
Sekitar sejam, Aku dan Rissa hendak pulang karna sekarang sudah jam delapan sedangkan perjanjian jam tujuh. Kami juga punya kesibukan masing-masing tahu' Batin Kelvin!
Baru berdiri dari kursi Merekapun tiba, dan membawa orang baru. Seorang wanita muda dan seorang pria muda yang sedari tadi memperhatikan Rissa. Ingin sekali ku tonjok wajah m*sumnya itu!
"Maaf kami terlambat" Ucap seorang investor sambil bersalaman.
"Tidak apa-apa, kami juga baru sampai" Ucap pak Deandra.
"Ohya perkenalkan ini keponakan saya Dimas Prayoga Dan Angelina Prayoga" Ucap investor itu yang bernama Pak Pratama.
"Halo saya Dimas Prayoga Panggil saja Dimas" UcapNya memperkenalkan diri.
"Halo saya Angelina Prayoga kalian bisa Panggil saya Angel"
"PRAYOGA? Prayoga yang pengusaha terbesar nomor satu itu?" Tanya pak Deandra.
"Iya, saya lupa bilang kalau Prayoga adalah Adik saya"
"Wah benarkah? Ternyata kami bekerja sama dengan Kakak dari pengusaha terbesar haha" Ucap Pak Deandra tertawa.
Deg...!
Setahuku anak Pak Prayoga hanya dua. Jika mereka ini adalah anak mereka berarti Angelina adalah orang yang ingin di jodohkan dengan ku. Astaga kebetulan apa ini!
***
Mereka semuapun makan malam bersama dengan canda tawa.
Sedangkan Kelvin lebih banyak diam karna memikirkan perjodohannya, Kelvin takut Angelina mengenali sebagai jodohnya dan mengatakan hal itu pada Rissa.
Di sisi lain, Dimas sedari tadi memperhatikan dengan tatapan yang aneh. Dia memperhatikan Rissa dari atas ke bawah dengan tatapan m*sum.
Kelvin pun menyadari hal itu, sehingga Kelvin berani buka suara.
"Pak Dimas apa ada perlu dengan Sahabat saya? Saya lihat dari tadi Pak Dimas terus menerus memperhatikan teman saya" Ucap Kelvin menyelidiki tapi berpura-pura bercanda agar tak menyinggung anak pengusaha terbesar.
"Ee.. ehem.. Tidak ada, saya hanya memperhatikan wanita yang membuat pamanku kagum karna kepintarannya" Ucap Dimas berdalih.
"Ngomong-ngomong Pak Dimas ini kerja dimana? Apa kerja di perusahaan Pak Prayoga?" Tanya pak Deandra Sepertinya penasaran.
"Oh tidak, Saya punya perusahaan sendiri Namanya Blue Star. Tidak sebesar perusahaan papa saya karna saya baru mulai merintis usaha"
"Blue Star? Jangan bilang Blue Star yang ada di urutan ketiga besar itu?" Ungkap Pak Deandra membuat kami penasaran.
"Iya, Tak sebesar Perusahaan Papa yang ada di urutan pertama" Aku Dimas Angkuh.
"Bagaimana dengan Ibu Angel? Jangan bilang masuk dalam sepuluh besar juga?"
"Oh tidak Pak, Saya belum kerja. Saat ini saya tengah ujian skripsi dan juga saya tidak berminat untuk kerja di perusahaan, karna saya ingin meneruskan cita-cita saya untuk menjadi designer"
"Ohhh, Saya pikir kamu seperti Kakak dan Papamu yang gila kerja haha. Kalau begitu mari kita makan malam" Ucap pak Deandra mempersilahkan kami dan para investor yang sedari tadi Hanya menyimak percakapan dengan Pak Pratama.
Makan malampun berlalu. Mereka semua pulang dengan kendaraan masing-masing.
Hanya Dimas, Kelvin dan Rissa yang masih tinggal.
"Pak Dimas tidak pulang? Saya dan Bu Rissa akan pulang" Ucap Kelvin.
"Oh iya saya juga akan pulang. Ohya Bu Rissa apa saya boleh meminta nomor Bu Rissa? Ah bukan bermaksud lain, Saya hanya ingin berdiskusi masalah pekerjaan. Mungkin saja saya tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan ibu"
"Kenapa tidak meminta nomor Pak Deandra saja ya Pak? Saya hanya bawahan tidak pantas untuk berbicara dengan orang besar"
"Saya tak menilai itu Bu Rissa. Saya meminta nomor Bu Rissa karna kata paman saya presentasi Bu Rissa sangat luar biasa. Saya penasaran jika bekerja sama dengan Ibu" Jelas Dimas panjang lebar.
"Oh begitu Pak. Baiklah nomor saya 0811911341, Semoga kita bisa bekerja sama ya Pak, Kalau begitu kami pamit pulang dulu" Pamit Rissa pada Dimas dan berlalu pergi bersama Kelvin.
