Come Back Together

Come Back Together
Pertikaian ibu dan anak


__ADS_3

"sil, bicara yang baik pada anakmu" ucap calvin menenangkan silvi yang nampak emosi


Silvi menarik nafas panjang dan memejamkan matanya, dia sadar sudah marah pada anaknya padahal sky baru saja sembuh dari sakitnya. Semua ini gara gara syaquel pria sialan itu.


"adis hubungi dia sekali lagi dan berikan biar aku yang bicara" pinta silvi


"siapa kak? Daddy nya sky?" tanya gadis memastikan


"ya" jawab silvi singkat


gadis mengambil ponselnya dan menghubungi syaquel sekali lagi.


ponsel syaquel terus berdering diiringi dengan ketukan pintu yang tiada hentinya. Perlahan syaquel membuka matanya walau kepalanya terasa sakit juga pusing mungkin efek dari minuman beralkohol yang ia minum semalam.


Ia bangkit dari ranjang mengambil ponselnya, baru saja ia akan menjawab panggilan dari gadis namun panggilan itu sudah selesai sehingga ia tidak sempat menerima panggilan itu. syaquel meletakkan kembali ponselnya dinakas ia akan menghubungi pengasuh anaknya itu setelah ia membukakan pintu untuk orang yang sedari tadi mengetuk.


"ada apa kim?" tanya syaquel setelah tahu yang mengetuk pintu kamarnya adalah suster kimberli


"maaf el, mommy mu menyuruhku untuk membangunkanmu, beliau bertanya apa kau tidak akan ke kantor karena sekarang sudah hampir jam 9 pagi" ucap kimberly


"apa? jam 9?" tanya syaquel panik


Pria itu masuk lagi untuk mengecek jam diponselnya, benar sekarang sudah pukul 08.40. celaka, ia sudah telat ke kantor dan lebih parah ya ia telat untuk datang sarapan dirumah putranya.


"kim maaf aku harus bergegas" ucap syaquel


"ya baiklah, segeralah" sahut kimberly


Syaquel berlari menuju kamar mandi tanpa menutup pintu kamarnya karena kimberly masih berdiri disana. Setelah telah terdengar suara percikan air dari dalam kamar mandi, kimberly masuk ke dalam kamar syaquel.


Wanita itu menyiapkan satu setel pakaian kantor untuk syaquel, tidak lupa sepatu dan kaos kakinya bahkan pakaian dalam pun lengkap disana. Setelah semua dirasa siap barulah kimberly pergi dari sana.

__ADS_1


Sebuah Handuk melilit dipinggangnya sedangkan selembar handuk kecil dipakai untuk mengeringkan rambutnya yang basah, syaquel terdiam ditempatnya sambil menatap satu setel pakaian yang telah tersedia diatas ranjang.


"siapa yang menyiapkannya?" tanya syaquel pada dirinya sendiri


"apa mommy?" syaquel kembali bertanya tanya namun tak mendapat jawaban


Dari pada membuang waktu lebih baik ia segera bersiap. Berbeda dengan syaquel yang nampak kebingungan keadaan dirumah silvi kini kian memanas, mereka bahkan membatalkan rencana jalan jalan karena mood silvi yang berantakan. yang paling menjengkelkan adalah sky berani beradu mulut dengan mommy nya sendiri hanya karena membela pria tidak tahu diri seperti syaquel.


"cukup sky, semenjak ada syaquel kau berubah menjadi anak yang membangkang" sentak silvi


"silvi jangan bicara begitu" calvin berusaha menengahi


"apa salahku? apa aku salah menginginkan seorang ayah? apa salah jika aku ingin keluarga yang utuh? Jawab mommy?" sky berteriak


"kau berani berteriak pada mommy sky" bentak silvi


ibu dan anak itu saling memandang dengan tajam, suasana menjadi tegang. Semua orang hanya bisa menonton pertikaian mereka.


