Come Back Together

Come Back Together
Memohon


__ADS_3

"A..ayah mertua" ucap syaquel terbata bata sebab ia kaget dengan keberadaan mertuanya yang ada dipojok dapur


"mau apa kau kemari?" suara bariton pak leon memecah ditelinga syaquel


"ayah mer.." ucapan syaquel terhenti saat pak leon mengangkat tangan kanannya pertanda agar ia berhenti bicara


"jangan pernah memanggilku seperti itu karena aku tidak pernah menganggapmu sebagai menantuku" ucap pak leon penuh penekanan


Syaquel mengangguk tanda mengerti, ia menarik nafasnya dalam dalam untuk menetralkan rasa gugup dan takut pada dirinya.


"maaf tuan" syaquel meminta maaf atas kelancangannya


"sekarang pergi dari rumahku, apa kau itu manusia yang tidak punya sopan santun? Masuk kerumah orang secara diam diam seperti penjahat" usir pak leon


"tuan maaf jika saya lancang dan sudah tidak sopan, maksud kedatangan saya ke kediaman tuan karena ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan tuan" ucap syaquel dengan tatapan memohon


Pak leon tertawa sinis,


"apa lagi yang harus dibicarakan hah? Keluargaku tidak punya urusan lagi dengan bajingan sepertimu" hina pak leon


"tuan saya mohon beri waktu saya sebentar saja untuk bicara" syaquel memohon


"aku tidak punya waktu luang, pergi" bentak pak leon


"tidak tuan, sebentar saja saya mohon" desak syaquel


"kau tuli hah? Aku bilang pergi dari rumahku, kau mau keluar sendiri atau diseret oleh pengawalku?" berang pak leon sedikit berteriak


"tuan saya mohon beri saya kesempatan kiranya 5 menit saja" syaquel bahkan berlutut sembari memegangi kaki pak leon


"ck, bangun brensek" pak leon menarik dengan kasar kakinya namum syaquel benar benar memegangi kakinya dengan erat


"tuan, tuan saya mohon bujuk silvi agar membatalkan niatnya untuk bercerai" syaquel menjeda kalimatnya dan mempererat pegangannya dikaki pria paruh baya itu.


"tuan saya tidak ingin bercerai dengannya, sungguh saya sangat mencintainya hanya saja saya menununjukkan perasaan itu dengan cara yang salah, saya malah menyakitinya" lanjut syaquel


"maka simpan saja cintamu yang bodoh itu, sebab anakku silvi tidak pantas mendapatkannya darimu" sarkas pak leon

__ADS_1


"tuan, saya berjanji jika saya diberi kesempatan maka saya akan memperbaiki semuanya, saya akan menebus kesalahan yang sudah saya perbuat, saya akan menyayangi mereka dengan segenap hati dan jiwaku" ucap syaquel dengan sungguh sungguh


"lepaskan kakiku dan dengar baik baik," pak leon menjeda ucapannya agar syaquel melepaskan kakinya


"keputusan yang silvi ambil saat ini sudah sangat benar dan baik untuk keselamatannya juga anaknya, pria ringan tangan sepertimu tidak pantas untuk diberi maaf apalagi kesempatan camkan itu" ucap pak leon dengan tegas


"tuan saya tahu silvi pasti sangat benci dengan saya, apa yang sudah saya lakukan padanya benar benar sudah melewati batas tapi kami punya anak tuan, tolong pikirkan lah hal itu" syaquel terus memohon dengan posisinya yang masih berlutut


"cucuku tidak butuh seorang ayah sepertimu, dan yang harus kau tahu aku memang sengaja mempercepat proses perceraian kalian ini sebab aku akan menikahkan silvi dengan seorang pria yang jauh lebih baik darimu" ucap pak leon dengan lantang


Syaquel terduduk sempurna dilantai bahkan lututnya tidak mampu menopang tubuhnya yang seakan hancur mendengar berita satu ini. Tidak ada lagi harapan baginya untuk bisa hidup bersama sang istri juga anaknya.


"siapa tuan? Boleh saya tahu siapa pria itu?" tanya syaquel dengan lirih


"kau tidak perlu tahu siapa orangnya, yang jelas pria ini lebih layak untuk menjadi suami dan ayah untuk cucuku" tekan pak leon


Syaquel menghapus air matanya yang hendak jatuh membasahi pipinya, ia lalu berusaha untuk berdiri dari duduknya. Jika memang ia tidak bisa mendapatkan sang istri kembali setidaknya ia harus memperjuangkan darah dagingnya.