*****
Tring...Tring... Tring...
"Ya Halo?"
"Halo Bu Rissa saya Dimas. Hari ini saya ingin bertemu Bu Rissa membahas rencana kerjasama kita, Apa hari ini Bu Rissa ada waktu?"
__ADS_1
"Oh Halo Pak Dimas, Hari ini saya masuk kerja Pak. Kalau mau membahas kerjasama, Pak Dimas bisa datang ke kantor saja sekalian bertemu dengan Pak Deandra juga" Ucap Rissa bangkit dari tempat tidur.
"Hm Begitu, Bu Rissa kapan libur? Sebenarnya hari ini saya juga sibuk. Kita bisa bertemu kalau Bu Rissa sudah ada waktu"
"Saya liburnya seminggu sekali Pak. Lima hari lagi baru libur, Kalau memang Pak Dimas tak bisa datang. Nanti kalau saya libur saya akan hubungi"
"Baiklah, sampai bertemu nanti" Pak Dimas mematikan telfonnya.
Rissa melihat jam ternyata satu jam lagi Jam tujuh. Belum mandi, belum dandan belum memilih pakaian membuat Rissa buru-buru ke belakang untuk mandi.
Setengah jampun berlalu, Rissa berdiri di depan cermin melihat dirinya yang sudah cantik dan rapi.
Rissa pun berangkat ke kantor berjalan kaki, berhubung tempat kerjanya sangatlah dekat. Sangat dekat tetapi Kelvin selalu ingin mengantar Rissa pulang karna ingin menjaga keselamatan Rissa dari mantannya itu.
Sampai di kantor Rissa bertemu dengan Pak Deandra dan menyuruh Rissa ke ruanganny, Entah ada urusan apa.
"Rissa hari ini kamu tak usah bekerja jadi kepala Divisi lagi" Ucap Pak Deandra membuat Rissa kaget.
"A..apa? Maksudnya apa Pak? Apa saya di pecat? Kesalahan saya apa pak?" Tanya Rissa gemetar.
"Saya tak pernah bilang ingin memecat kamu. Kemarin saya sudah bilang sama kamu kan, karna presentasi kamu bisa jadi kamu naik jabatan. Dan hari ini jabatan kamu di naikkan menjadi Sekertaris pribadi Pak Presdir, Selamat ya Bu Rissa kamu melangkahi saya" Ucap Pak Deandra mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Rissa yang sedari tadi gemetar bahkan lupa untuk membalas jabatan itu.
"B..Be..Benarkah Pak? Alhamdulillah bsaya tak pernah menyangka akan hal ini"
"Iya dan ini silahkan di baca dulu dan jika setuju silahkan di tanda tangani" Ucap Pak Deandra memberikan surat kontrak menjadi Sekertaris.
Rissa pun membaca dengan teliti sebelum menandatangani kontrak kerja.
Beberapa menit kemudian Rissa membelalakkan matanya membaca gaji yang tertera.
Saat jadi kepala divisi, Rissa merasa gaji empat juta lima ratus adalah gaji yang sangat besar tapi gaji yang tertera sungguh besar. Tiga kali lipat dari gajinya dulu.
Rissa memilih tidak memberitahu orang di rumah kalau dirinya telah naik jabatan dan gaji.
Karna dari dulu Rissa sangat ingin beli Motor dan beli handphone, karna handphonenya sudah sangat ketinggalan jaman karna dari jaman SMA di belikan oleh kekasihnya dulu.
Setelah membaca dengan teliti, Rissa pun menandatangani kontrak tersebut. Sungguh hal yang sangat tak terduga, membuat Rissa menitikkan air mata bahagia.
"Saya sudah Tanda tangani Pak" Ucap Rissa menyerahkan kontrak tersebut.
"Baik Pak, Kalau begitu saya pamit dulu" Ucap Rissa meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan ke ruangannya.
Setelah mengemasi barang-barangnya, Rissa membawa barang-barang tersebut melalui Lift. Sampai di lantai atas, Rissa langsung menuju ruangan barunya.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk"
"Permisi Pak, Mulai hari ini Saya sekertaris baru Bapak"
"Oh kamu Rissa kan, Silahkan duduk." Ucap Pak Presdir berjalan mendekati Rissa.
"Kamu catat semua yang ada disini. Ini jadwal saya, Kamu catat dan hafal. Setelah itu temani saya bertemu seseorang di Caffe saat jam istirahat" Pak Presdir menyerahkan catatan yang harus di hafal Rissa.
"Baik Pak"
*****
Jam istirahat pun tiba, Sepertinya biasa Kelvin akan ke ruangan Rissa membawa bekal. Saat sampai disana yang ada hanya Nita!
