
PoV KELVIN..
Sudah beberapa lama aku dan Rissa jarang bertemu di kantor karna adanya virus baru yang menyebar.
Aku sangat rindu dengan Rissa, bahkan kami bertemu hanya saat Rissa akan pulang kerja itupun hanya beberapa kali. Kami bahkan sudah jarang komunikasi karna saat aku pulang kerja Rissa sudah tertidur.
Setelah beberapa hari keadaan masih seperti ini entah sampai kapan kami harus berpisah selama kerja.
Saat pulang kerja, Papa tiba-tiba menelfonku dan menyuruhku untuk pulang ke rumah besok pagi karna kakek dan nenekku akan datang. Biasanya mereka jarang berkunjung semenjak aku lahir kecuali jika ada hal penting yang harus di bahas.
Sebelum tidur aku menyempatkan diri untuk menghubungi Rissa tapi tak terjawab, jadi aku hanya meninggalkan pesan untuknya.
Masih terlelap tidur, tiba-tiba dering ponselku berbunyi. Ku kira masih subuh ternyata sudah hampir jam delapan pagi pantas saja Papa menelfon terus terusan, pasti karna Kakek sudah datang.
Tak sempat menjawab telfon Papa, aku bergegas mandi agar lebih cepat berangkat.
Satu jam berlalu, akhirnya aku sampai di rumah dan ternyata benar Kakek sudah tiba, karna ada mobil dan sopirnya.
__ADS_1
Tak berlama-lama akupun masuk ke dalam rumah, aku di sambut oleh Mama dan Papa. Sedangkan nenek dan kakekku sudah duduk di sofa kesayangannya.
"Kelvin kamu sudah datang nak, ayo duduk. Kakek dan nenekmu sudah dari tadi menunggu." Ucap mama padaku.
"Kamu dari mana saja, di telfon berapa kali malah tidak ada jawaban." Tanya papa sambil berjalan menuju sofa.
"Aku ketiduran Pa, capek di kantor banyak tugas, pulang kerja malah di suruh datang pagi-pagi!" Jawabku sambil duduk.
"Langsung saja ya, kedatangan kakek dan nenek kesini ingin membahas masalah perjodohanmu dengan anak Prayoga."Ucap kakek tanpa basa-basi.
"Apa? bukannya dulu sudah di batalkan? Aku sudah punya kekasih yang susah payah ku nanti, jadi untuk perjodohan ini tentu saja aku menolak." Ucapku tegas.
"Kenapa kakek membahas masalah dulu, itu hanyalah pemikiran anak kecil yang belum tahu apa-apa dan sekarang aku sudah dewasa dan bisa menentukan pilihanku sendiri jadi kakek dan nenek tidak usah ikut campur urusan hidupku."Jawabku kesal.
"Dasar anak tidak tahu diri, ini juga untuk kebaikan kamu. Wanita yang kau pacari itu tidak ada apa-apanya di banding Angel, kau ini apa buta?" Teriak kakek padaku membuat orang tuaku hanya geleng-geleng kepala.
"Jika aku di suruh datang kesini hanya untuk hal konyol ini, kalau begitu aku pamit. Dan Papa jangan menelfonku jika ingin membahas perjodohan ini lagi, kita sudah membahas masalah ini sebelumnya dan papa tahu kalau aku sangat mencintai Rissa."Ucapku berlalu pergi.
__ADS_1
Saat hendak melangkah keluar rumah, tiba-tiba suara Mama mengagetkan ku. Aku berlari ke dalam melihat apa yang terjadi, ternyata nenekku sudah terkulai lemas di lantai.
Aku segera mengusulkan untuk membawanya ke rumah sakit menggunakan mobilku. Beberapa menit kemudian kami tiba di rumah sakit, aku segera memanggil temanku Leon yang bekerja di rumah sakit ini untuk menangani nenekku.
Setelah di periksa ternyata nenek terkena serangan jantung dan membuat dirinya semakin lemah.
Saat nenek siuman, akupun ingin kembali di rumah tapi tiba-tiba kakek mengalahkan ku karena tak menuruti keinginannya.
"Apa kamu menunggu nenekmu mati dulu baru kamu bisa sadar ha?" Ucapan kakek membuatku tertunduk lesu. Di satu sisi aku sangatencintai Rissa, di sisi lain nenekku sakit parah. Apa aku harus menyerah dengan wanita yang ku sayangi?
"Uhuk, begini saja Vin, kamu jalani saja dulu. Kalau memang kalian tidak cocok tak perlu di lanjutkan. Toh bagaimanapun juga ini adalah kehidupan mu jadi semestinya kami tidak ikut campur." Jelas Papa.
"Apa, Gavin bagaimana bisa kamu bicara seperti itu. Ini semua demi kebaikan Kelvin dan ibumu." Ucap kakek tak terima usulan Papa.
"Cukup Papa, ini adalah hidup Vino jadi kita tak usah ikut campur. Aku juga sayang ibu tapi bukan berarti kebagiaan anakku harus ku korbankan."Jelas Papa membuat kakek menghela nafas kasar.
"Baiklah Pa, kalau begitu aku pulang dulu. Aku masih mengantuk dan nanti masih harus masuk kerja, Ma, Nek aku pamit ya. Assalamualaikum." Kataku mencium tangan lalu berpamitan pergi.
__ADS_1
Sesampainya di apartemen, ada balasan dari Rissa. Benar saja Rissa ketiduran semalam akibat lelah dan hal yang membuatku terkejut adalah pesan seseorang yang mengatakan rindu denganku, mungkinkah hanya orang iseng.
Harusnya aku tidak menganggap sepele saat pesan itu masuk yang akan membuatku terjatuh dalam keterpurukan yang sangat dalam.