
Akupun membuka pintu, kebetulan pintunya tak di kunci. Aku berjalan masuk dan melihat pertengkaran mereka. Dan benar wanita itu adalah Nita.
Saat Nita melihatku, ia langsung mengambil vas yang di letakkan di meja dan berlari mendekatiku. Aku mengangkat tanganku untuk melindungi kepalaku yang ingin di hantam Nita.
PLAKK!
BRUKK
Aku mengangkat wajah, melihat apa yang terjadi. Ternyata Kelvin menampar Nita hingga membuatnya terjatuh. Aku menatap Kelvin, matanya menatap Nita dengan nyalang. Sungguh membuatku takut hingga aku menutup wajahku dengan telapak tangan.
Aku hanya mendengar tangisan Nita, setelah beberapa lama ruangan inipun hening. Aku masih tak berani membuka mata, aku takut jika tatapan Kelvin masih seperti tadi.
"Sayang, buka matamu. Semuanya sudah selesai kok, maafin aku ya sudah kasar di depan kamu" Ucap Kelvin melepaskan tanganku dari wajah. Akupun hanya menunduk tak berani melihatnya.
"Riss, angkat kepalamu. Lihat aku!"
"Aku..Aku takut Vin" Ucapku gemetar dan tanpa sadar air mataku menetes.
"Maafkan aku ya sayang, padahal aku sudah pernah janji gak akan kasar di depan kamu. Maafkan aku Karna aku kelepasan emosi, aku tadi takut kamu kenapa-kenapa. Kalau kamu benci aku.. hiks" Suara Kelvin bergetar membuatku menatapnya.
"Sayang kamu.. Kamu kenapa nangis? Aku maafin kamu kok, aku gak benci kamu. Tadi hanya takut lihat kamu marah seperti itu, tapi aku tahu kamu lakuin itu demi aku. Aku gak benci, aku justru terharu karna kamj ngejagain aku" Ucapku menenangkannya.
Setelah Tangis kami reda, aku dan Kelvin duduk di sofa. Aku masih memikirkan kenapa Nita senekat itu, apa dia tak takut di pecat?
Triing...Tring..Tring...
"Iya Halo Pak, Baik saya segera kesana Pak" Ucap Kelvin mengangkat telfon, aku hanya diam menyimak.
"Ada apa?" Tanyaku penasaran.
"Pak Presdir memanggilku, Mungkin masalah Nita" Jawab Kelvin mengagetkanku.
"Ha? Soal Nita? Apa Nita mengadu karna kamu menamparnya? Bagaimana ini?" Tanyaku sudah panik.
"Sudah-sudah, Lagian ada Cctv. Kalau Nita mengadu yang tidak-tidak aku akan memperlihatkan buktinya" Jawab Kelvin mengambil rekaman Cctv yang ada di komputer.
"Aku ke atas dulu ya, Kalau kamu udah gak ada pekerjaan kamu tunggu aku disini. Senyaman kamu aja, gak usah sungkan sama barang-barang pacar" Goda Kelvin membuat pipiku merona.
Kelvin pun berlalu, karna tak tahu harus apa lebih baik aku tiduran di sofa sambil baca novel. Ah inilah enaknya kalau kerjaan sudah beres.
Triing..Tring..Tring..
Astaga ganggu banget sih, baru juga mau istirahat' Gerutu Rissa.
__ADS_1
"Halo?"
"Halo, sekarang kamu ke ruangan saya" Ucap seorang pria yang sangat ku kenali suaranya. Pak Presdir! Tapi kenapa nomornya lain lagi? Baru saja ingin menjawab, panggilannya tiba-tiba di matikan.
Aku bergegas ke lantai atas menemui Presdir. Ada masalah apa? Apa tentang Nita, bukankah kelvin sudah kesana?' Batin Rissa cemas.
Tok..tok..tok..
"Masuk"
"Bapak panggil saya?" Ucapku saat memasuki ruangan.
"Iya, kamu tahu alasan saya panggil kamu?"
"Apa ini menyangkut Nita?"
"Ya, saya dengar penyebab Kelvin menampar Nita adalah kamu. Apa itu benar"
"Iya benar Pak"
"Yudistira sudah memberikan rekaman Cctv pada saya. Saya sudah melihat semuanya, dan ternyata banyak yang beda dari cerita Nita"
"Sa..saya, Saya minta maaf Pak" Ucap Nita yang ternyata dari tadi duduk di kursi, ah karna gugup aku sampai lupa melihat sekitar..
"Apa? A..apa tidak ada pilihan lain pak? Kenapa cuma saya yang kena hukum? Bagaimana dengan Mas Yudi? Mas Yudi juga menampar saya" Jawab Nita terbata-bata.
