
Syaquel menghembuskan nafasnya yang terasa berat, jantungnya berdegup kencang, jelas sekali bahwa ia takut jika silvi melihatnya.
Ia menatap langit yang nampak mulai membiru yang artinya pagi akan datang dan matahari mulai bersinar. saat ini ia sudah berada dibalkon kamar sky tapi ia tetap tidak bisa berlama lama disana ia bisa saja ketahuan oleh silvi.
Pria itu menatap kebawah, jarak yang harus ia tempuh untuk dapat turun ke bawah cukup tinggi. Ia harus menggunakan alat agar bisa sampai ke bawah dengan selamat.
Sementara para pengawal keluarga smith ternyata memang sudah melihat keberadaan syaquel dibalkon, mereka pun mengambilkan tangga untuk disandarkan ke balkon.
Mereka memberi kode pada syaquel bahwa mereka sudah mengirim bantuan untuk syaquel. ia pun tersenyum lalu turun dengan perlahan menggunakan tangga itu.
Setelah sampai di bawah syaquel mengucapkan terima kasih atas bantuan yang mereka berikan benar benar tepat waktu.
"terima kasih banyak bro" ucap syaquel
"sama sama tuan, sebaiknya segera bergegas" ucap salah satu pengawal itu
"ya kau benar" syaquel menuju ke mobilnya lalu segera bergegas pergi.
Sementara didalam kamar, silvi masih syok dengan apa yang baru saja ia dengar. Sky benar benar mengucapkan kata itu, padahal ia sama sekali tidak mengajari sky menyebut kata itu sejak bayi.
"apa maksudnya ini?" lirihnya
"hmm mommy?" panggil sky
Silvi melihat sang putra yang sudah membuka matanya dan memanggilnya.
"mommy sudah pulang?" tanya sky
Silvi tersenyum, ia mengesampingkan pikiran buruknya dan mendekati sang putra.
"mommy sangat merindukanmu" ucap silvi memeluk sang putra tersayang
"aku juga merindukan mommy" sky memeluk ibunya dengan erat
"kapan mommy tiba?" tanya sky
"baru saja sayang" jawab silvi
"benarkah?" sky memastikan, karena seingatnya ia sedang tidur bersama daddy nya, ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan daddy nya.
"iya sayang, kau mencari apa nak?" tanya silvi heran
"ah tidak mom, aku sangat senang mommy sudah kembali" jawab
"bangunlah kita akan sarapan lalu jalan jalan bagaimana?" ucap silvi
"hmm mom maaf tapi aku masih sangat mengantuk" sky kembali merebahkan tubuhnya dikasur
__ADS_1
"ada apa sayang? Apa kau tidur larut malam? Tidak biasanya kau begini" ucap silvi
Sky diam ia tidak menjawab apapun, ia bahkan menutup kembali matanya.
"ya sudah nak tidurlah lagi" silvi mengecup kening sang putra dan membiarkannya tidur
Silvi ikut berbaring disamping sky, namun matanya tidak bisa terpejam padahal ia sangat lelah, pikiran dan hatinya terasa kacau ia tidak bisa membayangkan jika apa yang ia takutkan benar benar terjadi.
Silvi bangun dari posisi tidurnya, ia mengambil kembali jam tangan yang sebelumnya ia letakkan didalam laci nakas, ia menghirup bau yang masih menempel pada jam tangan itu.
Jantungnya berdegup kencang, ia merasa tidak asing dengan bau parfum yang menepel pada jam tangan itu.
"oh tuhan, jangan sampai" silvi tak kuasa melanjutkan ucapannya
Apakah ia harus mencari tahu? tapi jika dipikir kembali keluarganya juga membeci pria itu jadi mana mungkin dia bisa masuk ke dalam rumah ini dan bertemu dengan sky.
Silvi menatap kearah sky yang masih terlelap, 3 hari lagi putra semata wayangnya genap berusia 4 tahun. Mengingat kecerdasan yang dimiliki sky berada diatas rata rata bahkan sky tergolong anak yang jenius, apakah mungkin putranya menyimpan rahasia besar darinya?
Mungkin ia akan bertanya lebih dulu pada gadis karena ia lah yang selama ini menemani sky dirumah.
silvi beranjak untuk menemui gadis, terlihat orang yang ia cari sedang membantu ART lainnya di dapur.
