Come Back Together

Come Back Together
Pertanyaan sky


__ADS_3

Syaquel sudah akan pulang, ia diantar oleh putranya hingga teras rumah. Asistennya sudah menunggunya didepan gerbang sebab mobilnya tadi ia tinggal di parkiran rumah sakit jadi ia harus meminta tolong roy kali ini.


"aktingmu sangat keren" puji syaquel pada putranya


"lain kali daddy juga harus mendukung aktingku" ucap sky dengan bangga


"baiklah, tapi jangan berlebihan nanti mommy akan marah" pesan syaquel


"sky jika daddymu sudah pulang segera masuk kau harus minum vitaminmu dulu" teriak silvi dari dalam rumah


"baik mom" sahut sky


"kalau begitu daddy pulang dulu, kita akan bertemu lagi besok oke?" tanya syaquel


"ingat jangan sampai telat dad" pesan sky


"daddy akan berusaha, baiklah jadi anak pintar yaa dan beristirahatlah setelah meminum obatmu" ucap syaquel mengecup kening sang putra


"siap daddy, hati hati dijalan" sky melambaikan tangannya begitupun dengan syaquel


.


.


Malam ini silvi menemani putranya tidur sebab sky masih dalam tahap memulihan sehingga ia harus lebih telaten dalam menjaga putra semata wayangnya.


"malam ini sky mau mommy bacakan dongeng atau ingin mommy bernyanyi?" tanya silvi sembari menyelimuti tubuhnya juga putranya


"sky ingin berbicara dengan mommy saja" jawab sky


"oh ya? Memangnya apa yang hendak anak pintar ini bicarakan dengan mommy?" tanya silvi


"bolehkah kita membahas daddy?" tanya sky lebih dulu


"untuk apa membahasnya nak?" silvi balik bertanya


"banyak hal yang ingin aku ketahui mom" jawab sky


"bukankah sky sudah mengenal daddy sejak sky masih kecil? Jadi apa yang tidak sky ketahui tentang daddy?" silvi berusaha menyembunyikan rasa ketidaksukaannya terhadap syaquel

__ADS_1


"itulah yang ingin aku tanyakan mom, selama aku dan daddy bersama aku merasa ia sangat baik dan sayang padaku, tapi kenapa daddy merasa bahwa ia sudah bersikap tidak baik pada mommy, Apa selama hidup dengan daddy, mommy selalu disakiti oleh daddy?" tanya sky bak orang dewasa


"apa mommy wajib untuk menjawabnya hum?" tanya silvi kembali


"aku yakin mommy tidak akan membuatku penasaran" jawab sky


"begini nak, usiamu masih belum cukup untuk mengerti permasalahan orang tua sayang, mommy tidak ingin masalah yang telah lalu ini membebani dirimu, mommy tahu kau sangat cerdas tapi tetap saja mommy merasa kau tidak perlu tahu soal ini, apapun yang terjadi diantara mommy dan daddy dahulu kami tetaplah orang tuamu dan kami akan melakukan yang terbaik untuk dirimu" jawab silvi dengan bijak


"mommy salahkan jika aku berharap kalian bisa bersama lagi?" tanya sky


"kau tidak salah sayang setiap anak pasti menginginkan keluarga yang lengkap dan rukun. Tapi untuk itu sebaiknya kau tidak berharap terlalu besar nak karena mommy tidak akan bisa untuk kembali bersama daddymu lagi. Mungkin mommy bisa memberikanmu sosok ayah dikemudian hari tapi bukan daddymu" silvi berharap jawabannya tidak mengecewakan sky


"dengan begini aku dapat menyimpulkan jika kesalahan daddy sangatlah besar dan tidak dapat mommy maafkan, benar kan?" tanya sky


"kau memang sangat pandai, tapi satu hal masalah mommy dan daddy tidak ada keterkaitannya denganmu, dalam dirimu mengalir darah daddymu sehingga tidak akan ada yang memutus hubungan kalian berdua" ucap silvi


"aku mengerti mom, tapi mommy harus tahu jika daddy masih mengharapkan mommy kembali padanya, daddy masih sangat mencintai mommy" ujar sky


Silvi tertawa ringan, putranya benar benar dewasa sebelum waktunya, sungguh ia tidak percaya jika yang berbicara saat ini adalah putranya yang masih berusia 4 tahun.


