
Walau ditinggal silvi, sky tidak merasa sedih karena setiap hari syaquel mengajak putranya jalan jalan sehingga sky tidak merasa kesepian.
"besok mommy akan pulang, sky tidak boleh bilang pada mommy apa yang kita lakukan kemarin ya?"syaquel kembali memperingati sky
"siap daddy" sahut sky
"bagus, anak pintar" syaquel mengacak acak poni anaknya
"daddy malam ini tidak menginap lagi? Besok kan aku akan tidur dengan mommy lagi" tanya sky
"maaf ya nak daddy sedang banyak pekerjaan sayang, lain kali saja jika ada kesempatan" tolak syaquel dengan hati hati
"daddy kan bisa menyelesaikan pekerjaan daddy dikamarku dan aku akan membantu daddy agar pekerjaannya cepat selesai" ucap sky
Syaquel tersenyum, anaknya makin hari makin pandai.
"memangnya sky bisa?" tanya syaquel
"daddy jangan remehkan aku" sahut sky
"baiklah putra daddy memang hebat, tapi maaf sky daddy bukannya tidak mau tidur denganmu tapi daddy tidak enak pada.." ucapan sky terpotong oleh pak leon yang tiba tiba masuk ke kamar sky bersama bu liza
"temanilah putramu malam ini el" potong pak leon
"kakek" sky berlari memeluk kekek dan neneknya
"benar nak, putramu ingin tidur bersama denganmu jika ada kesempatan mengapa tidak dimanfaatkan, benar kan?" sambung bu liza
"iya bu" sahut syaquel tidak enak
"sudahlah el, jangan banyak berfikir temani putramu malam ini sebelum silvi kembali" timpal pak leon
"terima kasih banyak tuan, saya sangat berutang budi pada anda dan istri anda, kalian sudah sangat membantu saya untuk dapat bersama dengan sky" ucap syaquel
"walaupun kau telah mengecewakanku karena telah menyianyiakan putriku, tapi sebagai sesama pria dan seorang ayah aku dapat melihat betapa kau sangat tulus menyayangi sky" ucap pak leon sembari menepuk bahu syaquel
malam ini sky dan syaquel tidur sangat larut karena syaquel harus mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk beberapa hari ini dan sky keras kepala ingin menemani syaquel bekerja.
"daddy sudah selesai sky, ayo kita tidur kau akan sakit jika bergadang" syaquel mengajak putranya untuk segera tidur karena waktu telah menunjukkan pukul 1 malam
"ayo dad" ucap sky dengan patuh
Mereka berdua tidur dengan saling berpelukan seakan tidak ingin terpisahkan.
.
.
.
Silvi melirik jam tangannya baru menunjukkan pukul 5 dini hari, ia sudah akan sampai dikediamannya yaitu rumah keluarga smith. Ya, silvi sudah diperjalanan pulang ia sengaja kembali subuh hari karena ia sudah tidak dapat menahan kerinduannya pada sang putra yang sudah seminggu ditinggalkannya jadi ia tidak mau menunda nunda kepulangannya.
"sky pasti masih tidur" ucap silvi sembari tersenyum mengingat wajah sang putra.
__ADS_1
Silvi juga tidak memberitahukan siapapun mengenai kepulangannya agar ia bisa memberikan kejutan untuk keluarganya.
Mobil yang dikendarai silvi dan supirnya masuk kedalam pekarangan rumah keluarga smith. Silvi turun dari mobil, beberapa pengawal keluarga smith terkejut melihat silvi turun dari mobil dan memanggil salah satu dari mereka.
"iya nona" salah satu pengawal mendekati silvi
"tolong bantu pak supir menurunkan barang barangku ya, dan bawa masuk ke dalam" pinta silvi
"siap nona" ucap pengawal itu patuh
Pengawal yang lainnya nampak berbisik bisik saat melihat silvi melenggang masuk ke dalam rumah.
"bagaimana jika nona melihat mobil tuan syaquel" ucap salah satu pengawal berbisik kepada pengawal yang lain
Mobil syaquel terparkir tidak jauh dari mobil yang ditumpang silvi, namun untung saja silvi tidak melihat mobil itu.
"bukan mobil yang aku pikirkan, tapi orangnya ada didalam rumah itu bagaimana ini?" ucap pengawal lainnya
Silvi memasuki rumahnya dan melihat nampak sudah ada beberapa pelayan yang bangun untuk mengerjakan tugas mereka.
"nona" pelayan yang bertugas untuk bersih bersih mendekati silvi
"bi aku sudah tiba, yang lain masih pada tidur ya?" tanya silvi
"iya nona" jawab bi nani nampak gugup
"apa gadis tidur bersama sky?" tanya silvi
bi nani belum menjawab, ia ragu mau menjawab apa karena gadis memang tidak tidur bersama sky.