"adis aku ingin bicara sebentar apa boleh?" tanya silvi
"tentu saja kak" jawab gadis
"baiklah dikolam berenang saja" silvi melangkah menuju taman yang berada diarea kolam berenang
"menurutmu bagaimana adis? Apa selama ini kau tidak melakukan kesalahan dalam merawat sky?" tanya silvi balik
"kak aku tidak mengerti" ucap gadis
"jam tangan ini, aku menemukan ini dikamar sky" silvi memperlihatkan jam tangan itu pada gadis
gadis belum menjawab, ia terlihat takut dan ragu untuk membuka mulut
"apa semalam kau benar benar tidur bersama sky?" tanya silvi
"iya kak, aku benar benar tidur bersama sky" jawab gadis cepat
"lalu benda ini milik siapa? Dan kenapa bisa ada dikamar sky?" tanya silvi
"mungkin milik bapak kak, ya semalam bapak masuk ke kamar sky" jawab gadis
"benarkah?" tanya silvi penuh penekanan
"i..iya kak" jawab gadis
__ADS_1
Silvi senyum terpaksa, ia yakin gadis sudah berbohong padanya.
"baiklah jika menurutmu begitu, ada satu hal lagi yang ingin ku tanyakan adis aku harap kau tidak keberatan menjawabnya" ucap silvi
"tentu saja kak tanyakanlah apa yang ingin kakak tahu aku akan menjawab dengan jujur" sahut gadis
"apa selama ini atau selama aku pergi, sky bertemu orang asing?" tanya silvi
"orang asing? Hanya keluarga yang selalu bertemu dan bersama dengan sky" jawab gadis
"kau yakin?" tanya silvi lagi
"iya kak, lagi pula penjagaan dirumah cukup ketat sehingga tidak sembarangan tamu bisa masuk terkecuali keluarga kak" jawab gadis meyakinkan
"baiklah" silvi beranjak dari sana
Seperyinya ada yang berusaha ditutup tutupi oleh gadis sehingga ia tidak bisa mengorek informasi daei pengasuh anaknya itu, ia akan bertanya pada ayah dan bundanya saat waktu sarapan tiba.
Dimeja makan silvi, pak leon, dan bu liza sudah duduk menikmati sarapan pagi.
"tumben sky belum bangun nak?" tanya bu liza
"entahlah bun, sepertinya semalam ia bergadang" jawab silvi
"anak seusia sky sebaiknya tidak tidur larut malam, itu bisa menganggu kesehatan tubuhnya" sahut pak leon
"benar ayah, entahapa yang dilakukan sky selamam sehingga ia tidak tidur tepat waktu" umpan silvi
Bu lisa terlihat menyenggol lengan pak leon dengan sikunya, memberi kode agar suaminya tidak bicara sembarangan yang dapat membuat silvi curiga.
Gerak gerik mencurigakan itu tidak luput dari penglihatan silvi.
"oh iya ayah aku menemukan jam tangan ini dikamar sky, apa ini punya ayah?" silvi meletakkan jam tangan itu dimeja makan
Bu liza dan pak leon saling pandang, mereka saling menatap penuh arti lalu detik kemudian pak leon menyambar jam tangan itu.
"iya ini punya ayah, pasti jatuh dikamar sky semalam" ucap pak leon
"tidak jatuh ayah, tapi tersimpan rapi di atas nakas dekat lampu tidur hmm mungkin ayah lupa" ucap silvi sengaja menyinggung hal itu
"oh iya sil, semalam ayah bermain sebentar dengan sky diranjang jadi ayah melepas jam tangan karena sedikit mengganggu" pak leon mencari alasan
"baiklah, jadi ayah yang membuat sky bergadang?" tanya silvi
Jebakan, benar benar pertanyaan jebakan. pak leon dan bu liza merasa silvi sedang mencurigai sesuatu dan mencari tahu lewat pertanyaan pertanyaan yang ia lontarkan.
"tidak sayang, setelah ayahmu keluar sky ditemani oleh gadis lagi" bu liza buka suara
__ADS_1
"oh begitu, aku sudah selesai, aku mau melihat sky dulu dikamarnya ya" silvi beranjak dari tempat itu menuju lantai dua
Sama seperti gadis, kedua orang tuanya seperti menyembunyikan sesuatu darinya. Jadi lebih baik ia melihat CCTV rumah ini agar semua bisa lebih jelas.