
PoV KELVIN (2)
Aku segera menggenggam erat tangan Rissa agar tak lepas, tapi tiba-tiba Nita mendekat dan menyentuhku. Membuat Rissa tergeser dan melepas genggamanku, Sangat muak!
Baru kali ini aku kasar pada wanita, terlebih di depan orang yang aku sukai. Mungkin Rissa akan membenciku karna menganggapku pria yang kasar.
Saat Memesan makanan aku mendengar keributan dari arah belakang, ternyata lagi-lagi Nita. Aku melihat Nita dan Rissa saling Jambak.
Aku mendekat ke arah mereka, Ternyata baju Rissa basah hingga hampir transparan.
Aku membalas menyiram Nita dan memberikan Rissa jaketku agar tak jadi bahan tontonan. Aku sangat merasa bersalah pada Rissa, Karnaku dia mengalami hal seperti ini.
Setelah kejadian itu, aku mengungkap isi hatiku pada Rissa, dan sesuai dugaan Rissa tak akan dengan mudah untuk menerima. Mengingat kami bersahabat, Rissa memilih untuk memikirkannya matang-matang.
***
Keesokan harinya, Seperti biasa aku sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
Kebetulan hari ini ada meeting, kami di haruskan datang lebih awal karna para investor juga akan ikut hadir dalam meeting.
Aku berangkat mengendarai motor kesayanganku dengan kecepatan sedang. Saat memarkirkan motor, aku melihat Rissa di depan gerbang bersama seorang pria.
Awalnya ku fikir pria itu adalah ojek, Tapi mengapa sampai berdebat dengan Rissa. Aku mendekati mereka, ternyata pria itu adalah mantan Rissa. Kenapa dia selalu mengganggu Rissa, Apa maunya.
Aku berjalan mendekati mereka, tapi tanganku tiba-tiba di cekal seseorang. Nita?!
"Mas Yudi udah sarapan belum, aku bawain bekal" Ucap Nita berlagak manja.
"Lepaskan. Apa kamu lupa peringatanku?" Ucapku menatap Nita tajam.
"Aku tahu kok Mas saat itu bercanda karna ada Rissa. Aku ngerti kok, Jadi aku maafin Mas karna kemarin nyakitin aku" Ucap Nita bergelayut di lenganku. Sungguh muak bertemu dengan wanita tak tahu diri.
Saat ingin berucap, Aku mendengar suara Rissa seperti kesakitan. Akupun menoleh dan melihat mantannya menarik paksa tangan Rissa.
__ADS_1
Spontan aku mendorong Nita dan berlari ke arah Rissa, Jangan sampai Rissa terluka.
"Woy, jangan cuma berani sama cewek, dasar cowok B*nci." Ucapku geram.
Aku menjauhkan Rissa darinya. Sepertinya Rissa habis menangis, matanya terlihat lembab. Kurang ajar sekali dia berani menyakiti Rissa, sepertinya dia merasa menang saat itu karna berhasil memukul kepalaku dengan balok.
Saat ingin berjalan kearahnya, tiba-tiba ia menancap gas dan pergi jauh. Kenapa dia takut? Bukankah sebelumnya dia sok hebat?' Batinku!
Aku melihat sekitar, ternyata ada security mendekati kami. Pantas saja ia langsung pergi, benar-benar pecundang.
"Riss kamu gak apa-apa kan? Kok bisa ketemu sama dia lagi?" Tanyaku pada Rissa.
"Aku gak apa-apa kok Vin, Tapi sepertinya pergelangan tanganku keseleo. Aku juga gak tahu kenapa dia tiba-tiba disini." Ucap Rissa meregangkan pergelangan tangannya.
"Terus dia bilang gak mau apa?" Tanyaku khawatir.
"Dia mau balikan, katanya pacar barunya selingkuh. Katanya cuma aku wanita yang baik, cocok untuk dirinya. Tapi aku menolaknya karna aku gak ingin di sakiti lagi" Ucap Rissa sambil berjalan masuk kantor, Aku berjalan mengikutinya.
"Mungkin itu karma untuknya, sudah dapat pacar baik sepertimu malah di selingkuhi. Ternyata selingkuhannya juga tukang selingkuh, Haha pasangan yang serasi. Untung kamu gak terpengaruh bujuk rayunya" Dalam hati aku berucap syukur karna Rissa tetap pada pendiriannya.
Aku menoleh Rissa, baru ingin menyuruhnya berjalan cepat ternyata Rissa sudah berjalan jauh. Benar-benar Rissa!
