Come Back Together

Come Back Together
menjenguk daddy


__ADS_3

Sky menarik tangan ibunya agar mempercepat langkahnya menuju ruangan daddynya, silvi hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan sang anak yang sangat berlebihan jika menyangkut syaquel.


"santai saja sky, kita sudah hampir sampai diruangan daddy" ucap silvi


"yang mana ruangan daddy?" tanya sky


"itu" silvi menunjuk sebuah ruangan yang ada dipojok


Sky meninggalkan silvi dan berlari menuju ruangan syaquel.


"daddy" teriak sky


Syaquel yang sedang tertidur pun tersentak kaget mendengar teriakan anaknya yang menggelegar dan disertai tangisan.


"daddy, kenapa daddy tidak mengabariku jika daddy sedang sakit?" ucap sky disela sela tangisnya, anak itu berdiri disamping ranjang pasien sambil menangis kencang


"kau kemari dengan siapa nak?" syaquel mengangkat tubuh sky untuk dinaikkan ke ranjangnya, ia melirik kearah pintu namun tidak ada siapapun selain sky yang baru saja datang sambil menangis


"daddy jawab pertanyaanku, kenapa daddy tidak mengabariku ku jika daddy sedang sakit? Dan daddy sakit apa? Apa yang sakit?" cecar sky


"oh baiklah, kau tenang dulu boy dan berhenti menangis, bukannkah daddy pernah bilang seorang pria tidak boleh cengeng, itu memalukan" ucap syaquel sembari menghapus jejak jejak air mata anaknya dipipi gembul itu


Silvi sampai didepan pintu ruangan sky yang masih terbuka, ia pun masuk dengan disambut senyuman manis dari mantan suaminya yang sedang berbicara dengan anak mereka.


"maaf jika sky mengganggu istirahatmu" ucap silvi memotong pembicaraan mereka


"mommy curang, mommy sering datang menjenguk daddy tapi tidak pernah mengajakku" ucap sky yang mulai merajuk


"apa? Tidak sering sayang, mommy baru saja datang pagi tadi" dusta silvi


"kau yakin? Lalu yang kemarin?" goda syaquel


"kau jangan bicara sembarangan, atau kau harus mengurus dirimu sendiri hingga sembuh" ancam silvi


"oh tidak tidak, jangan mengancam seperti itu mommy nya sky" ucap syaquel cepat


"daddy jadi kau sakit apa? suhu badanmu terasa biasa saja" tanya sky


"daddy tidak sakit sky" jawab syaquel


"tidak mungkin dad, orang sehat tidak mungkin dirawat disini" sahut sky


"ya itu benar, kau semakin pintar ya. Kata mommy kau sudah sekolah kan? bagaimana hari pertama mu sekolah ayo ceritakan pada daddy?" syaquel mengalihkan pembicaraan putranya


"aku sangat senang daddy, disekolah aku diajari oleh miss yang sangat baik dan aku punya banyak teman juga" ucap sky antusias

__ADS_1


"oh ya? Jika begitu jadilah anak yang pintar dan railah peringkat dikelasmu" ucap syaquel


"iya daddy aku akan belajar dengan giat supaya bisa membanggakan daddy dan mommy" ucap sky


Syaquel tersenyum lalu mengelus kepala anaknya, begitu pula dengan silvi yang sedari tadi diam saja mendengarkan pembicaraan kedua pria berbeda usia itu.


Setelah obrolan panjang itu silvi mengajak sky untuk pulang, waktu sudah akan berganti malam dan sky sudah terlalu lama disana sampai syaquel tidak punya waktu beristirahat, tentu saja silvi khawatir hal itu akan mengganggu pemulihan mantan suaminya.


