Come Back Together

Come Back Together
Mulai berinteraksi


__ADS_3

Syaquel menatap silvi yang ada dipojok ruangan itu, sungguh ia tidak tega melihat mantan istrinya menangis pilu seperti itu namun apa dayanya ia tidak dapat menggapai tubuh silvi karena wanita itu pasti sangat marah.


"Gadis, apa kalian sudah sarapan?" tanya syaquel pelan


"belum tuan" jawab gadis berbisik


"tolong cari makanan untuk kalian berdua, jangan sampai kalian sakit karena kalian telah melewati waktu sarapan" pinta syaquel sembari memberika beberapa lembar uang untuk gadis


"baik tuan" gadis pamit pergi tanpa mengganggu silvi yang masih menangis pilu.


Sekepergian gadis, syaquel mengumpulkan keberaniannya untuk mendekati silvi. Ia mendaratkan bokongnya disamping silvi yang masih sesegukan.


"sil sudahlah, semua akan baik baik saja" ucap syaquel memenangkan tanpa menyentuh tubuh wanita itu


"aku tidak bisa memaafkan diriku, sky seperti ini karena keegoisanku sungguh aku merasa telah menjadi ibu yang jahat bagi putraku" silvi kembali menumpahkan air matanya


"silvi dengarkan aku, apa gunanya menyalahkan diri hum? semua sudah seperti ini sebaiknya kita berdoa dan berharap yang baik baik untuk kesembuhan anak kita" sahut syaquel


"tapi jika aku menurunkan egoku sedikit saja dan memberikan kebebasan pada sky untuk bertemu denganmu mungkin semua tidak akan seperti ini el" silvi sangat sangat menyesali perbuatannya satu ini


Baru saja syaquel akan merangkul tubuh rapuh silvi tiba tiba gerakannya terhenti saat sky memanggilnya pelan


"daddy" lirih sky


Syaquel bangkit diikuti oleh silvi, mereka sama sama melihat respon yang diberikan oleh anak mereka. Perlahan lahan jari jemari sky bergerak dan diikuti dengan kelopak mata yang mulai terbuka


"nak kau sadar sayang" ucap silvi penuh harap


Syaquel menampilkan senyum terbaiknya sembari mengelus pucuk kepala putranya.


"mom dad" suara lemah sky membuat kedua orang tuanya bernafas cukup lega


"ya jagoan, mommy dan daddy ada disini, Kau baik baik saja bukan?" sahut syaquel


Sky mengangguk disertai senyum tipis sebagai jawaban.


"sebentar, mommy panggilkan dokter dulu" silvi bergegas untuk memanggil dokter rea


sementara syaquel dan sky saling melempar senyum senang dapat bertemu kembali walau dengan keadaan menyedihkan seperti ini


"bagaimana bisa daddy ada disini?" tanya sky menatap ayahnya penuh selidik


"tentu saja bisa, demi jagoan daddy apapun pasti bisa" jawab syaquel


"apa mommy tidak marah?" tanya sky lagi


"memangnya tadi mommy terlihat marah hum? tentu saja tidak" jawab syaquel

__ADS_1


"benarkah?" tanya sky lagi


Dokter rea diikuti salah satu perawat memasuki ruangan rawat sky, mereka memeriksa anak tampan itu dengan serius.


"syukurlah silvia, sky mengalami peningkatan yang drastis dan sekarang ia baik baik saja" jelas dokter rea


"terimakasih rea" sahut silvi


"semua berkat doa dan semangat dari kedua orang tua hebat seperti kalian" ucap rea sembari melirik pria yang wajahnya sama persis dengan pasiennya


"kalau begitu saya tinggal dulu ya, sky sayang makanlah yang banyak agar cepat sembuh" pesan dokter rea


"siap dokter" sahut sky


Silvi mendekati putranya yang ada diranjang pasien, sebelumnya sky meminta agar ia bisa duduk sambil bersandar disandaran ranjangnya dan syaquel membantu agar putranya nyaman dengan posisi itu.


"sky, maafkan mommy ya" ucap silvi


"mommy tidak berbuat salah" sahut sky


"tentu saja mommy salah karena telah menentang kebebasanmu, mommy tidak tahu jika kerinduanmu pada daddy mu bisa menyebabkanmu sakit seperti ini" ucap silvi


"bro, katakan pada mommymu bukan mommy yang salah tapi daddy karena daddy yang tidak datang menemuimu" bisik syaquel namun tentu saja dapat didengar oleh silvi


"ya mom, mommy tidak salah tapi daddylah yang bersalah" sky menghapus jejak air mata silvi


Silvi tersenyum sambil terkekeh kecil. Ia menangkap tangan mungil sky lalu mengecupnya.


