Tapi Rissa tak merespon.


"Riss kamu kenapa? Ada masalah ya?" Tanya Kelvin lagi tapi tak ada respon.


Kelvin mendekat dan menyentuh kening Rissa.


"Astaga Riss, badan kamu panas sekali. Aku antar ke RS ya" Ucap Kelvin tak menunggu jawaban Rissa, dan segera menggendong Rissa dengan gaya bridal style.


Karna hanya menggunakan motor ke kantor, kelvinpun memesan taxi untuk ke RS. Karna sangat tak mungkin jika ingin menggunakan motor dalam keadaan seperti ini.


Sampainya di Rumah Sakit, Rissa langsung di tangani dokter.


Tak menunggu lama dokterpun akhirnya keluar.


"Gimana Om keadaan sahabat saya?" Tanyaku pada dokter yang kebetulan adalah ayah temanku saat SMA.


"Gak apa-apa Vin, sahabat kamu cuma kelelahan. Istirahat sebentar juga pasti sudah sembuh, Ohya kalau bisa waktu makannya di atur karna kalau saya prediksi sahabat kamu sering telat makan"


"Alhamdulillah.. Iya Om, Rissa memang sering telat makan. Dia sering melupakan meluangkan waktu untuk istirahat, dia wanita yang gila kerja"


"Hahaha baiklah. Tapi Om minta kamu untuk jaga pola makannya, takutnya kalau di biarkan malah jadi Maag"

__ADS_1


"Iya Om saya akan ingatkan"


"Yasudah, saya pergi dulu. Masih banyak pasien lain yang menunggu. Ohya, Nanti kalau sahabat kamu itu sudah bangun, bisa langsung pulang ya. Tak perlu rawat inap cuma butuh istirahat" Jelasnya.


"Baik Om" Akupun memasuki kamar VIP yang di tempati Rissa, sebenarnya bisa memesan kamar biasa tapi aku ingin Rissa dapat pelayanan yang baik.


Adzan Maghrib pun berkumandang, aku gegas ke kamar mandi untuk wudhu dan sholat. Selesai sholat aku mendengar Rissa terbangun.


"Riss perasaan kamu gimana?"


"Hem Udah mendingan. Makasih ya dan maag udah ngerepotin kamu lagi" Ucap Rissa tertunduk.


"Gak apa-apa kok, Aku suka di repotin sama kamu hehe. Ohya, kalau kamu mau istirahat di lanjut aja. Acara nanti kamu gak usah paksain untuk hadir"


"Aku gak apa-apa kok Vin, tadi udah istirahat. Kita pulang yuk mau siap-siap makan malam. Aku gak ingin mengecewakan para investor itu, aku takut pak Deandra marah dan memecatku"


"Haiss baiklah. Kamu bisa jalan gak?"


"Iya bisa"


Kamipun pulang mengendarai taxi, aku mengantar Rissa terlebih dahulu kemudian menyuruh taxi membawaku ke kantor mengambil motorku.


******


Rasanya sungguh mual, ada apa denganku. Tak biasanya seperti ini. Perutku rasanya sangat sakit, apa aku akan datang bulan? Karna minggu ini udah waktunya' Batin Rissa!


Akupun gegas mandi dan menggunakan pakaian baru yang aku beli bersama Kelvin. Tak lupa menggunakan wewangian agar tak bau, Tapi...


Uuweekk..Uuweekk!


Ada apa ini, ini parfum kesukaanku karna wanginya yang soft membuatku tenang. Tapi kenapa..? Oh tidak jangan bilang!


Tak ingin larut memikirkan hal yang belum pasti, akupun berdandan senatural mungkin tapi terlihat elegant.


Sepuluh menit menunggu, Kelvin pun tiba. Kami berangkat menuju Hotel bintang lima yang di share oleh pak Deandra.


Sampai disana, Hanya Pak Deandra yang duduk di kursi. Sepertinya mereka belum tiba, Ku fikir Presdir juga akan hadir, ternyata hanya pak Deandra dan kami yang di utus untuk bertemu. Dasar orang sibuk!


"Kalian telat lima menit dari waktu yang say berikan" Ucap pak Deandra.


"Maaf pak, Tadi kami ke Rumah Sakit karna Rissa tiba-tiba demam karna kelelahan bekerja"


"Jika tak ingin lelah ya jangan kerja. Tapi kamu tidak apa-apa kan Rissa? Saya tidak ingin investor merasa tak nyaman karna kamu sakit"


"Saya sudah baikan kok pak. Saya akan membawakan nama baik untuk perusahaan pak. Bapak sabar saja"


Sekitar sejam, Aku dan Rissa hendak pulang karna sekarang sudah jam delapan sedangkan perjanjian jam tujuh. Kami juga punya kesibukan masing-masing tahu' Batin Kelvin!

__ADS_1


Baru berdiri dari kursi Merekapun tiba, dan membawa orang baru. Seorang wanita muda dan seorang pria muda yang sedari tadi memperhatikan Rissa. Ingin sekali ku tonjok wajah m*sumnya itu!


__ADS_2