
"atau sebenarnya kau tidak rela jika suster tadi melihat tubuhku" goda syaquel
Silvi yang merasa tersinggung pun menekan dengan keras luka syaquel menggunakan kapas sehingga pria itu meringis.
"aw aduh silvi" syaquel meringis kesakitan
"berhenti bercanda" ucap silvi sembari berusaha menetralkan raut wajahnya
"aku hanya bertanya sil, siapa tahu benar begitu" sahut syaquel
"Dalam mimpimu" ketus silvi
"berbalik" pinta silvi, karena dia sudah akan mengobati luka dibagian dada dan perut syaquel
Pria itu membalikkan tubuhnya menghadap silvi yang sedang duduk disamping ranjang, posisi mereka cukup intim karena silvi memajukan tubuh dan wajahnya ketubuh syaquel yang saat itu sedang bertelanjang dada, silvi terlihat serius mengobati luka lukanya sementara ia sibuk menahan diri untuk tidak melakukan hal hal diluar nalar pada mantan istrinya itu sebab ia sudah sangat tergoda pada bibir merah nan seksi didepannya.
"apa kau tidak bisa menghindari serangan preman itu sehingga lukamu separah ini?" silvi memecah keheningan agar tidak terasa canggung
"susah" jawab syaquel singkat
"padahal aku lihat kau sangat jago saat melumpuhkan ketiga preman sebelumnya" ucap silvi lagi
Syaquel tidak menjawab, pria itu sibuk menyelami lamunannya sambil menatap wajah silvi yang cantik.
"aku bertanya padamu" silvi mendongak karena syaquel tidak meresponnya
bukannya tersipu malu silvi malah jadi kesal karena syaquel tidak berhenti menatapnya sedari tadi.
"sepertinya matamu juga harus aku perban" ketus silvi namun syaquel masih belum bereaksi
"el" pekik silvi membuat syaquel terlonjak kaget
"ada apa sil?" tanya syaquel
"kau keterlaluan, aku berbicara denganmu dari tadi tapi kau malah asik melamun, aku akan menutup matamu itu menggunakan plester lihat saja" ancam silvi, ia mengerjakan dengan cepat tugasnya agar ia bisa segera menjauh dari pria satu ini.
"sil maaf maafkan aku, aku sedang banyak pikiran" ucap syaquel, tapi kali ini silvi yang enggan menjawab
"kau marah? Maafkan aku" ucap syaquel lagi, bagaimana ini kesalahan lain saja belum di maafkan sekarang ia sudah membuat kesalahan baru, oh betapa bodohnya.
"silvi bolehkan kita bicara dari hati ke hati?" tanya syaquel
"selesai, maaf ya aku sedang banyak pekerjaan" silvi beranjak dari duduknya
__ADS_1
"sil sebentar" tahan syaquel
"aku ingin kita bicara sebentar saja, ayo kita bahas mengenai kita .." syaquel tidak melanjutkan ucapanya karena silvi memotongnya dengan cepat
"apa lagi yang hendak kau bicarakan? Aku rasa tidak perlu lagi ada pembicaraan" ucap silvi lalu melengganggang menuju sofa tempatnya bekerja
Syaquel kembali menatap silvi dari kejauhan, bagaimana cara menaklukkan hati silvi, sungguh setelah hari ini ia tidak rela jika silvi dimiliki pria lain.
Waktu pun dengan cepat berlalu, pekerjaan silvi pun telah selesai ia membereskan laptop dan beberapa berkas penting yang sempat ia bawa, ia kemudian melihat kearah syaquel pria itu tidak istirahat dari tadi padahal ia memiliki waktu senggang yang bisa ia pergunakan untuk beristirahat agar tubuhnya bisa fit kembali.
Sebuah pesan masuk dari gadis pengasuh anaknya yang mengatakan bahwa mereka sudah waktunya pulang, silvi kemudian membalas pesan itu meminta mereka agar tidak kemana mana dan menunggunya.
Silvi mendekati ranjang pasien syaquel untuk berpamitan karena ia harus segera menjemput syaquel disekolahnya.
