CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)

CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)
BAB 15 PURA PURA


__ADS_3

Setelah mandi, Aku berbaring untuk beristirahat, tubuh dan fikiranku benar-benar lelah.


Mengingat ucapan Kelvin, kurasa Kelvin benar. Pria sepertinya tak pantas ku tangisi, air mataku terlalu berharga.


Percuma cinta yang ku beri selama ini jika tak pernah kau hargai.


Bukan salahmu karena selingkuh, Tapi salahku menempatkan hati pada orang yang salah!


Aku banyak belajar dalam diam, meneladani tiap insan yang datang dan pergi.


Sejujurnya, semua membawa makna.


Yang setia akan senantiasa dalam do'anya,


Yang misteri akan hilang entah ke mana.


RasaNya sungguh sulit untuk tidur malam ini. Apa aku keluar aja ya, buat tenangin fikiran. Apa Kelvin mau di ajak gak ya! Aku gak akan tahu kalau belum coba.


"Vin sibuk gak?" Akhirnya ku beranikan diri menganggu Kelvin dengan pesan. Haha!


"Gak, kenapa Riss" Balas Kelvin tak lama setelah pesan ku kirim.


"Lagi suntuk nih, Jalan yuk"


"Kemana?"


"Kemana aja, Yang bisa bikin fikiranKu tenang. Stress nih d kosan. Kamu mau lihat kabar kalau sahabatmu ini masuk RSJ karena stress?" Ucapku pura-pura jengkel.


"Haha ada-ada saja. Yaudah kamu siap-siap. Bentar lagi aku sampai"


"Hah? Jangan bercanda, Orang aku baru chat berapa menit kok. Masa' langsung nyampe"


"Kebetulan aku lagi di luar tadi, Dekat sama kosan kamu. Sana buruan ganti baju, Makeup biar makin cantik haha"


"Seriusan? Yaudah aku siap-siap dulu. Mau dandan yang cantik biar banyak cowok yang terpesona haha" Ucapku buru buru berganti pakaian.


****


"Kita mau kemana Vin?" Tanyaku membuka percakapan di atas motor.


"Ke mall mau? Kita nongkrong di cafe!"


"Aku sih mauNya karokean. Boleh gak?"


"Hmmm, Ya sudah. Tiga jam cukup kan untuk mengurangi stress kamu?"


"Hehe Iyya"


Sesampainya di sana, Kelvin menuju kasir sedangkan aku memilih duduk di kursi yang mengarah ke jalanan.


Saat asik bermain hp, aku mendengar suara seorang wanita dan suara pria yang tak asing bagiku. Aku menoleh ke sumber suara. Dan wah, ternyata pria yang baru tadi siang aku putuskan, malamnya sudah mesra-mesraan sama wanita lain.

__ADS_1


Dia dan wanita itu berjalan menuju kasir. Sepertinya dia tak melihatku.


Aku cuek, tiba-tiba seorang wanita muncul di depanku.


"Kursi ini kosong kan? Aku duduk ya!" Ucap wanita yang datang bersama mantanku.


"Iya silahkan" Ucapku singkat.


Beberapa menit kemudian, Kelvin datang dan mengajak masuk ke karaoke room. Saat hendak pergi, seseorang mencekal tanganku.


"Ngapain kamu disini? Oh, haha ternyata kalian selingkuh di belakangku selama ini? Lalu beralibi mengatakan aku yang berkhianat. Haha dasar wanita m*rah*n. Cuih!" Ucapnya meludah kelantai.


Baru ingin menjawab, Seorang pria bertubuh kekar mendekati kami.


"Pak tolong jaga kebersihan, Jangan meludah di sembarang tempat. Jika tak bisa memenuhi aturan, Silahkan Pergi!" Ucap pria itu tegas ke arah mantanku.


"I,iya pak. Saya minta maaf. Nanti saya bersihkan" ucapnya.


Karna malas melihatnya, Kelvin dan aku mengabaikan mereka dan menuju room.


"Loh Vin, kamu pesan large room? Kitakan cuma berdua Vin"


"Kalau pesan ruang yang kecil, sahabatku ini tidak akan bebas berjoget-joget hahaha"


"Emang aku cewek apaan sampai joget-joget segala. Aneh!"


Setelah perdebatan kecilku dengan Kelvin selesai, Kami bernyanyi bersama. Mulai dari lagu sedih sampai bahagia.


Setelah pelayan keluar, Aku terus menatap Kelvin agar dia menjelaskan alasan memesan sebanyak ini.


Semenit...


Lima menit...


sepuluh menit tetap hening. Aku berdehem, membuat Kelvin menatap ke arahku dengan wajah cengengesan. Aku hanya melipat tangan di dada dan menaikkan alis tanda bingung!