Tepat pukul delapan, ruangan sudah dipenuhi oleh tamu undangan. Ada beberapa investor dari luar negri yang tertarik untuk bekerjasama. Presdir dan Pak manager Deandra berada didalam ruangan khusus dibagian belakang, ruangan itu berlapis kaca.
Biasanya hanya pak Deandra yang duduk disana tiap meeting untuk memudahkannya memantau keadaan, Tapi kali ini Presdir pun ikut duduk bersama diruangan itu karna investor kali ini sangat penting bagi perusahaan.
Meeting dibuka olehku dengan memperkenalkan tamu-tamu yang hadir. Juga memberikan penjelasan singkat mengenai Diamond Group. Setelah pembukaan selesai, dilanjutkan dengan presentasi, Aku memulai presentasi awal, menjelaskan garis besar tentang produk dan proyek terbaru,
Kini giliran Rissa untuk melanjutkan presentasi, menjelaskan semua detail. Keberhasilan meeting hari ini ada di tangannya. Mengedarkan pandangan ke sekelilingnya sambil melemparkan senyum untuk menghilangkan rasa canggung, diapun memulai presentasi, mengawali dengan memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris.
Meskipun semua tamu asing yang hadir sudah menggunakan earphone untuk menerjemahkan, namun Rissa ingin tampil memukau dengan kemampuannya berbahasa asing.
"Good morning, Ladies and Gentleman. Welcome to the Ceyhan Corporation. First, let me introduce myself. My Name is Rissa Almayra from Diamond Group. Let me start by giving you some background information. As you're aware of our concept for the new project.....bla...bla...bla....." semua kalimat keluar lancar dari mulutnya.
__ADS_1
Tak sedikitpun dia terlihat canggung. Rissa melanjutkan presentasinya secara jelas dan gamblang. Terlihat wajah semua yang hadir berbinar melihat cara berbicara Rissa terlebih senyum manis diwajahnya.
Ada yang berbeda pada presentasi kali ini. Rissa yang pandai melukis, tak menyiakan kesempatan kali ini. Diapun melukis desain dari Friendly Sky Angel, Diluar ekspektasi semua yang hadir disana.
Terlihat satu persatu gambar desain proyek apartemen mewah Friendly muncul dilayar proyektor. Presdir dan Manager Deandra, kaget pastinya melihat lukisan Rissa yang nampak hidup, lukisan desain taman diatas awan sangat indah membuat investor kagum.
Sesudah meeting kami di persilahkan untuk keluar, kecuali Rissa. Karna tak tega, aku menguping di depan pintu.
"Apa kamu bodoh? Siapa yang memberimu izin untuk melukis? Jika kerjasama ini sampai gagal, Kau..Jangan pernah menginjakkan kaki di kantor ini lagi" Ucap pak Deandra dari dalam sana
"Ma.. Maaf pak, Saya hanya menyalurkan inspirasi saya" Ucap rissa parau.
Apa Rissa menangis, Aku ingin masuk tapi aku hanya bawahan. Aku belum punya kekuatan untuk membela Rissa. Maafkan aku Riss!
"Inspirasi heh! Apa kau sangat pintar. Jika ada kegagalan, Kau akan...!
Halo,Benarkah? Ini benar-benar berita yang sangat baik. Baik pak saya akan segera kesana" Ucap pak Deandra Sepertinya sedang mendapat telfon.
"Kamu beruntung Rissa, Kerja sama kali ini berjalan baik. Maaf jika saya sempat marah, saya hanya tak ingin perusahaan ini sampai bangkrut jika kerja sama ini gagal. Terlebih Presdir juga ikut melihat presentasiMu. Sepertinya kamu akan naik jabatan, Kamu boleh keluar aku ada urusan dengan Presdir" Ucap Pak Deandra.
"Alhamdulillah, Baik pak. Terimakasih, kalau begitu saya pamit"
Rissa berjalan ke arah pintu, akupun menjauh agar tak ketahuan menguping aku memilih duduk di kursi dekat pintu.
CEKLEK..
"Vin kamu disini? Aku punya kabar baik Vin. Kamu masih sibuk gak? kalau gak ikut aku ke ruanganku ya
"Iya aku nungguin Kamu. Kabar baik apa? Maaf aku masih ada pekerjaan Riss, nanti istirahat aku ke ruangan kamu ya, sekalian bawain makanan"
"Hm padahal aku udah gak sabar ceritain kabar baik ini. Yaudah deh, Nanti kalau kamu ke kantin beliin telur balado ya. Lagi pengen nih"
"Iya, siap Bu Negara haha" Ucapku meninggalkan Rissa.
__ADS_1
Sebenarnya aku sudah tahu apa yang akan di sampaikan Rissa padaku, Tapi aku tak mungkin bilang pada Rissa kalau aku menguping.