"baiklah tuan, jika memang kebahagiaan silvi ada pada pria itu saya tidak akan menghalanginya" syaquel menelan salivanya dengan susah payah rasanya tenggorokannya seperti tercekat mengucapakan semua ini


"apalagi yang kau inginkan? Katakan, dan segera pergi dari rumahku" ucap pak leon tegas


"Beritahu aku nama lengkap putraku?" ucap syaquel


"untuk apa kau ingin tahu, perlu kau garis bawahi anak itu hanya milik silvi" ucap pak leon


"tuan jangan salah faham, saya tidak akan mengambilnya dari silvi saya cukup tahu diri untuk bisa memilikinya tuan, namun bagaimana pun kenyataannya anak itu tetaplah keturunanku dan darahku mengalir ditubuhnya. Saya ingin mengalihkan kepemilikan perusahaan untuknya, jadi penting untuk saya tahu nama putraku" ucap syaquel


Pak leon diam seribu bahasa, ia hanya menatap syaquel dalam dalam mencari keseriusan pria ini dengan ucapanya tadi.


"saya akan segera menyiapkan dokumennya tuan secepatnya, siapa pun dari kalian boleh langsung mengelolah perusahaan itu sembari menunggu putraku dewasa dan mengambi alih perusahaannya sendiri" lanjut syaquel


"kau sedang menipuku kan? Kau ingin tahu data diri cucuku agar kau bisa merampas hak asuhnya?" tuduh pak leon


"tidak tuan, sungguh tuan bisa memenjarakanku jika saya berani menipu tuan" ucap syaquel


"aku ingin dokumen itu kau serahkan padaku besok" syarat pak leon

__ADS_1


"tuan beri saya waktu setidaknya 2 hari sebab banyak yang harus saya urus untuk mengalihkan nya" ucap syaquel meminta kebijaksanaan pak leon


"aku tidak sedang bernegosiasi" ucap pak leon


"Gyan Skyler Smith" lanjut pak leon


Syaquel cukup merasa sesak didalam hatinya, mendengar nama belakang sang putra yang ternyata tidak menggunakan nama keluarganya.


"baiklah tuan besok, saya akan mulai mengurusnya hari ini" syaquel menyanggupinya walau ia tidak tahu apa ia bisa menyelesaikannya secepat itu


"kita akan bertemu di restoran steakhouse jam 5 sore" ucap pak leon


"sekarang pergi dari rumahku dan jangan datang lagi" usir pak leon.


"baik tuan terimakasih atas waktunya" syaquel pamit dari sana


Pak leon menatap punggung kokoh yang semakin menjauh, entahlah perasaan apa yang ia rasakan saat ini ia pun bingung untuk menafsirkannya.


Ia memutar tubuhnya hendak meninggalkan dapur yang menjadi saksi bisu bertemunya ia dan dengan pria yang telah melukai anaknya, namun langkahnya terhenti saat melihat sosok istrinya yang telah berdiri diujung tangga, dari tatapan mata wanitanya pak leon bisa tahu jika istrinya sudah sedari tadi berada disana ada mendengar seluruh percakapannya dengan syaquel.


"apa yang kau lakukan mas?" bu liza memecah keheningan


"aku yakin kau sudah tahu semuanya sayang" ucap pak leon tanpa ingin berbasa basi


"ya aku memang melihat dan mendengar semuanya" bu liza berterus terang


"apa kau tidak sadar bahwa kau telah melakukan kesalahan mas?" lanjut bu liza


"aku tahu sayang, tapi aku melakukan itu untuk melihat ketulusan pria itu pada putranya" jawab pak leon


"apapun alasanmu mas kau telah dengan sengaja memberitahu data diri cucumu, dan silvi pasti sangat marah untuk hal ini" ucap bu liza


"ayo kita bicarakan dikamar" pak leon lalu membawa istrinya ke kamar untuk membahas hal ini.


Ditempat lain syaquel mulai sibuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk mengalihkan perusahaan keluarga fernado menjadi atas nama Sky,


"bagaimana aku bisa mendapatkan tanda tangan daddy secepat ini, bahkan keberadaannya saja aku tidak tahu" syaquel bertambah frustasi

__ADS_1


__ADS_2