"jika begitu katakanlah pada daddymu untuk mengubur cintanya itu dalam dalam dan lebih baik dia segera mencari istri yang lebih baik dari mommy" sahut silvi


"aku rasa tidak buruk, biarkan saja daddy terus mencintai mommy dan kita bisa melihat seberapa besar perjuangan cinta daddy untuk mommy, aku rasa ini seru!" ucap sky


"good night mommy" sky mengecup pipi ibunya


"sweat dreams dear" silvi membalas dengan mengecup kening sang putra


.


.


Keesokan harinya


seperti yang sudah dijanjikan, syaquel datang lebih pagi untuk sarapan bersama putranya juga mantan istrinya. Ya, rasanya memang sedikit aneh tapi ia tidak boleh mengecewakan putranya kali ini.


Syaquel diizinkan masuk oleh sequrity yang berjaga di gerbang setelah ia menghubungi majikannya terlebih dahulu. Syaquel lalu melangkah mendekati pintu hendak mengetuk namum pintu ternyata sudah dibuka dari dalam oleh wanita cantik siapa lagi kalau bukan silvi mantan istri sekaligus ibu dari anaknya.


"kelihatannya kau sangat bersemangat untuk sarapan pagi ini" sindir silvi plus dengan tatapan sinisnya

__ADS_1


"selamat pagi mommy nya sky, aku memang sengaja datang lebih cepat karena sky memintaku untuk tidak terlambat" jawab syaquel dengan ramah tamah


"ck, jangan memanggilku seperti itu. Menggelikan" silvi melenggang masuk meninggalkan syaquel yang masih diambang pintu


Syaquel tersenyum senang, entah mengapa ia selalu senang membuat silvi kesal dengan begitu wanita itu mau berbicara dengannya walau diiringi dengan umpatan. syaquel melangkahkan kakinya masuk ke rumah itu biarpun silvi tidak mempersilahkannya masuk tapi ia tidak peduli sebab kedatangannya adalah untuk memenuhi undangan putranya.


Syaquel masuk dan duduk disofa yang ada diruangan keluarga, ia mengedarkan pandanganya, putranya belum turun hanya ada silvi yang sedang menata makanan dimeja makan. Wanita itu nampak sangat telaten dalam mengurus urusan dapur dan kebiasaan silvi itu memang tidak berubah sejak dulu masih tinggal bersama dengannya.


"Adis, bangunkan sky dan katakan jika daddynya sudah datang" teriak silvi agar gadis yang berada dikamar sky mendengar


"baik kak" sahut gadis yang berada dilantai dua dikamar sky


"bibi, tolong tawarkan kopi ini pada pria itu" ucap silvi memberikan secangkir kopi buatannya pada bibi rini ART barunya


"baik bu" bi rini menerima kopi itu lalu diantarkan pada syaquel


"kopinya tuan" ucap bi rini


"terima kasih bi, maaf telah merepotkan" ucap syaquel


"tidak sama sekali tuan, silahkan dinikmati" sahut bi rini dan berlalu ke dapur


Syaquel menyeruput kopi itu, rasanya masih sama tidak ada yang berubah, ia tahu jika kopi ini adalah buatan silvi lewat rasa dan wanginya yang khas. Seketika ia jadi rindu kenangan kenangan manis yang pernah terjadi antara ia dan silvi walaupun hanya segelintir pasir.


"mommy daddy I'am coming" teriak sky yang masih lengkap dengan piyama tidurnya sedang menuruni tangga


"sky kau sudah gosok gigi bukan?" tanya silvi


"sudah mommy" jawab sky


"kemari" syaquel merentangkan tangannya pada sang putra


Sky berlari dan masuk kepelukan sang ayah.


"hari ini aku sangat senang karena daddy datang untuk sarapan bersama kita" ucap sky


"daddy tidak ingin mengecewakanmu" sahut syaquel sembari mencubit pelan hidung mancung putranya


"daddy tidak ingin mengecewakan ku atau ingin melihat mommy?" goda sky membuat syaquel salah tingkah, untung saja silvi tidak mendengar karena wanita itu sibuk dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"ayo waktunya sarapan" ucap silvi


"let's go dad" sky menarik tangan daddynya menuju meja makan


__ADS_2