
Setelah berkeliling mencari apa yang dibutuhkan sky saat sekolah nanti, akhirnya mereka mampir untuk beristirahat sekaligus mengisi perut di restoran milik bu liza, tapi karena sudah malam tentu saja bu liza sudah pulang, tidak masalah sebab sky sangat menyukai steak direstoran milik neneknya itu.
"mommy kapan kapan kita ke rumah kakek ya, aku rindu dengan masakan nenek" pinta sky sambil terus mengunyah
"baiklah, nanti mommy akan mencari waktunya ya" jawab silvi
"siap mommy, oh iya apa mommy sudah menemukan sekolah yang cocok untukku?" tanya sky
"iya sayang, besok kita akan mendaftar kan dirimu disana semoga sky suka yaa" jawab silvi
"yey, besok aku akan bangun lebih pagi dari biasanya mommy" sorak sky
"bagus jika kau sangat bersemangat untuk sekolah" silvi mengacak rambut putranya dengan gemas.
"hmm sky mommy ingin bertanya padamu" sambung silvi
"iya silahkan saja mom" sahut sky
"apa kau rindu pada daddy?" tanya silvi
Sky menatap mommynya dengan tatapan yang sedih, anak itu juga terlihat ragu untuk menjawab.
"tidak apa apa sayang, katakan saja pada mommy? Jangan kau simpan sendiri nanti kau bisa sakit lagi" ucap silvi
"sejujurnya iya mommy, tapi sudahlah lama lama pasti sky akan terbiasa" jawab sky
"kau yakin itu?" tanya silvi lagi
"ya, tapi jika tidak sengaja aku bertemu dengan daddy boleh kan mom jika sekedar berbicara atau memeluknya sebentar?" tanya sky
"ya boleh saja tidak masalah" jawab silvi
"terima kasih mommy" ucap sky
Silvi tersenyum sambil mengelus pipi gembul putranya, sampai disini dia bisa mengerti betapa sky sangat membutuhkan sosok ayah dan anaknya itu sudah sangat merindukan daddynya.
"sky, bagaimana menurutmu tentang uncle calvin?" tanya silvi
"ada apa mom? Apa mommy sudah menyukai uncle vin?" tanya sky kembali
__ADS_1
"mommy hanya ingin tahu pandangan sky terhadap uncle vin" jawab silvi
"tentu saja baik, uncle vin sangat baik pada sky maupun pada mommy" sahut sky
"lalu apa lagi?" tanya silvi
"dan jika mommy ingin menjadikan uncle vin sebagai suami mommy aku tidak keberatan mom, tapi walau begitu bukan berarti uncle bisa menggantikan posisi daddy dihatiku" ucap sky yang langsung mengenai hati silvi
"mommy tidak bilang akan menikah dengan uncle kan jadi sky tidak perlu berfikiran seperti itu" sahut silvi
Makan malam selesai ibu dan anak itu langsung pulang kerumah, silvi membantu sky untuk menyiapkan tas, buku buku yang akan dibawa ke sekolah, sepatu dan juga seragam agar besok mereka tidak kerepotan lagi mengurus hal hal seperti itu.
Keesokan harinya silvi bangun pagi pagi sekali, bahkan langit pun masih gelap silvi sudah berada didapur. Hari ini sky sudah akan sekolah jadi ia harus menyiapkan bekal dengan menu favorite anaknya dan tidak lupa ia sudah berniat untuk mengurus syaquel hingga sembuh jadi sekalian ia membuatkan makanan yang akan ia bawa kerumah sakit setelah mengantar sky ke sekolah barunya.
Silvi memasak banyak menu diantaranya ada menu kesukaan sky dan syaquel, ia juga dibantu oleh bibi rini. jangan tanya apa ia masih ingat dengan makanan favorite mantan suaminya karena jawabannya ya ia masih mengingat semua tentang syaquel tidak ada yang ia lupakan mungkin karena dulu ia sangat amat mencintai pria itu.
"bi tolong sup itu jangan ditambahkan jamur ya" pesan silvi
"baik bu" sahut bi rini
Silvi juga menyiapkan beberapa buah buahan yang disukai oleh sky dan syaquel, kali ini silvi sudah seperti seorang istri yang sibuk menyiapkan keperluan anak dan juga suaminya, Lucu bukan.
