
Hari yang ditunggu tunggu akhirnya tiba juga, sky terlihat sangat bahagia saat adik adik sepupu juga teman temannya hadir disana. Ia terlihat sangat tampan dengan balutan baju pilot.
Pesta ulang tahun sky tergelar sangat meriah, anak anak sangat antusias mengikuti lomba lomba menarik yang dipandu oleh vanya selaku pemandu acara disana.
"Makan yang banyak nio, jika tidak kau akan kalah gendut dengan adikmu" ucap silvi mengusili keponakannya
"aku memang berencana diet aunty" sahut nio
"apa? Kau mau diet? Hahaha lucu sekali" silvi meledek keponakannya
"ck aunty jangan tertawa" nio sangat kesal sambil terus mengunyah cake yang ada disana
"yasudah, lanjutkan makanmu aunty mau pergi dulu" ucap silvi sambil terkekeh
silvi berjalan jalan sambil menyapa rekan rekan yang sempat ia undang diacara ulang tahun sky, tidak sengaja silvi menangkap sesuatu yang aneh.
Silvi mempertajam penglihatannya, ya jelas sekali jika seseorang sedang mengintip acara ulang tahun sky lewat dari dalam rumah.
Dan pria itu adalah syaquel, ia menggunakan pakaian serba hitam dan berdiri dibalik tiang, silvi dapat melihat secara jelas karena dinding yang membatasi antara taman dan rumah hanya menggunakan kaca.
"pas sekali dia ada disini, dia akan menjadi tersangka utamaku" batin silvi
Acara telah selesai, satu persatu para undangan berpamitan pulang. Tersisa keluarga terdekat, ada ziva, zayyan, vanya, dan rayyan, tidak lupa pak leon dan bu liza beserta ART lainnya.
"hmm aku ingin bicara, tolong minta waktunya sebentar" ucap silvi
"ada apa nak?" tanya bu liza
"anak anak, kalian masuklah ke dalam rumah ya, adis tolong ajak mereka kedalam" ucap silvi
"baik kak" gadis langsung mengajak sky, nio dan naya
Sikembar pun ikut dibawa oleh pengasuhnya ke dalam.
"kau keluarlah, tidak perlu bersembunyi" silvi menunjuk syaquel yang masih ditempat persembunyiaannya
pria itu terkejut saat ia ditunjuk oleh silvi, begitu pula dengan orang orang yang masih ada disana mereka juga ikut kaget karena syaquel ada disana tanpa sepengetahuan mereka.
Mau tidak mau syaquel keluar dari persembunyiannya, ia bukan pengecut yang terus bersembunyi walaupun sudah ketahuan.
"pertama tama aku ingin bertanya padamu ziva" ucap silvi dengan tajam
Suasana disana menjadi tegang dan mencekam
"ada apa kak?" tanya ziva
"apa kau salah satu dari orang orang yang mengizinkan sky bertemu dengan pria ini?" tanya silvi
__ADS_1
"apa maksudmu kak? Dia ayahnya sky dan lambat laun sky pasti akan mengetahui hal ini" jawab ziva
"jawabanmu sangat bagus, aku anggap iya kau salah satu dari mereka. Bagaimana denganmu zayyan?" tanya silvi
"ya, aku sudah tahu sejak lama" jawab zayyan cepat
"oke kalian memang kompak, kau vanya? apa kau dan suamimu ikut terlibat?" tanya silvi
"itulah sebabnya aku pergi dari rumah ini" jawab vanya
"oh baiklah, jadi kalian semua bersekongkol dengan ayah dan bunda untuk rahasia sebesar ini" ucap silvi
"nak kau jangan salah faham dulu" sahut pak leon
"tidak ayah, aku tidak salah faham aku sudah mengetahui apa yang kalian sembunyikan dariku selama 4 tahun lamanya, sungguh kalian semua begitu tega" ucap silvi yang mulai mengeluarkan air matanya
"sil maaf aku.." ucapan syaquel terpotong oleh silvi
"kau belum diizinkan bicara disini" potong silvi
"sayang, biar bunda jelaskan" ucap bu liza
"tidak perlu bun kalian tidak berhutang penjelasan padaku, apapun alasannya sky adalah putraku dan seharusnya kalian membutuhkan persetujuanku terlebih dahulu" sahut silvi
"kakak, dia memang telah menyakitimu tapi kasih sayangnya pada sky sangat tulus kakak" ziva buka suara
"kak kendalikan dirimu" ucap vanya
"aku sangat kecewa pada kalian semua, hanya karena sebuah perusahaan kalian menipuku seperti ini, apa kalian tidak memikirkan perasaanku?" silvi kembali berteriak