"tapi mommy keterlaluan uncle, mommy tidak mengizinkan daddy datang ke rumah lagi, aku kan ingin bertemu daddy" ucap sky mengadu pada calvin


"uncle mengerti nak, nanti uncle akan bujuk mommy agar mommy menarik kata katanya tadi yaa" bujuk calvin


"ya uncle" ucap sky patuh


"sekarang masuklah ke kamarmu" ucap syaquel


"baik uncle" sky berlari masuk ke kamar


"aku tidak akan merubah keputusanku calvin" ucap silvi setelah kepergian sky


"kau tidak bisa egois seperti ini silvi, pikirkan psikologis sky kedepannya" sahut calvin mendudukkan silvi ke sofa

__ADS_1


"aku sudah memberi mereka kebebasan calvin, tapi ternyata pria itu tidak tahu diri dan sekarang dia menunjukkan jika dia tidak pantas diberi kesempatan emas itu" ucap silvi dengan amarahnya


"silvi ini lah yang paling ditakuti saat dua orang bercerai sementara ada anak diantara mereka, karena yang paling terkena imbasnya adalah anak, apa kau tidak lihat betapa terlukanya sky tadi? Kau tidak dengar tadi dia mengatakan jika ia menginginkan keluarga yang utuh, apa kau tega melukainya lebih dalam lagi selepas perceraian kalian ini?" ucap calvin panjang kali lebar, sebenarnya jika dipikir lagi keadaan ini adalah kesempatan paling menguntungkan untuknya, jika syaquel tersingkir maka dengan mudah ia bisa masuk dalam kehidupan silvi dan sky, tetapi ia tidak selicik dan sejahat itu bagaimana pun syaquel adalah ayah kandung sky dan dalam keadaan seperti ini sebaiknya ia ikut mengengahi bukan memperumit masalah yang ada.


"aku harus apa vin? Sejujurnya hatiku masih sangat sakit jika bertemu dengan syaquel tapi melihat kebahagian dimata sky aku berusaha menahannya, tapi hari ini pria itu sudah kelewatan, tidak bukan hari ini saja kemarin kemarin ia juga dia sering seperti ini dan itu membuat sky menjadi anak yang pembantah hanya demi membelanya, perlahan dia akan merubah anakku calvin" tangis silvi pecah


Calvin merangkul silvi, barangkali silvi akan tenang didalam pelukannya.


"silvi semua terserah padamu, kau ibunya dan kau yang paling berhak atas sky, tapi perlu kau pikirkan lagi psikis anakmu, bukankah kau bilang jika sky sampai jatuh sakit saat kau berusaha memisahkan mereka? maka jadikan pengalaman kemarin menjadi bahan pertimbanganmu hari ini. Sungguh aku tidak punya maksud untuk menambah beban pikiranmu tapi aku hanya prihatin pada sky, ingat dia adalah korban, korban dari perceraian kalian ini" nasehat calvin


"akan aku pertimbangkan nanti calvin, maaf gara gara semua ini kita harus membatalkan rencana kita" ucap silvi sembari mengurai pelukan diantara mereka


"tidak masalah silvi, lebih baik segera selesaikan masalahmu dengan sky, kasihan dia pasti batin terguncang karena dibentak olehmu" ucap calvin


"apa kau akan pergi?" tanya silvi


"aku ingin berkunjung kerumah uncle william dulu sil, sejak datang kemari aku belum mengunjungi mereka jangan sampai aunty bia menceramahiku karena ini" jawab calvin diiringi candaan


"baiklah, jaga dirimu dan hati hati di jalan" ucap silvi


"ya, jangan lupa kabari aku jika kau tidak sibuk baby" ucap calvin sembari mengedipkan sebelah matanya yang membuat silvi tersipu


"yayaya aku akan menghubungimu setelah bicara dengan sky" sahut silvi


"baiklah sampai jumpa" calvin melambai lalu masuk pada mobilnya


Setelah mobil calvin hilang dari penglihatan silvi hendak masuk ke dalam rumah namun sabuah mobil yang tidak asing memasuki pekarangan rumahnya. Senyum silvi yang sejak tadi terpantri dibibir mungilnya perlahan memudar saat tau siapa tamunya kali ini.


"sil, apa sky .." ucapan pria itu terpotong oleh silvi


"untuk apa lagi kau kemari hah?" sentak silvi

__ADS_1


__ADS_2