"Yudistira hanya melakukan perlawanan untuk menyelamatkan Rissa, jadi bagaimana kamu mau masuk penjara atau keluar dari perusahaan saya?" Tegas Pak Presdir.
"Huh! Baiklah saya akan mengundurkan diri. Kalian tunggu saja" Ancam Nita berlalu meninggalkan kami.
Setelah masalah selesai, aku dan Kelvin kembali ke ruangannya. Berhubung kerjaan kami sudah selesai, kami hanya perlu menunggu sampai tiba waktu pulang.
"Sayang, kamu lapar gak? Aku pesanin makan ya lewat online. Aku lapar nih, tadi cuma makan sedikit"
"Hm, sebenarnya aku sudah makan. Tapi aku pengen ngemil, pesanin somay dan minum aja"
"Ya sudah, aku mau pesan Bakso mercon ah" Ucap Kelvin seperti sengaja menggodaku.
Kami berbicara mengenai peristiwa di pertambangan tadi, aku juga penasaran siapa wanita itu. Aku seperti kenal dengannya, tapi Kelvin bilang aku bisa melihatnya lain kali.
Tiga puluh menit menunggu, akhirnya pesanan kami datang. Kami tak 0erlu mengambilnya ke bawah karna biasanya di titip lewat security atau Cleaning servis.
Kelvin memotong bakso yang sangat besar membuatku mengeluarkan air lilir. Ya, aku tergiur melihat cabai yang mengalir keluar. Tanpa malu-malu aku ikut makan bakso Kelvin, Kelvin hanya tertawa karna sudah tahu kebiasaan ku.
__ADS_1
"Vin, aku kok susah ya manggil kamu sayang. Bukannya gak mau tapi lucu aja gitu loh, aku udah biasa manggil kamu dengan nama" Ucapku sambil memasukkan potongan bakso ke dalam mulutku.
"Gak apa-apa, lama-lama kamu pasti biasa kok. Udah jangan ngomong kalau lagi makan, nih belepotan kan makannya" Tegur Kelvin membuatku senang.
Setelah selesai makan, aku melanjutkan meminum minuman yang ku pesan dan mengemil somay sambil menonton drakor.
Tanpa ku sadari, sekarang sudah jam lima lewat. Waktunya pulang kerja, Kelvin mengantarku pulang ke kosan.
Sesampainya di kos, Kelvin menyuruhku bersiap-siap untuk ke rumah orangtuanya. Akupun masuk untuk mandi sedangkan Kelvin pulang ke apartemennya. Sebelum pergi Kelvin mengecup keningku, membuatku sejenak mematung lalu masuk ke kosan.
Aku istirahat sejenak, hari ini sungguh melelahkan. Sebenarnya tak ingin kemana-mana lagi, tapi kasihan jika aku menolak ajakan Kelvin.
Setelah beberapa menit istirahat, aku melangkah ke pintu kamar mandi. Tiba-tiba pintu di depan di ketuk, aku kedepan tapi tak membukakan pintu karna aku hanya menggunakan handuk.
"Siapa" Tanyaku dari balik pintu.
"Ini aku kekasihmu" ucap seorang pria di luar. Tidak itu bukan suara Kelvin. Aku mencoba membuka sedikit tirai jendela untuk melihat siapa di balik pintu.
Ternyata.. astaga mau apa dia!
"Mau apa kamu kesini?" Kesalku padanya.
"Aku rindu padamu Rissa, aku tahu kamu juga rindu. Ayo kita bermesraan di dalam, cepat buka pintunya dan memelukku" Ucapnya terlalu percaya diri.
"Pergi kau dari sini jangan menggangguku lagi" Teriakku dari dalam.
"Alah, Kamu gak usah sok jual mahal. Aku tahu kamu pasti berharap aku datang dari dulu kan. Sekarang aku sudah datang, buka pintunya" Ucapnya menggedor-gedor pintu.
Kelvin, Aku takut hiks'. Batin Rissa.
"Rissa buka pintunya, berhenti jual mahal" Ucapnya lagi.
Aku menutup telingaku karna takut mendengar suara yang keras. Beberapa lama, suaranyapun menghilang. Aku mengintip di jendela, ternyata.. KELVIN?
" Pergi dari sini, aku akan lapor polisi kalau kau terus menerus mengganggu kenyamanan Rissa" Tegas Kelvin sambil memegang handphone, sepertinya ia hendak menelfon.
"Iya Halo Pak Polisi" Baru mengucap sepotong kata, dia sudah lari terbirit-birit.
Kelvin membalikkan badannya ke arah pintu dan menyuruhku bergegas mandi. Ia akan menungguku di depan karna ia sudah siap.
Karna kelamaan istirahat ditambah pengganggu itu datang menyita waktu, aku jadi telat. Huh!
***
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan bintang lima ya hehe ❤️