Come Back Together

Come Back Together
Bekal makan siang


__ADS_3

Situasi saat sarapan berjalan cukup kondusif, karena silvi tidak masuk dalam pembicaraan ayah dan anak yang duduk didepannya. Melihat keduanya silvi merasa syaquel terlalu memanjakan sky selama ini sehingga sky menjadi sangat manja jika bersama syaquel, berbeda saat sky bersamanya anak itu nampak memperlihatkan sisi dewasanya karena memang didikan silvi yang berbeda.


"daddy kau mau ayam lagi?" tanya sky


"cukup nak daddy sudah kenyang" tolak syaquel karena sejak tadi sky selalu menambahkan makanannya padahal belum habis dipiring.


"bagaimana jika daddy mencoba jamur tiram buatan mommy itu sangat enak? Tapi agak pedas jadi aku tidak bisa memakannya" tunjuk sky


"boleh" jawab syaquel dengan ragu


"tidak" pekik silvi


Sky dan syaquel langsung menoleh pada silvi, wanita itu terlihat cukup tegang saat tangan sky hendak menyentuh piring yang berisi jamur tiram buatannya.


"ada apa mommy?" tanya sky


"daddy mu alergi jamur nak, sebaiknya jangan dimakan" ucap silvi menarik piring yang berisi jamur tiram agar jauh dari skydan syaquel


"benarkah dad?" tanya sky


"iya, tapi daddy rasa tidak masalah jika dimakan sekali lagi pula daddy juga penasaran dengan rasanya" jawab syaquel agar tidak mengecewakan sky


"tidak, aku bilang tidak berarti tidak boleh" tegas silvi


"iya daddy lebih baik jangan, maaf aku tidak tahu jika daddy alergi jamur jadi aku menawarkannya lagi pula itu makanan kesukaan mommy" sahut sky


"tidak apa apa sky tidak perlu berkata seperti itu, dan maafkan aku sil" ucap syaquel tidak enak


"untung saja mommy langsung mencegah jika tidak entah apa yang akan terjadi pada daddy" ucap sky


"benar, mommy mu orang yang sangat perhatian" puji syaquel


"ck, tidak perlu membual, jika tidak ingin mati maka kita harus menjaga kesehatan dengan baik" tutur silvi


Syaquel tersenyum puas, walau jawaban silvi cukup pedas namun ia senang silvi masih mengingat hal sekecil ini, dulu sewaktu tinggal bersama silvi tidak pernah memasak masakan olahan jamur karena ia memiliki alergi terhadap bahan makanan satu itu padahal silvi sendiri sangat menyukai jamur.


"terima kasih untuk sarapannya sil, sky" ucap syaquel


"sepertinya aku harus segera ke kantor, ada meeting sebentar lagi dan aku harus datang lebih awal" imbuhnya sembari melirik arloji yang melingkar ditangannya


"hati hati daddy, kebetulan mommy tidak pergi ke kantor hari ini jika ada waktu daddy datanglah lagi untuk makan siang bersama" sahut sky

__ADS_1


"sky" silvi menggeleng hendak melarang


"mommy, kasihan daddy dia sering melewati makan siangnya" ucap sky dengan nada memelas


"kau tahu dari mana sayang? Tidak mungkin seperti itu iya kan?" silvi memelototi syaquel agar ia menolak tawaran makan siang dari sky


"sebenarnya jadwal daddy cukup padat hari ini nak, tapi akan daddy usahakan" tolak syaquel lembut


"kau dengar itu sayang, daddy sedikit sibuk jadi jangan paksa dia" tambah silvi


"jika begitu kenapa tidak mommy kirimkan makan siang untuk daddy jadi daddy bisa makan siang di kantor" ucap sky tidak mau kalah


"mommy tidak tau alamat kantor daddymu sayang" silvi beralasan


"berikan kartu nama daddy" ucap sky sembari mengadahkan tangannya


"hah?" syaquel nampak kebingungan memberikan alasan pada putranya


"tapi sayang walau mommy tidak ke kantor, mommy tetap harus mengerjakan pekerjaan kantor mommy dirumah jadi mommy tidak punya waktu untuk ke kantor daddymu" ucap silvi sebagai bentuk penolakan