"sil, aku tidak memberikan perusahaanku agar aku bisa bertemu anak kita, tapi aku memberikan itu karena sky adalah keturunanku dan dia satu satunya penerus tunggal dikeluargaku" ucap syaquel
"kau? Kenapa kau tiba tiba datang mengakui sky sebagai putramu? apa kau lupa, saat masih dikandunganku kau sangat jijik untuk mengakui anak itu sebagai darah dagingmu" sarkas silvi
"ya sil aku akui aku memang salah, kesalahanku tidak pantas untuk dimaafkan, tidak apa apa jika kau tidak mengijinkan aku untuk bertemu dengan sky lagi, tapi jangan menyalahkan keluargamu atas semua yang terjadi mereka tidak salah, akulah yang paling bersalah disini sil" syaquel bermohon
"tidak, kalian semua sudah merusak kepercayaanku aku akan pergi dari rumah ini bersama sky, maaf ayah tapi aku ingin hidupku damai bersama sky, aku tetap akan mengelolah perusahaan kau jangan khawatir ayah tapi aku tidak bisa tetap tinggal dirumah ini" ucap silvi
"kau mau kemana nak? Jangan tinggalkan ayah" lirih pak leon
"aku sudah mendapatkan rumah yang akan aku hini bersama anakku dan kalian tidak perlu tahu dimana tempatku tolong biarkan aku hidup tenang" ucap silvi
"dan kau tolong jangan ganggu sky lagi, lupakan jika kau punya seorang putra dariku, kau bisa menikah lagi dan memiliki seorang anak bukan? Jadi biarkan aku hidup tenang bersama sky" sambungnya
silvi beranjak dari sana, sedangkan pak leon berteriak menghentikan silvi agar putri sulungnya tidak meninggalkan rumah ini.
"ayah biarkan saja kakak perlu waktu untuk menenangkan dirinya" ucap ziva
__ADS_1
"mereka mau tinggal dimana nak? Ayah tidak bisa membiarkan mereka pergi" ucap pak leon sambil menitikan air matanya
"ziva benar mas, biarkan silvi menenangkan dirinya dulu baru setelah itu kita bujuk dia agar dia mau kembali lagi dirumah ini" ucap bu liza
"iya ayah kak silvi sedang emosi, jadi ayah jangan menahannya dulu" timpal vanya
"tuan, saya mohon maaf karena kehadiran saya semua jadi seperti ini, saya janji setelah ini saya tidak akan muncul lagi dihadapan keluarga tuan" ucap syaquel dengan sendu
"maafkan keegoisan silvi el, tapi aku sangat berharap suatu saat kau bisa dipertemukan kembali dengan putramu" ucap pak leon
"terima kasih tuan, saya permisi" syaquel pergi dari sana
Silvi memerintah kepada beberapa pengawal agar memasukkan semua kopernya kedalam mobil.
"sky sayang ikut mommy ya" ucap silvi pelan
"kemana mommy?" tanya sky heran
"kita akan pindah" jawab silvi
"pindah?" tanya sky kembali dan silvi mengangguk
"kita tidak tinggal bersama kakek dan nenek lagi mom?" tanya sky
"tidak sayang, tapi sky boleh mengunjungi kakek dan nenek jika sky mau" jawab silvi
"baiklah mom" ucap sky patuh
Semua barang telah dipindahkan kemobil, setelah pamit sebentar dengan keluarganya, silvi mengendarai mobil menuju rumah barunya yang baru saja ia beli kemarin.
Silvi membawa serta pengasuh sky bersamanya karena ia merasa anaknya sudah sangat cocok dengan asuhan gadis selama ini.
"ini rumah kita, apa sky suka?" silvi membuka pintu rumah berlantai dua itu
"bagus mom" jawab sky
"sekarang kita akan tinggal disini" sahut silvi
"kakak adis juga ikut pindah kan?" tanya sky
"tentu sayang" jawab gadis
Silvi membantu sang putra untuk beristirahat dikamarnya, setelah itu ia menunjukkan kamar untuk gadis yang tidak jauh dengan kamar milik sky, lalu setelah itu baru ia menuju kamarnya.
Hari ini sungguh melelahkan dan menyedihkan, walau tega ia tetap harus meninggalkan ayahnya karena ia kecewa dengan perbuatan mereka, tidak hanya ayahnya bahkan adik adiknya ikut andil dalam kebohongan ini.
Selanjutnya hal yang harus ia lakukan adalah berbicara empat mata dengan putranya agar sky melupakan syaquel dan tidak bertemu lagi dengan pria itu.
__ADS_1