"thankyou mommy" sky berteriak girang


"sama sama anakku" silvi mengecup wajah putranya yang pucat


Tidak lama kemudian datanglah gadis dengan dua paperbag ditangannya


"sky sudah siuman sayang? Oh syukurlah" ucap gadis dengan girang


"kakak apa yang kau bawa? Apa makanan? Perutku lapar" tutur sky


"baiklah jika begitu makanlah sepuasmu" ucap syaquel


Gadis menata makanan yang ia beli dibantu oleh silvi, setelah itu silvi menyiapkan makanan untuk putranya terlebih dahulu agar sky bisa segera makan.


"Sky, sup sayurnya enak sekali apa kau mau?" tanya silvi, sebab ia harus menyesuaikan selera sky yang sedang sakit


"mau mom, aku ingin sayuran dan sertakan nasi ya mom" pinta sky


"baiklah nak" silvi segera menyediakan makanan yang diinginkan oleh sky

__ADS_1


"ayo mommy akan menyuapimu" silvi mengaduk makanan milik sky dan hendak menyuapi kemulut sang anak


"biar aku saja sil, kau melewati sarapanmu jadi pergilah makan" syaquel menahan tangan silvi yang hendak menyuapi sky


"iya mom, biar daddy yang suapi aku" timpal sky


Silvi mengangguk pasrah dan dengan cepat ia menarik tangannya dari genggaman sky, ia harus tetap menjaga jarak dengan mantan suaminya itu.


Sky terlihat gembira disupi oleh syaquel, sesekali silvi tersenyum melihat interaksi keduanya yang sudah sangat akrab, wajar saja jika mereka sangat dekat karena memang mereka berdua sudah bersama sejak sky masih kecil secara tidak langsung syaquel ikut andil dalam membesarkan anaknya hingga sekarang ini.


Ponsel syaquel berdering sehingga ia berhenti untuk menyuapi sky, ia menjawab panggilan itu ditempatnya seakan tidak ada yang perlu disembunyikan didepan anak dan mantan istrinya.


"iya mom, tunggu aku disana setelah anakku selesai makan aku akan langsung mengantar mommy pulang, katakan pada sustermu untuk menunggu sebentar" ucap syaquel sebelum mematikan panggilan itu


"daddy mau pergi?" tanya sky


"nak maafkan daddy, ayo makan lagi" syaquel kembali menyuapi anaknya


"begini boy sebenarnya mommy nya daddy sedang kontrol kesehatan dirumah sakit ini juga dan tujuan daddy kemari adalah untuk menjemput mommy nya daddy pulang tapi kebetulan sekali daddy bertemu dengan mommy mu diluar lalu mengajak daddy untuk menjenguk sky disini, makanya itu daddy jadi lupa jika mommy nya daddy sudah harus kembali kerumah" jelas syaquel panjang lebar


"oma sakit?" tanya sky


Silvi dan syaquel saling lirik, entah siapa yang mengajari sky untuk memanggil ibunya seperti itu namun jauh dilubuk hati syaquel yang paling dalam ia sangat senang jika putranya mengakui ibunya sebagai bagian dari keluarganya.


"oma hanya tidak bisa berjalan jadi harus diterapi agar oma bisa berjalan lagi" jawab syaquel


"daddy, apa omaa tidak ingin menjenguk sky?" tanya sky


Lagi lagi pertanyaan sky membuat kedua insan didepannya saling bertukar pandangan. syaquel tidak tahu harus menjawab apa sehingga ia hanya diam membisu berharap silvi dapat menjawab pertanyaan kali ini dengan bijak tanpa mengecewakan sky.


"apa tidak boleh mom?" tanya sky lagi karena ia tidak mendapat jawaban dari daddy nya


"tentu bisa sayang, minta daddy untuk mengajak oma datang menjenguk mu siapa tahu kedatangan oma bisa membuat sky semakin sehat bukan?" ucap silvi tulus


"yey, daddy ajaklah oma kemari sebentar saja baru setelah itu pulang" pinta sky


"baiklah nak, habiskan dulu makanan terakhirmu" syaquel menyodorkan potongan potongan buah pada anaknya


"biar aku saja, pergilah temui orang tuamu" sahut silvi


"apa kau serius?" tanya syaquel sedikit berbisik


"jadi menurutmu aku bercanda" sahut silvi dengan tatapan tajamnya


"tapi semua ini tidak perlu sil" tutur syaquel


"kau ingin mengecawakan anakmu hah?" silvi lagi lagi melemparkan tatapan tajamnya

__ADS_1


"baiklah" syaquel pamit kepada sky untuk keluar sebentar


Diparkiran bu candra menunggu dengan sabar putranya, ia tidak marah karena ternyata putranya sedang membesuk cucunya yang sedang sakit. Sungguh jika ia tidak memikirkan perasaan silvi yang sudah ia lukai selama menikah dengan putranya ia ingin sekali menemui sang cucu yang sudah sangat ia rindukan selama 4 tahun ini.


__ADS_2