"ayo sky, kita pulang dulu besok setelah pulang sekolah mommy akan membawamu kemari lagi" bujuk silvi


"mommy bagaimana jika kita menginap saja?" tawar sky


"tidak bisa sayang" sahut silvi cepat


"kenapa?" tanya sky


"besok sky harus sekolah bukan? jadi lebih baik sky pulang agar besok tidak telat kesekolah" syaquel membantu silvi mencari alasan


"baik.." ucapan sky terhenti saat ada seseorang yang datang keruangan ayahnya


"permisi, el" panggil kimberly, raut wanita itu langsung berubah ketika melihat silvi dan putranya ada disana


"hay aunty suster" sapa sky,


"iya aunty, aku datang untuk menjenguk daddy" jawab sky


"oh begitu" kimberly tersenyum lalu beralih pada syaquel yang memangku sky


"el aku datang untuk menjemputmu, kata mommy jika kau sedang tidak beristirahat dia ingin kau ke kamar rawatnya karena ada yang ingin beliau bicarakan" ucap kimberly


"oma? Apa oma juga sedang sakit?" tanya sky


"iya nak, oma juga sedang dirawat dirumah sakit ini" jawab syaquel


"kalau begitu ayo kita jenguk oma dad" pinta sky


"tentu, oma pasti sangat senang atas kunjunganmu" ucap syaquel


Kimberly bergerak mengambil kursi roda yang akan dipakai oleh syaquel. Silvi hanya diam sembari melihat pergerakan yang dilakukan oleg kimberly, ia cuek saja walau sebenarnya ia merasa kurang senang dengan sikap suster itu.


"ayo el biar ku bantu" ucap kimberly


"aunty suster tidak perlu repot repot, biar mommy yang melakukannya" ucap sky


Silvi yang sejak tadi diam saja tersentak saat sang anak menyebutkan dirinya.

__ADS_1


"hah? tidak apa apa jika suster kimberly ingin melakukannya sky, kelihatannya juga daddymu senang senang saja" sindir silvi


"apa? Sil kau jangan mengada ngada" sahut syaquel


"ayo sky kita duluan saja ke kamar oma" ajak silvi sembari menurunkan sky dari ranjang pasien syaquel


Syaquel memasang wajah cemberutnya melihat kepergian silvi dan sky dari kamar rawatnya.


"ayo el" kimberly membantu syaquel untuk pindah ke kursi roda


"kim, sesungguhnya aku tidak memerlukan kursi roda ini lagi, aku bahkan bisa berjalan ke kamar mommy tanpa dibantu oleh siapapun" tolak syaquel dengan halus


Kimberly hanya mengangguk sembari tersenyum saat syaquel menolak bantuannya, pria itu pun berjalan beriringan bersama kimberly menuju ruangan tempat ibunya dirawat.


"oma mommy dan daddy jahat, mereka tidak beritahu sky jika oma sedang sakit" keluh sky


bu candra tertawa sambil membelai rambut sang cucu yang terlihat sangat menggemaskan dengan wajah cemberutnya.


"mommy dan daddy tidak seperti itu nak, oma lah yang meminta mereka untuk tidak mengatakan apapun pada sky, karena oma tidak ingin cucu oma yang tampan ini cemas dan khawatir" jelas bu candra


tidak lama kemudian datanglah syaquel bersama dengan kimberly yang terus menempel dengan alasan membantu syaquel yang sedang sakit.


"kau tidak menggunakan kursi roda el? Apa kau sudah baik baik saja?" tanya bu candra


"ya mom, aku sudah sangat baik" jawab syaquel apa adanya, biarlah silvi berfikir apa tentangnya ia juga tidak ingin terus terusan merepotkan wanita itu, ia akan berusaha mengambil hati silvi dengan cara yang lebih baik tidak dengan memanfaatkan kondisinya.


"mommy sendiri bagaimana keadaanmu?" lanjut syaquel


"seperti yang kau lihat, mommy sudah jauh lebih baik dari yang kemarin" jawab bu candra


"kalau begitu jangan melakukan tindakan bodoh lagi seperti yang sudah sudah" sahut syaquel


"ya maafkan mommy" jawab bu candra


"sil terima kasih ya untuk makanan yang kau bawakan tadi sangat lezat" sambung bu candra


"iya sama sama nyonya" ucap silvi


"dengan memanggilku seperti itu sangat memperjelas jarak diantara kita sudah sangat jauh silvi" ucap bu candra dengan raut kesedihannya.


"jangan bicara begitu nyonya, saya hanya ingin menjaga sopan santun pada orang yang lebih tua" sahut silvi


"baiklah aku tidak memaksamu" ucap bu candra


Keadaan kemudian menjadi tegang hanya terdengar suara celoteh sky yang sedang berbicara dengan bu candra.

__ADS_1


__ADS_2