"Hehe maaf Riss, Setahu aku cewek kalau lagi galau suka makan banyak. Jadi aku beliin deh" Ucapnya menggaruk tengkuknya.


"Oh gitu. Tapi aku aku gak galau tuh. Kamu lihat sendirikan dia pria seperti apa? Baj*ngan dan tak dewasa. Baru juga putus tadi siang, Udah jalan aja sama cewek"


"Kita juga" Ucap Kelvin memainkan alisnya.


"Aduh, Kitakan beda Vin. Kita jalan dalam status sahabat sedangkan dia, mana ada teman mesra kayak tadi" Ucapku ketus.


"Jangan bilang kamu cemburu Riss?"


"Enak aja, Ihh amit-amit. Heran aja, Kok bisa dulu aku suka sama dia. Kenapa baru sekarang sih nyadarnya" Ucapku menepuk keningku.


"Ohya Vin, nanti kalau kita ketemu mereka lagi di luar, kamu pura-pura jadi pacar aku ya. Pura-pura mesra gitu biar sekalian dia tahu rasa"


"Beneran juga gak apa-apa kok Riss"

__ADS_1


"Ma..maksudnya? Beneran pacaran?" Tanyaku gugup.


"Haha bercanda Woi, Tegang amat" Ucapnya terkekeh.


"OOO.." Hanya itu yang bisa ku ucapkan. Andai Kelvin serius, Tentu aku mau. Tapi jika aku yang bilang duluan, Aku takut Kelvin Ilfeel dan menjauhiku. Kelvin hanya menganggapku sebagai sahabat, tak lebih. Tahu diri Riss!


Sebenarnya Durasi bernyanyi masih lama, tapi karna perutku sakit, kami memutuskan untuk pulang lebih awal.


Dan benar seperti dugaanku, Mantanku duduk di atas motor tempat kami juga memarkirkan kendaraan.


Sepertinya dia sedang bertengkar dengan wanitanya. Haha belum juga pacaran sehari, sudah ribut aja.


Aku dan Kelvin pura-pura tidak melihat mereka dan terus menuju dimana motor Kelvin berada.


Saat hendak naik diatas motor, lagi-lagi tanganku di tahan. Aku menoleh dan ternyata dia lagi!


Apasih mau dia, ngeselin banget!' Batinku.


"Riss, maafin aku ya. Kita balikan lagi ya?" Ucapnya Dengan tatapan memelas


"Maaf, Gak bisa" Ucap Kelvin saat bibirku hendak terbuka.


"Memangnya kamu siapa? gak usah ikut campur urusan kami" Ucapnya emosi.


"Aku pacar Rissa. Kenapa?" Ucap Kelvin. Walaupun kami sudah membicarakan hal ini sebelumnya. Tetap saja membuatku jadi deg-degan saat Kelvin pura-pura jadi pacarku.


"Halah, Kamu fikir aku percaya? Gak mungkin Rissa pacaran sama kamu. Jelas-jelas kalian cuma sahabat. Itu pengakuan kalian sore tadi kan? atau memang kalian selingkuh selama aku dan Rissa berpacaran? heh" Ucapnya tertawa sinis.


"Bukan urusan kamu. Mending kamu urusin pacar baru kamu tuh"Ucap Kelvin sembari menggunakan helmya.


"Ini urusan aku, Karna aku dan Rissa akan balikan. Iyakan Riss" Ucapnya menatapku. Sungguh kesal dengannya, apapun yang Kelvin katakan sepertinya tak mempan.


"Vin.." Aku memanggil Kelvin. Saat Kelvin menoleh Cup.


Aku langsung mencium tipis bibirnya. Seketika tubuh Kelvin tegang seperti patung.


Maaf ya Vin, hanya ini yang bisa kita lakukan biar dia percaya' Batinku memperhatikan wajah Kelvin. Kelvin mengangguk. Sepertinya Ia paham maksudku.


"Kamu... Huh Kalian akan menyesal!" Ucapnya akhirnya menjauh dari kami.


"Maaf ya Vin" Ucapku menunduk. Karena saat ini sepertinya pipiku sudah seperti udang. Maluu!


"Gak apa-apa kok Riss. Sering-sering ya" Ucapnya tersenyum membuatku mengangkat wajah.


"A..apa?" Sepertinya pendengaranku sudah mulai bermasalah.


"Gak apa-apa. Yuk naik, Katanya perutnya sakit. Mau sekalian singgah di minimarket gak?"


"Iya Vin"


Sepanjang perjalanan, Jantungku sepertinya tak aman lagi. Dari tadi berdetak kencang. Bisa-bisa aku mati kalau begini..

__ADS_1


__ADS_2