
"untuk apa lagi kau kemari hah?" sentak silvi
"aku ingin meminta maaf pada sky karena tidak datang untuk sarapan, aku .." lagi lagi silvi memoting ucapan syaquel
"hahaha" silvi tertawa sinis
"kau tidak perlu melakukannya karena sky tidak akan bertemu denganmu lagi" lanjutnya
"ma-maksudmu?" tanya syaquel tidak mengerti
"ya, hari ini adalah terakhir kali nya kau datang kemari, gara gara kau sky berubah menjadi anak pembangkang, dia bahkan selalu membantah apa yang aku katakan hanya untuk membela mu, jika di biarkan lama kelamaan sky tidak mau lagi tinggal bersamaku, oh atau memang kau berencana mengambil sky dariku?" tuduh silvi
"aku mohon jangan salah faham dulu silvi, biarkan aku bertemu dengannya sekali saja aku akan menasihatinya" pinta syaquel
"oh ya sepertinya dia lebih mendengarkanmu dari pada aku, kau benar benar sudah merubah putraku" sahut silvi penuh amarah
"kau sudah salah menilaiku silvi, aku juga sama sekali tidak pernah menghasut sky untuk melawan padamu" ucap syaquel
"justru akulah yang lebih tahu seperti apa dirimu, aku sudah berbaik hati memberimu kebebasan agar kau bertemu dengan sky tapi ternyata orang sepertimu tidak pantas diberi kesempatan itu" pungkas silvi
Silvi hendak meninggalkan syaquel, namun pria itu menahan langkahnya.
"silvi aku mohon jangan seperti ini, aku punya alasan kenapa aku tidak datang sarapan tolong dengarkan aku sebentar" ucap syaquel
"oh baiklah, katakan alasanmu? Kau mau bilang kau sedang banyak pekerjaan? Atau kah kau punya jadwal meeting pagi pagi sekali? Kau memang sangat pandai mencari alasan aku tahu itu, tapi sky dia tidak bisa selalu kau tipu dengan alasan alasan mu itu dia hanya seorang anak yang butuh kehadiranmu dan akan sedih jika orang yang dia harapkan tidak datang" oceh silvi
"semalam aku banyak pikiran lalu aku minum beberapa gelas untuk menenangkan pikiran, paginya aku ketiduran itu sebabnya aku tidak menjawab panggilan telepon dari pengasuhnya sky bahkan aku telat untuk ke kantor, aku berniat mampir kemari untuk menjelaskannya pada sky" ucap syaquel
"lalu apa menurutmu alasanmu bisa diterima oleh sky? apa lagi kau bilang kau tadi kau mabuk semalam, waw apa itu pantas didengar oleh sky? Daddy macam apa kau ini?" sarkas silvi
"Jika begitu izinkan aku bertemu dengan sky sekali saja, aku ingin meminta maaf padanya" pinta syaquel
"kau tidak tuli bukan? sudah aku katakan kau tidak diizinkan lagi untuk bertemu dengan putraku, pergi dan jangan datang lagi" ucap sivi dengan tegas
__ADS_1
"sil aku mohon" ucap syaquel memelas
"permohonanmu tidak diterima, pergi" usir silvi
"kau jangan egois sil, jangan sampai kau membahayakan kesehatan sky lagi karena sikapmu itu" syaquel kehilangan kesabarannya
"kau sedang mengancamku? Oh benarkah ini?" ucap silvi dengan nada mengejek
"aku tidak bermaksud silvi, tapi cobalah kau mengerti sedikit posisiku, aku tahu kau benci padaku tapi aku tetaplah daddy nya sky seluruh dunia tidak akan bisa menentang itu. Tolong bermurah hati lah sedikit" ucap syaquel sengit
"ya aku benci, aku benci dirimu, aku benci keadaan ini, aku benci masa laluku, kenapa putraku harus punya daddy sepertimu? Kenapa kehidupanku dari dulu tidak bisa tenang sebentar saja tanpa adanya kau? aku sangat benci semua ini, mungkin jika aku mati saat kau menganiayaku dulu pasti semua tidak akan seperti ini, aku akan hidup berdua saja dengan anakku disurga tidak seperti sekarang ini" berang silvi sembari menahan tangisnya
"silvi, sungguh aku tidak berniat melukai hatimu, maafkan aku jika sky melihatmu menangis dia pasti akan sangat marah padaku bahkan membenciku. sampai saat ini aku sudah sangat yakin jika aku memang tidak pantas untuk kalian, baiklah aku akan pergi dari hidup kalian, aku mohon katakan permohonan maafku pada sky aku sangat menyayanginya sungguh aku juga masih sangat mencintaimu, carilah pendamping hidup yang bisa menemani mu dan sky, juga yang bisa menyayangi kalian berdua" pamit syaquel
Pria itu masuk kedalam mobil dan pergi dari sana, tersisa silvi yang masih berdiri disana dengan tatapan kosongnya, air matanya menetes seiring hilangnya mobil syaquel dari penglihatannya.