"Sky, maaf mommy terlambat membangunkanmu" ucap silvi memasuki kamar putranya namun tidak menemuka sky diranjang
Suara percikan air dari kamar mandi diiringi gelak tawa sky dan gadis membuat wanita itu tenang, ternyata sky sudah bangun lebih awal dan sedang mandi.
Silvi pun keluar dari kamar sky untuk menata sarapan di meja, tidak lama kemudian sky menuruni tangga bersama pengasuhnya.
"sarapan dulu oke? Baru kita berangkat" ucap silvi
"oke mommy" sahut sky dengan riang gembira
Setelah sarapan silvi, sky bersama dengan pengasuhnya berangkat ke sekolah yang sudah dipilih oleh silvi untuk sky menimba ilmu. Sesampainya disana mereka disambut hangat oleh kepala sekolah, sky tidak langsung diantar ke kelas melainkan diberikan beberapa tes dan pertanyaan lisan untuk mengetahui IQ siswa tersebut.
Semua tes dan administrasi lainnya sudah terselesaikan, sky diantar oleh miss yang akan mengajar dikelas yang akan ditempati oleh sky. Sebelum itu silvi sudah memberikan pesan pesan pada sky agar menjadi anak yang patuh pada gurunya.
"gadis kau akan menunggu sky disini sampai dia pulang kan?" tanya silvi
"iya kak, aku yang akan menjaganya kakak tenang saja" jawab gadis
__ADS_1
"aku harus pergi gadis ada pekerjaan yang harus aku kerjakan, segera hubungi aku jika kalian sudah akan pulang" pinta silvi
"baiklah kak, hati hati di jalan" jawab gadis
Silvi pergi dengan buru buru sebab waktu sudah menunjukkan pukul 9. ia sudah sangat terlambat ke rumah sakit bahkan ke kantor. sampai diparkiran rumah sakit ia segera mengambil tas yang berisikan makanan untuk syaquel, wanita itu bahkan berlari menuju ke ruang rawat mantan suaminya.
"pagi, maaf aku terlambat" langkah silvi terhenti saat melihat diruangan itu tidak hanya syaquel tapi ada suster kimberly disana.
"selamat pagi nyonya smith" sapa kimberly yang sedang membantu syaquel sarapan
Silvi tersenyum membalas sapaan kimberly, sementara syaquel nampak gugup karena kimberly sedang menyuapinya.
"kau membawa apa itu nyonya silviana?" tanya kimberly
"aku membawa makanan, aku pikir aku akan sampai tepat waktu sehingga el bisa sarapan dengan makanan ini tapi ternyata aku telat, maaf ya" ucap silvi
"ah iya tadinya memang el menolak untuk sarapan lebih awal tapi akhirnya dia mau dengan aku suapi" sahut kimberly
"aku akan makan sendiri kim, aku bisa" syaquel mengambil alih mangkuk berisi sarapannya
"baiklah, kalau begitu aku akan menyiapkan buah untukmu" ucap kimberly
"sil, maaf jadi merepotkanmu dengan makanan yang kau bawa itu" ucap syaquel
"tidak masalah, pagi ini aku menyiapkan bekal sekolah untuk sky jadi aku pikir sekalian saja" jawab silvi
"jadi sky sudah mulai bersekolah?" tanya syaquel
"ya, dia yang meminta agar segera disekolahkan" jawab silvi
"aku yakin dia pasti akan menjadi anak yang hebat disekolahnya" ucap syaquel
Kimberly diam saja mendengar percakapan syaquel dan silvi, sejujurnya ia memang sangat dongkol dengan kedatangan silvi yang tak terkira.
"suster kimberly, sebaiknya buah kiwi nya dikupas dulu, el tidak begitu suka jika masih ada kulitnya" ucap silvi
"oh begitu, baiklah" kimberly mengupas buah kiwi yang ada digenggamannya dengan perasaan jengkel
"sepertinya kau sangat tahu tentang apa yang disukai dan tidak disukai oleh el" sambungnya
__ADS_1
silvi enggan membalas perkataan kimberly sementara syaquel menatapnya penuh cinta jujur saja pria itu sangat tersanjung dengan apa yang dilakukan silvi. waktu itu silvi menegur sky yang hendak memberinya jamur tiram karena ia tahu syaquel alergi dengan jamur, dan hari ini silvi menegur kimberly untuk mengupas kulit buah yang akan diberikan kepadanya, sebagai manusia biasa pasti syaquel akan salah tingkah.