"mommy bisa titipkan pada paman supir, biar paman yang mengantarkan kekantor daddy" sahut sky


"oh my god" silvi menepuk keningnya, putranya ini benar benar cerdas dan tidak mudah untuk di kalahkan


"sebentar daddy lihat dulu, kemungkinan daddy lupa membawanya" ucap syaquel sembari mengeluarkan dompetnya


"biar aku yang mencari dad" sky merampas dompet syaquel


"sky tidak boleh seperti itu sayang" ucap silvi


"hanya sebentar, nah ketemu" sky mengeluarkan kartu nama milik syaquel


"ini daddy aku kembalikan" sky mengembalikan dompet syaquel


"mommy simpan ini dan berikan pada paman nanti beserta bekal makan siang untuk daddy" pinta sky


Mau tidak mau silvi menerima kartu nama itu, silvi meremas benda itu diam diam, ia sangat kesal karena hidupnya harus kembali berurusan dengan pria itu.


"oh iya mommy, untuk makan siang masaklah cumi karena daddy sangat menyukai cumi, iya kan dad?" tanya sky menebak


"ya mommy tahu" sahut silvi tidak suka

__ADS_1


"baguslah berarti mommy masih mengingat semua tentang daddy" goda sky


Syaquel berdehem sambil tersenyum, putranya memang bisa diandalkan.


"apa? bukan begitu sky maksud mommy adalah mommy tahu apa yang akan mommy masak untuk makan siang nanti" ucap silvi beralasan agar syaquel tidak terlalu percaya diri


"oh begitu, yasudah dad bukannya tadi daddy bilang akan ke kantor?" ucap sky menyadarkan syaquel yang terus menatap silvi


"oh iya nak, daddy pergi dulu ya. Silvi maaf aku jadi merepotkanmu" ucap syaquel salah tingkah


"ya daddy jangan sampai daddy telat karena terlalu nyaman menatap mommyku yang cantik itu" goda sky


"ya mommymu sangat cantik" ucap syaquel sebelum ia berlalu pergi


Bukannya senang silvi malah kesal dengan gombalan yang dilontarkan oleh mantan suaminya.


.


.


Waktu makan siang tiba, seorang resepsionis menghubungi syaquel ingin memberi tahu jika seseorang datang untuk mengantarkan bekal makan siang. Tanpa basa basi syaquel langsung menyuruh agar orang itu di antar masuk ke ruangannya.


"selamat siang tuan, saya velix supir bu silviana saya diminta untuk mengantarkan makan siang untuk tuan fernando" ucap velix


"terima kasih banyak pak" syaquel menerima paperbag itu


"sama sama tuan, jika begitu saya pamit undur diri" pamit velix


"ya silahkan, ucapkan terima kasih pada silvi" ucap syaquel


"baik tuan" velix keluar dari ruangan syaquel


Sebuah senyuman mengembang sempurna dibibir syaquel, ia tidak menyangka jika silvi benar benar mengirimkannya makan siang, walau ia tahu semua ini atas perintah sky namun tidak dapat dipungkiri ia benar benar bahagia karena silvi mau melakukan semua ini untuk orang yang ia benci.


Dengan semangat membara syaquel membuka kotak makan itu, terdapat nasi yang cukup banyak, ada pula berbagai macam lauk pauk disana, tidak lupa potongan buah dan mini cake sebagai pencuci mulut, wanita itu bahkan mengirimkan air mineral beserta orange jus, benar benar makan siang yang lengkap.


Sangat lengkap hingga sepucuk surat pun ada didalam paperbag itu. Syaquel membuka surat itu untuk membacanya, iya sangat bahagia layaknya mendapatkan surat cinta dari kekasih atau istrinya.


Untukmu : syaquel exel fernando


Semoga perutmu kenyang dengan makan siang itu sehingga kau tidak lagi meminta makan padaku, kau benar benar merepotkanku.

__ADS_1


Silvi


Isi surat yang dituliskan oleh silvi, syaquel tertawa membayangkan wajah kesal silvi saat menyiapkan bekal makan siang itu.


__ADS_2