Silvi menghapus jejak air matanya lalu masuk kedalam kamar, ia mengurung dirinya disana untuk sesaat, ia ingin merenungi apakah yang ia lakukan saat ini sudah benar? Apakah baik untuk putranya kedepan? sesungguhnya ia sangat takut jika terjadi sesuatu lagi pada sky karena kejadian ini? Menangis adalah satu satunya hal yang dapat dilakukan oleh silvi saat ini.
.
.
Setelah seharian tidak bertemu walau tinggal satu atap, dipagi yang cerah ini sky berniat untuk meminta maaf pada mommynya, ia sadar jika ia sudah menjadi anak yang tidak baik kemarin, ia juga sudah membentak mommy nya sendiri, namun saat sarapan sky masih tidak menemukan mommynya dimeja makan.
"bibi apa mommy tidak sarapan?" tanya sky, kemarin silvi tidak keluar saat makan siang, lalu saat makan malam pun sama silvi hanya meminta diantarkan makanan ke kamar.
"ibu hanya meminta diantarkan sarapan nak sky" jawab bibi rini
"biar aku yang bawakan bi" pinta sky
"tapi nak sky" bi rini hendak menolak
"aku ingin meminta maaf pada mommy" sahut sky
__ADS_1
"bi berikan saja susu dan rotinya pada sky, aku yang akan membantunya" ucap gadis
"baiklah nak" bi rini memberikan nampan itu pada sky
"hati hati nak" sambung bi rini
"iya bi ini tidak begitu berat, aku bisa" sky meyakinkan bi rini
Sky membawa nampan berisi sarapan mommynya, gadis mengetuk pintu kamar milik silvi agar majikannya itu membuka pintunya.
"masuk saja bi rini" sahut silvi dari dalam
Gadis meminta sky agar masuk kedalam, ia membantu membuka kan pintu untuk sky. Lalu menutupnya kembali dan pergi dari sana.
Sky melihat ibunya yang sedang duduk di meja rias, silvi masih membelakanginya sehingga tidak tahu jika yang masuk adalah putranya.
"sarapannya mommy" ucap sky
Silvi terdiam mendengar suara putranya, wanita itu menoleh lalu melihat kearah sang putra yang sedang memegang nampan berisi sarapan.
"oha astaga kenapa kau yang membawanya, ini kan berat" silvi langsung mengambil alis nampan itu
"apa mommy mau ke kantor?" tanya sky
"iya nak, ada apa kau kemari?" tanya silvi
"aku ingin bicara sebentar dengan mommy, boleh?" tanya sky
"tentu sayang" silvi mengangkat tubuh sky untuk didudukkan diranjang lalu ia duduk dibawahnya
"aku ingin minta maaf pada mommy, kemarin aku sudah berbuat tidak baik pada mommy kemarin, mommy mau kan memaafkan sky?" tanya sky
Silvi tersenyum, air matanya juga jatuh ia mengelus wajah sang anak.
__ADS_1