"iya adis baru saja, kau tidak tidur dengan sky?" tanya silvi
"aku tidur bersama sky kak, tapi aku turun untuk mengambil pembalut dikamarku karena ternyata aku datang bulan" dusta gadis
Untung saja bi ijah langsung membangunkam gadis yang masih tidur dikamarnya saat melihat silvi yang pulang dengan tiba tiba.
"baiklah, kembalilah ke kamar sky aku akan ke kamarnya setelah membersihkan tubuhku" ucap silvi
"iya kak" jawab gadis
Kebetulan kamar silvi dan sky bersebelahan sehingga mereka naik ke lantai dua bersama.
Dengan buru buru gadis memasuki kamar sky, terlihat sky dan syaquel masih terlelap.
"maafkan aku, tapi aku benar benar harus membangunkanmu" ucap gadis lalu ia mengguncang tubuh syaquel dengan pelan
"tuan" panggil gadis pelan agar sky tidak ikut terbangun
"tuan syaquel" panggilnya lagi
Syaquel mengumpulkan kesadaran sembari mengucek matanya, ia menoleh ke belakang ada gadis sedang berdiri dengan raut wajah panik.
"ada apa gadis?" tanya syaquel dengan suara serak khas bangun tidur
__ADS_1
"tuan kakak sudah datang, anda harus segera pergi" ucap gadis dengan nafas memburu
"kakak? Maksudmu silvi?" tanya syaquel memastikan
"iya tuan, cepatlah tuan jangan sampai kakak melihatmu disini" ucap gadis cemas
"baiklah tunggu sebentar" ujar syaquel buru buru bangun
Syaquel menyerobot tas yang berisi laptop lalu mengisi beberapa barangnya disana, dan ia juga menyambar kunci mobilnya dari atas meja.
Ia hendak mencium putranya sebelum pergi namun pintu kamar sky tiba tiba diketuk dari luar sehingga syaquel langsung berlari ke arah jendela menuju balkon.
"adis, sky masih tidur?" tanya silvi setelah ia masuk
"iya kakak" jawab gadis dengan takut
"ada apa adis? Kau terlihat ketakutan?" tanya silvi khawatir
"tidak ada apa apa kak, perutku hanya terasa sedikit kram akibat datang bulan" ucap gadis beralasan
"kalau begitu pergilah ke kamarmu dan kompers perutmu biasanya aku melakukan hal itu jika sedang nyeri haid, biar aku yang menjaga sky" ucap silvi
"tidak apa apa kakak, sakitnya tidak parah" ucap gadis
"pergilah adis, istirahat saja dikamarmu aku ingin melepas rindu dengan putraku" ucap silvi dengan lembut
"baiklah jika begitu kak, aku pergi dulu kekamar" pamit gadis
"iya beristirahatlah" ucap silvi
Setelah gadis pergi, silvi mendekati ranjang sky ia hendang berbaring disamping sang putra namun ekor matanya seperti menangkap sesuatu yang berkilau. Ia menoleh ke arah nakas dan melihat sebuah jam tangan disamping lampu tidur.
"punya siapa ini?" tanya silvi pada dirinya sendiri
Jam tangan itu berwarna silver dengan rantai yang terbuat dari emas putih jika dilihat dari modelnya sepertinya itu jam pria karena jam tangan seperti itu tidak cocok untuk wanita.
"apa punya ayah?" ucapnya lagi
"mungkin punya ayah, karena seorang pria yang bisa masuk ke kamar sky cuman ayah" silvi meyakinkan dirinya
Ia lalu menarik laci nakas dan menyimpan benda itu disana, ia kemudian berbaring disamping putranya. Hari mulai terang sehingga tidak masalah jika putranya terbangun sebab yang ia tahu sky rajin bangun pagi.
"sky, mommy sangat rindu denganmu sayang" silvi memeluk erat sang putra tidak lupa mengecup setiap jengkal wajah anaknyat tanpa ada yang terlewat
"good morning sayang" ucap silvi lagi sambil mengacak rambut sang putra yang mulai gondrong
"hmm dad" sky menggeliat
Silvi tersentak saat sky menyebut kata itu, kata yang tidak pernah ia dengar dari mulut sky selama bertahun tahun. ah mungkin ia salah dengar pikir silvi.
Tapi tetap saja hati dan pikirannya terasa tidak menentu sehingga sulit untuknya berfikir positif. Ia bangkit untuk membuka tirai jendela, ia melihat salah satu jendela yang menuju balkon terbuka pikirannya tambah kacau.
Sinar mata hari pagi masuk menyilaukan netra sky yang masih terlelap sehingga ia kembali menggeliat.
__ADS_1
"daddy aku masih mengantuk" ucap sky