Come Back Together

Come Back Together
Mabuk


__ADS_3

Walaupun harapan nya terasa mustahil, namun tetap saja syaquel tidak rela jika silvi dimiliki oleh pria lain, bolehkah ia seegois ini? Entahlah yang terpenting ia harus mengirim seseorang agar kencan romantis silvi dan calvin gagal.


"daddy kenapa buru buru pulang?" tanya sky yang mengantarkannya hingga teras rumah


"sky dengarkan daddy ya, katakan pada mommy jika besok kau akan ikut dengan mereka oke?" bisik syaquel


"tapi aku sudah terlanjur menolak tadi daddy" ucap sky


"katakan saja jika kau berubah pikiran" saran syaquel


"tapi kenapa aku harus ikut dad? Sangat tidak seru jika jalan jalan tanpa daddy" ucap sky


"sky jagoannya daddy, dengar baik baik kau harus menjaga mommy dari uncle calvin jangan sampai mereka pergi berdua saja dan tanpa kita ketahui ternyata uncle melamar mommy secara tiba tiba, apa kau mau mommy di ambil oleh uncle calvin hum?" ucap syaquel merasuki anaknya


"no dad, mommy milik daddy dan tidak boleh diambil oleh siapa pun termasuk uncle" sahut sky


"jika begitu kau harus menjadi bodyguard sekaligus mata mata yang akan mengintai mommy dan uncle oke?" pinta syaquel


"siap daddy, pokoknya uncle tidak bisa dekat dekat dengan mommy" ucap sky


"kalau begitu daddy akan segera pulang, dan kau awasi mommy mu lalu kabari daddy lewat ponsel kakak gadis mengerti?" tanya syaquel


"mengerti daddy, jaga diri daddy" sky melambaikan tangannya dan berlari masuk ke rumah untuk segera mengawasi mommy nya.


Diperjalanan menuju rumah, syaquel memperlambat laju mobilnya pandangannya terasa kosong akibat hati dan fikirannya yang sedang kacau saat ini. Jangan sampai ia kecelakaan dijalanan karena kurang fokus saat menyetir.


Syaquel berhenti di sebuah club malam yang dulu sering ia kunjungi, ia tidak berniat untuk bersenang senang namun syaquel merasa ia butuh 1 atau 2 gelas minuman untuk menenangkan pikirannya.


Dengan langkah lebar ia memasuki club malam itu menuju meja bar, ia meminta segelas minuman beralkohol. Sembari menunggu pesanannya para wanita mulai mengerumuninya dimeja itu dan itu sangat membuatnya risih.


"jangan menyentuhku" sentak syaquel dengan kesadaran penuh


"oh ayolah,jangan bilang kau lupa denganku tuan? " ucap seorang wanita penghibur yang bekerja disana


"ck, menjijikan" syaquel menghempaskan tangannya sehingga para wanita yang menempel padanya tersungkur ke belakang

__ADS_1


"sepertinya kau sedang banyak masalah tuan, aku bisa menyenangkanmu malam ini dan kau akan melupakan semua masalahmu tuan" sahut wanita lainnya yang tak gentar terus merepet pada syaquel


"aku tidak butuh kalian, pergi sekarang atau kalian akan menyesal nanti" ancam syaquel dengan tegas


Para wanita itu saling pandang, mereka semua tau betapa kejam pria didepan mereka itu dari pada mereka kena batunya lebih baik mereka mencari mangsa lain.


Syaquel memijit pangkal hidungnya setelah kepergian para wanita berpakaian sexy itu, kepalanya semakin sakit mencium bau parfum mereka yang sudah bercampur aduk. satu gelas, dua gelas telah habis diteguk oleh syaquel namun ternyata pria itu belum puas sehingga ia meminta minuman untuk gelas yang ketiga.


"jika sedang banyak masalah lebih baik bersenang senang tuan fernando" saran bartender yang memang sudah saling kenal dengan syaquel


"aku hanya perlu beberapa gelas untuk menenangkan diri" ucap syaquel yang mulai mabuk


"baiklah, aku harap ini gelas terakhir tuan" bartender itu lalu memberikan gelas kelima untuk syaquel


"thank you" ucap syaquel meneguk habis minuman itu


syaquel meletakkan beberapa lembar uang cash dimeja bar itu lalu melangkah sempoyongan menuju mobilnya. Ia duduk didepan kemudi namun ia tidak langsung menyalakan mobilnya sebab penglihatannya terasa berputar putar dan hal itu tidak baik jika ia langsung mengemudikan mobilnya.


