Come Back Together

Come Back Together
Menyerahkan perusahaan


__ADS_3

"hallo roy, kau dimana?" tanya syaquel saat panggilan dijawab oleh asistennya


"tentu saja dirumah bos, mau kemana lagi aku selarut ini" jawab roy dengan suara serak khas bangun tidur


Syaquel menepuk jidatnya saat sadar ternyata sekarang sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, jam istirahat para makhluk tuhan hanya ia saja yang belum tidur saking sibuk menyiapkan dokumen penting itu.


"maaf roy aku sudah mengganggu istirahat mu" syaquel jadi tidak enak


"katakan saja bos, tidak masalah" ucap roy mencairkan suasana


"aku siap membantumu satu kali dua puluh empat jam" lanjutnya


"terimakasih roy" ucap syaquel


"oh ayolah bos kenapa kau jadi kaku seperti ini" roy menyadari sikap bosnya yang tidak biasa


"begini roy, aku telah mengalihkan kepemilikan perusahaanku kepada putraku" syaquel menjeda ucapannya sementara roy diujung sana terkejut setengah mati


"aku hanya punya waktu hari ini sampai jam 5 sore, aku harus segera menyerahkan dokumen resminya pada ayah mertuaku tetapi yang menjadi kendalanya sekarang aku membutuhkan tanda tangan daddy sedangkan aku tidak tahu dimana keberadaannya sekarang" jelas syaquel panjang lebar


"bos apa kau sudah pikirkan ini matang matang?" tanya roy seketika rasa kantuknya hilang


"ya roy, walaupun putraku tidak tahu tentangku bahkan walau ia tidak ingin tahu apapun tapi dia tetaplah darah dagingku ia penerus dikeluarga fernando dan kelak dewasa nanti dia lah yang harus memimpin perusahaan ini" ucap syaquel dengan sendu


"kau benar bos, lalu jika nanti perusahaan sudah atas nama putramu dan dokumennya diserahkan pada keluarga smith, siapa yang akan menjalankan perusahaan ini bos?" tanya roy


"semua itu aku serahkan pada keluarga smith roy, tapi kau jangan khawatir dengan posisimu" ucap syaquel yang seolah tahu kecemasan asistennya


"bos aku bukannya khawatir dengan jabatanku hanya saja ini terlalu mendadak aku sangat terkejut" jawab roy


"iya roy, tadi aku sempat bertemu dengan tuan leonard dan ia menerima niat baikku ini" ucap syaquel


"baiklah bos, barang kali ini bisa jadi awal yang baik untuk hubungan bos dan keluarga smith terutama dengan nona silviana" ucap roy


"hmm sepertinya sudah tidak ada harapan lagi roy, jadi lupakan saja yang terpenting putraku bisa tumbuh dengan kasih sayang yang cukup" ucap syaquel membuat roy bingung


"apa ada yang aku lewati bos?" tanya roy


"ceritanya cukup panjang roy, aku hanya ingin kau bisa membantuku mendapatkan tanda tangan daddy" ucap syaquel diujung sana


"baik bos jangan khawatir, lebih baik bos istirahat dulu besok dikantor aku pasti sudah punya jalan keluarnya" ucap roy menyakinkan

__ADS_1


"terimakasih roy, kau selalu bisa diandalkan" puji syaquel


"tidak perlu memujiku seperti itu bos, lebih baik beri tambahan gaji untukku" ucap roy diikuti tawa renyah nya


Syaquel langsung memutus panggilan itu dari pada meladeni lelucon tak berfaedah dari asistennya.


"Gyan Skyler" gumam syaquel sembari merebahkan tubuhnya disofa dengan tanggannya sebagai bantalan


"jadi silvi memberi nya nama sky, ya indah sekali seindah awan yang cerah" puji syaquel


sedetik kemudian syaquel memejamkan matanya dan masuk ke alam mimpi.


Di perusahaan F.E.Company Rio dengan senyum sumringah menunggu sang bos diruang kerjanya, ia menatap laptopnya dengan puas.


"bos" sapa roy


"bagaimana roy? Kau sudah tahu dimana daddyku saat ini?" tanya syaquel yang nampak suram karena kurang tidur


"belum bos" jawab roy cepat


"lalu untuk apa kau tersenyum selebar itu jika kau belum punya solusinya" ucap syaquel sinis


"bos menurut pelacakanku tuan fernando sedang berada di amerika tapi aku tidak bisa mengetahui dimana tempatnya menetap" Roy menjeda ucapannya


"kai gila ya, aku bisa dipidana jika mengikuti ide bodohmu itu" berang syaquel


"bos jika kita ke amerika dan menyisir setiap kota disana kau bisa kehabisan waktu hanya untuk satu tanda tangan, lagi pula tuan fernando kan daddy mu bos nanti kau bisa memberinya pengertian untuk masalah ini" timpal roy


Syaquel menimang nimang ide yang diberikan asistennya itu, memalsukan tanda tangan orang merupakan tindakan melanggar hukum dan bisa dipidana penjara, namun jika dokumen ini tidak selesai sampai jam 5 sore pak leon bisa saja mengganggap syaquel penipu dan memenjarakannya. Keadaan ini benar benar terdesak, syaquel harus bisa terhungung dengan daddynya secepatnya dan memberitahu tindakan yang telah ia ambil ini.