"aku harus pergi menjemput sky disekolah" pamit silvi
"baiklah, berhati hatilah silvi dan sebaiknya kau menggunakan pengawal yang bisa menemanimu kemana pun agar jika terjadi hal tidak diinginkan seperti kemarin kau tidak sendirian" pesan syaquel
"jangan mendoakan yang tidak baik seperti itu" ucap silvi
"aku hanya berpesan agar kau lebih waspada sil" sahut syaquel
"baiklah, aku pergi dulu sebaiknya kau beristirahat supaya saat sky datang menjengukmu kau dalam keadaan fit" ucap silvi lalu meninggalkan ruangan syaquel
"mommy" teriak sky
"kau happy?" tanya silvi
"sangat mommy, aku sangat bahagia aku bertemu dengan banyak teman" ucap sky antusias
"baiklah kau bisa bercerita lebih banyak lagi setelah kita masuk ke mobil, disini sangat panas" ucap silvi
"ayo mommy" sky mengandeng tangan silvi disisi kanannya sementara sisi kirinya ia menggandeng tangan gadis
Silvi mengendarai mobilnya menuju rumah nya, ia berniat membawa sky ke rumah sakit sore nanti tapi sebelum itu ia harus menjelaskan lebih dulu mengenai keadaan daddy nya.
"mommy aku sudah punya teman, ada ... Ada 3 orang mommy, temanku ada 3" ucap sky sembari menghitung temannya
"oh ya? Siapa namanya?" tanya silvi
"ada fellycia, justin, dan kendrick" sebut sky
"wah pasti fellycia adalah yang tercantik" ucap silvi
__ADS_1
"jelas mom, sedangkan kami bertiga adalah yang tertampan" sahut sky
"benar benar, jadi kalian bertiga harus menjaga fellycia karena dia satu satunya anak wanita yang ada dalam pertemanan kalian" pesan silvi
"iya mom, tapi felly sedikit cengeng tidak seperti mommy yang kuat dan tegar" ucap sky
"karena dia masih kecil sayang, jika sudah besar nanti pasti ia akan jauh lebih kuat dari mommy" ucap silvi
"kapan kapan aku ingin mengundang mereka kerumah untuk main dan belajar bersama, aku juga harus mengenalkan teman temanku pada mommy dan juga dad.." sky tidak melanjutkan ucapannya karena ia baru sadar jika setelah hari ini mereka akan sulit untuk bertemu
"mommy akan menyambut mereka dengan berbagai makanan juga cemilan sehat, dan kau harus meminta daddy menjadi guru kalian nanti saat belajar" ucap silvi yang menyadari perubahan ekspresi dari sang putra
"apakah boleh?" tanya sky
"kenapa tidak? Kau harus perlihatkan pada teman temanmu jika sky punya keluarga yang lengkap dan harmonis" ucap silvi
"terima kasih mommy" ucap sky dengan semangat
"sama sama sayang" silvi tersenyum melihat keceriaan sang putra kembali terpancar
Setelah sampai dirumah silvi langsung membantu sky mengganti pakaian.
"mommy ingin bicara hal penting pada sky" izin silvi
"kenapa harus minta izin dulu mom" ucap sky
"begini sayang, sebentar sore mommy ingin mengajakmu kerumah sakit" ucap silvi perlahan
"memangnya siapa yang sakit mom?" tanya sky
"daddy nak" jawab silvi
"apa? Daddy? Daddy kenapa mom?" tanya sky, anak itu terlihat sangat terkejut dan sedih
"sesuatu telah terjadi pada daddy sehingga ia harus dirawat dirumah sakit, mommy ingin mengajakmu untuk menjenguknya sore nanti" jawab silvi
"kenapa tidak sekarang saja mom? Aku ingin melihat keadaan daddy? Apa daddy sakit parah?" ucap sky dengan cemas
"sore saja kita pergi sky, kau tidak perlu khawatir mommy baru saja dari sana mengantarkan makanan untuk daddy dan dia sebentar lagi akan sembuh" jawab silvi menenangkan putranya
"mommy sudah pergi melihat daddy dan aku tidak di beritahu? kenapa mommy malah menyembunyikan hal ini dariku?" sky pun menangis meraung raung, ia bahkan merajuk pada ibunya karena tidak segera mengabarkan hal sebesar itu padanya.
Hal itu membuat silvi pusing, mau tidak mau silvi segera membawa putranya saat itu juga kerumah sakit agar sky berhenti menangis.
__ADS_1