"oh sial" syaquel memejamkan matanya dan bersandar pada sandaran mobil, sudah lama ia tidak menyentuh minuman itu dan sekarang baru 5 gelas saja sudah membuatnya mabuk parah.


setelah dirasanya cukup memungkinkan, syaquel menjalankan mobilnya menuju kediamannya. setelah sampai syaquel masuk kedalam rumahnya, hampir semua lampu tiap ruangan sudah dimatikan dan keadaan rumah pun sudah sunyi yang artinya semua orang sudah beristirahat. Ia memijakkan kakinya pada anak tangga dengan perlahan lahan.


"ah kau mengagetkanku suster" syaquel reflek menyentuh dadanya


"maafkan aku, sini biar ku bantu" suster kimberly mengambil alih lengan kanan syaquel untuk memudahkan ia memampah pria itu menaiki tangga


"tidak perlu sus, aku bisa" syaquel hendak menarik lengannya tapi kimbery memeganginya cukup erat


"kau mabuk berat dan dalam keadaan gelap seperti ini bagaimana jika kau terjatuh ditangga, bukankah itu sangat bahaya?" sahut kimberly sembari memampah syaquel menaiki satu persatu anak tangga


"maaf jika aku jadi merepotkanmu suster kim" ucap syaquel


"apa kau terlalu banyak masalah sehingga jadi seperti ini?" tanya kimberly


"tidak, aku hanya kebetulan ingin minum lagi pula tidak banyak" jawab syaquel apa adanya

__ADS_1


"jika kau sedang kalut kau bisa berbagi denganku barang kali aku bisa memberikanmu sedikit solusi untuk masalahmu, dari pada minum itu tidak baik untuk kesehatanmu" tawar kimberly


"terima kasih banyak suster, aku benar benar sedang tidak punya masalah" sahut syaquel


Syaquel berhenti didepan pintu kamarnya.


"apa kau perlu sesuatu? Biar ku bantu" tanya kimberly sebelum membiarkan syaquel masuk ke dalam kamarnya


"tidak perlu suster, aku masih bisa" jawab syaquel


"bolehkah kita berteman? Maksudku aku sudah bertahun tahun tinggal dirumahmu untuk merawat ibumu bukankah kita terlalu asing? Kau bahkan memanggilku lengkap dengan sebutan suster, bagaimana jika saling memanggil dengan nama lagipula kita seumuran" ucap kimberly


"ah tentu saja boleh, maaf bukannya aku menganggapmu orang asing dirumah ini dengan caraku menyapamu, tapi aku terlalu segan padamu sehingga aku selalu memanggilmu suster agar terdengar lebih sopan" ucap syaquel dengan tersenyum


"baiklah el, sampai jumpa besok" ucap kimberly sembari mengulurkan tangannya sebagai tanda pertemanan mereka


"ya, thankyou untuk bantuanmu" syaquel menerima uluran tangan kimberly dengan ramah


Setelah kimberly berlalu syaquel memasuki kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya diranjang, bahkan untuk melepas pakaian dan sepatunya pun tidak sempat sebab kepalanya terasa berkunang kunang.


.


.


Keesokan harinya,


sky memasang wajah cemberut saat sarapan karena bukannya mendapati daddynya dimeja makan malah calvin yang lebih dulu berada disana. Silvi pun nampak kesal karena lagi lagi mereka harus menunda makan hanya karena syaquel yang tidak kunjung datang.


"nak mungkin daddymu tidak akan datang sarapan pagi ini, lebih baik kita segera sarapan sebelum lewat waktunya" bujuk silvi untuk kesekian kalinya


"kakak" teriak sky


"sky tidak bisa berteriak begitu" sentak silvi


"aku hanya ingin meminta kakak adis untuk menghubungi daddy lagi, siapa tahu kali ini daddy menjawab" sky tak kalah tegas saat berbicara dengan mommynya

__ADS_1


"berapa kali kita harus menghubunginya terus sky? Sudah cukup, makanan sudah pada dingin hanya karena kita terlalu lama menunggunya, jika memang dia berniat datang sarapan seharusnya ia datang lebih pagi" silvi meluapkan unek unek didalam hatinya yang sudah sejak tadi ia tahan


"sil, bicara yang baik pada anakmu" ucap calvin menenangkan silvi yang nampak emosi


__ADS_2