"baiklah roy lakukan saja secepatnya" ucap syaquel


Syaquel lalu memberikan dokumen penting itu untuk dibubuhi tanda tangan yang akan dijiplak oleh roy asistennya.


Dengan keahlian yang roy punya meniru tanda tangan orang lain bukanlah hal yang sulit baginya, hanya membutuhkan waktu 15 menit roy berhasil menyelesaikan tugasnya.


"selesai" ucap roy menatap puas dokumen dimejanya.


Waktu menunjukkan pukul 4:55 menit yang artinya kurang 5 menit lagi menuju jam 5 sore tetapi syaquel sudah stay lebih dulu di restoran yang sudah ditentukan tidak lupa membawa dokumen penting yang harus segera ia serahkan pada ayah mertuanya.


Syaquel melirik jam tangannya sambil menyeruput minuman yang telah ia pesan, menunggu waktu dengan tidak sabar.

__ADS_1


"kau sudah lama menunggu?" suara bariton yang khas ditelinga syaquel


Syaquel mendongak dengan cepat untuk memastikan jika orang itu adalah ayah mertuanya dan ya Leonard smith berdiri didepannya dan melemparkan tatapan dingin.


"silahkan duduk tuan" ucap syaquel seformal mungkin


Pak leon mengangguk dan menarik kursi yang berhadapan dengan tempat dimana syaquel duduk.


"baiklah tuan tanpa basa basi lagi, ini saya serahkan dokumennya saya jamin itu asli, anda pun bisa mengeceknya secara langsung" ucap syaquel mendorong berkas yang ia bawa itu kehadapan pak leon


Pak leon menerima berkas yang disodorkan tanpa memutus tatapannya pada pria didepan sana seperti sedang mencari sesuatu dimata syaquel.


"Tuan ada apa? Apa tuan meragukan? Silahkan dilihat dulu" ucap syaquel saat ia sadar pak leon sedang menatapnya dengan tajam


Pak leon akhirnya memeriksa terlebih dahulu dokumen itu, sebagai orang yang berpengalaman dan lebih tahu mengenai dokumen penting seperti ini tentu saja ia dapat melihat dengan jelas keaslian dokumen itu dan benar saja tidak ada manipulasi disana. apalagi terdapat beberapa tanda tangan orang orang penting yang berkontribusi dalam perusahaan itu, hal ini menunjukkan jika pria ini benar benar serius dengan niatnya dan sama sekali tidak mengelabuinya.


pak Leon kembali menatap pria didepannya, walau pria ini sudah menyakiti anaknya namun satu hal yang bisa ia tangkap bahwa syaquel benar benar tulus menyayangi putranya. Raut penyesalan pun dapat terlihat dari matanya yang sayu.


"tuan, kalian bisa langsung mengambil alih perusahaan ini selama sky belum bisa memimpin anda bisa memilih siapapun yang anda percaya untuk memimpin perusahaan ini sementara waktu" sahut syaquel memecah keheningan


"kau akan meninggalkan perusahaan ini?" tanya pak leon


"tentu saja tuan, tapi saya mohon satu hal agar pekerja disana tidak diberhentikan dan tetap diizinkan bekerja" jawab syaquel


"kau jangan cemaskan itu, lalu apa yang akan kau kerjakan saat kau tidak lagi memimpin diperusahaan ini?" tanya pak leon


"saya akan mencari pekerjaan diluar tuan, atau mungkin saya akan merintis usaha baru" ucap syaquel yang memang masih bimbang


"bagaimana jika aku menawarkan mu pekerjaan" ucap pak leon


"pekerjaan apa tuan?" tanya syaquel


"kau tetap akan memimpin perusahaan ini dengan syarat kau akan menerima gaji seperti pekerja lainnya" ucap pak leon


"hmm tuan saya rasa tidak perlu seperti itu, saya sudah serahkan perusahaan ini pada putraku dan hanya inilah yang bisa saya berikan padanya, saya tidak berharap apapun selain kalian bisa menerima pemberian saya ini" ucap syaquel


"tidak tidak el, aku ingin kau tetap memimpin perusahaan ini karena kaulah yang lebih tahu dan lebih mampu mengembangkan perusahaan ini, dan anggap saja kau sedang bekerja diperusahaan milik putramu ini" ucap pak leon yang sedikit mencair


Syaquel nampak berfikir, sebenarnya ini adalah kesempatan yang baik untuknya namun ia tidak ingin dibilang pamrih atau apapun itu sebab ia benar benar ikhlas menyerahkan perusahaannya untuk sang putra


Pak leon tiba tiba saja menepuk pundaknya berulang ulang sehingga membuyarkan lamunannya.

__ADS_1


"aku harap kau bersedia el" ucap pak leon kemudian


__ADS_2