"Kamu.. Kenapa kamu ada disini? Rissa dimana? Kamu masih berani muncul di hadapan kami. Apa kamu melakukan hal licik lagi? Apa aku harus memberimu pelajaran di banding ancaman?" Kelvin menatap Nita dengan tatapan tajam.
"Ma..Maaf Mas Yudi aku bukannya ingin muncul di hadapan kalian, Tapi ruangan ini sekarang adalah milikku"
"Apa? Apa maksud kamu, Lalu bagaimana dengan Rissa?"
"Itu... Saya dengar Rissa naik jabatan. Tapi saya tidak tahu lebih detailnya, Mas Yudi tanya saja sama Pak Deandra" Jelas Nita gemetar ketakutan.
Kelvin termenung sejenak, lalu pergi meninggalkan Nita yang sudah di penuhi keringat.
Tok..tok..tok..
"Iya silahkan masuk"
__ADS_1
"Permisi Pak, maaf saya kesini mau bertanya soal Rissa pak. Dia sekarang jabatannya apa ya Pak? Tadi saya ke ruangannya tapi Yang ada hanya Yuanita"
"Saya tahu kamu akan kesini. Saat ini jabatan Rissa adalah Sekertaris pribadi Pak Presdir, Dan kamu.. Ini silahkan di baca" Ucap Pak Deandra memberikan berkas pada Kelvin.
Kelvin pun membaca berkas tersebut yang menyatakan
SURAT KEPUTUSAN NO.002/SK/HRD/III/2019
Perihal : Kenaikan Jabatan
Setelah melakukan beberapa evaluasi terhadap kinerja karyawan terhitung mulai tanggal 01 April 2019 Manajemen PT. Diamond Group dengan ini memutuskan :
NIK : A001 Nama : Yudistira Kelvino
Secara resmi menaikan Jabatanya menjadi Manager pamasaran/Marketing PT Diamond Group
Dengan ketentuan sebagai berikut:
Surat Keputusan ini Mulai berlaku tanggal 01 April 2019
Dengan gaji sebesar Rp. 7.500.000
Demikian Surat Keputusan ini dibuat,bilamana pada kemudian hari ditemukan kesalahan dengan penerbitan surat keputusan ini, maka perusahaan akan melakukan penyesuaian ulang sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerjasamya kami. sampaikan terima kasih.
Tangerang, 29 Maret 2019
Diterima Dan Disetujui Mengetahui.
(Yudistira Kelvino) (Devan) Presdir
"Saya naik jabatan pak? Alhamdulillah" Sujud Kelvin bersyukur karna dirinya bisa berhasil naik jabatan di perusahaan lain tanpa campur tangan Papanya.
"Iya selamat ya mulai besok kamu sudah ganti jabatan. Ruangan kamu ada di depan ruangan saya, dan Sekertaris kamu akan menjelaskan jadwal kamu nanti. Kamu bisa mengemasi barang-barang kamu jika perlu, dan hari ini kamu bisa pulang lebih dulu"
"Baik pak, Kalau begitu saya permisi dulu" Ucap Kelvin berlalu dengan raut wajah bahagia.
Sampai di ruangan, aku memasukkan barang-barang yang penting ke dalam kardus. Setelah selesai aku ke ruangan baruku membawa barang-barang tersebut.
Setelah meletakkan, aku mencoba menghubungi Rissa tapi tak di jawab. Aku melakukannya hingga lima kali baru ada jawaban.
"Iya Vin ada apa?"
"Halo Riss tadi aku ke ruangan kamu tapi ternyata kamu udah pindah ruangan ya. Kok gak kabarin?"
"Iya Vin tadi mendadak dapat kabar. Ingin kabari kamu tapi aku udah di suruh catat dan hafal jadwal, Maaf ya Vin. Ohya hari ini kita gak makan bareng ya, Hari ini ada pertemuan di luar, aku di ajak pak presid untuk ikut"
"Iya Riss gak apa-apa. Hari ini aku pulang duluan ya"
"Loh kenapa? Kamu sakit?" Tanya Rissa khawatir.
"Gak, Hari ini aku juga dapat kabar bahagia. Jabatanku juga naik jadi manager pemasaran"
"Sungguh? Itu benar-benar kabar bahagia Vin selamat ya"
"Selamat juga untukmu Riss. Kalau begitu aku pulang duluan ya, nanti kabarin aku kalau udah pulang biar aku jemput gak ada penolakan oke"
"Iya Vin, Hati-hati di jalan ya jangan balap-balapan. Aku matikan telfonnya ya, aku juga udah mau berangkat"
"Iya Riss gak akan kok, Semoga pertemuan hari ini lancar ya. Bye!"
"Bye"
__ADS_1
Rissa pun bersiap untuk hari pertamanya jadi sekertaris, ia tak ingin memiliki kecacatan dalam bekerja di hari pertama.