
Dengan langkah gemetar syaquel mendekati box bayi milik putranya. Setetes air matanya pun jatuh tanpa permisi melihat sang putra tidur dengan lelapnya. Tangannya bergetar mengelus pucuk kepala sky, putranya yang telah berbulan bulan terpisah dengannya.
Gadis yang selama ini mengasuh sky pun ikut terharu melihat momen ini. Pertama kalinya ia melihat ayah dari bayi yang selama ini diasunya, dan tentu saja tidak perlu diragukan lagi sebab wajah sky dan ayahnya ini sangat lah mirip bak pinang dibelah dua.
"bu, wajah tuan itu sangat mirip dengan sky" bisik gadis pada bu liza
"tentu saja adis, mereka kan ayah dan anak wajar saja jika mereka mirip" bu liza memelankan suaranya
"siapa nama tuan itu bu?" gadis bertanya
"syaquel" jawab bu liza pelan
"oh" gadis mengangguk anggukkan kepalanya.
"hmm, syaquel maaf boleh aku tinggal? Aku ada pekerjaan lain" tanya bu liza
"iya bu terima kasih" ucap syaquel sembari mengahapus jejak air matanya
"baiklah syaquel, jika kau butuh sesuatu bilang saja pada gadis jangan segan ya" ucap bu liza yang sebelumnya sudah memperkenalkan gadis selaku pengasuh sky
"iya bu" ucap syaquel patuh
bu liza pun pergi dari sana, tersisa syaquel, gadis dan sky yang masih terlelap.
"maaf boleh aku bertanya?" ucap syaquel
"iya silahkan tuan, jangan sungkan" ucap gadis ramah
"apa sky rewel?" tanya syaquel
"tidak tuan, dia anak yang pandai sama sekali tidak rewel" jawab gadis dengan ramah
"apa dia minum ASI?" tanya syaquel lagi
"tidak tuan, dek sky minum sufor" jawab gadis
"kenapa? Kenapa silvi tidak memberinya ASI?" tanya syaquel penasaran
"karena saat melahirkan dek sky, kakak silvi mengalami depresi sehingga tidak dapat memproduksi ASI dengan baik" jawab gadis apa adanya
Jawaban gadis langsung menancap tajam direlung hati syaquel, ia benar benar terpukul karena ia tahu dirinya adalah penyebab sang istri mengalami depresi, dan akhirnya semua itu berimbas pada sang putra.
Uweek..uweek
Sky terbangun dan gadis buru buru menggendongnya agar anak tampan itu berhenti menangis.
"hai sayang, kakak adis ada disini tidak perlu menangis oke" ucap gadis dan sky langsung terdiam
Mata indah sky melirik syaquel yang berdiri dibelakang gadis. Dan bocah gemoy itu tiba tiba tersenyum manis kearah syaquel.
"hay tampan" sapa syaquel saat sky tersenyum kepadanya
__ADS_1
"tuan, anda mau gendong? Silahkan" gadis memberikan sky kepada syaquel
"tapi gadis aku belum pernah menggendong bayi sebelumnya" tolak syaquel
"mudah saja tuan" gadis pun mengajarkan syaquel agar dapat menggendong putranya
Dalam gendongan syaquel, sky terlihat sangat bahagia ia tersenyum sambil sekali kali tertawa kecil. Sky sama sekali tidak takut pada syaquel padahal ini adalah pertama kalinya bertemu dengan ayahnya. Bocah itu seakan tahu jika pria yang menggendongnya adalah sang ayah.
"sky" panggil gadis sehingga sky menatapnya
"apa kau senang bertemu daddy?" tanya gadis dan sky menjawab dengan tertawa
"ah lucu sekali" gadis merasa gemas pada bocah itu
"tuan, anda tahu biasanya dek sky akan takut jika digendong orang asing, tapi dengan tuan dia sama sekali tidak takut lihat dia sangat gembira" ucap gadis
"benarkah?" syaquel ikut senang mendengar itu
"iya tuan" timpal gadis
Hari itu syaquel menikmati waktu singkatnya bersama sang putra, sebentar lagi silvi akan pulang makan siang dan itu artinya ia harus segera pergi.
"nak, daddy pulang dulu ya besok kita akan berjumpa lagi" ucap syaquel sembari mengecupi pipi gembul milik sky hingga anak itu tertawa
"gadis aku pamit, oh iya ini kartu namaku disana ada nomor ponselku tolong kabari aku apa saja yang berkaitan dengan sky" pinta syaquel
"tentu tuan" gadis menerima kartu nama itu lalu mengambil alih sky dari syaquel
Syaquel tersenyum lalu mengelus pucuk kepala sky. Setelah itu syaquel segera pamit untuk pergi dari sana sebelum silvi kembali.
Dan ternyata darah lebih kental daripada air, seperti hubungan ayah dan anak satu ini, sudah 3 tahun lebih lamanya sky menyembunyikan semua ini pada sang ibu. Dengan kecerdasan yang dimiliki oleh sky, ia mampu menangkap dan memahami setiap perkataan syaquel sehingga bisa menjaga rahasia besar ini.
"sky, sebentar lagi mommy mu pulang" ucap syaquel menjeda ucapannya
"daddy pamit ya, jangan lupa pertemuan kita adalah rahasia kita berdua" kalimat ini selalu diulang ulang oleh syaquel setiap ia akan pergi usai bertemu dengan sang putra
"mommy tidak boleh tahu kan daddy" sambung sky
"benar nak, kau pintar sekali" syaquel mengacak rambut putranya
"baiklah daddy pergi ya" pamit syaquel
Dengan segera sky bangkit dan memberikan ciuman perpisahan untuk ayahnya begitupun dengan syaquel melakukan hal yang sama kepada putranya.
Syaquel selalu datang menemui sky setiap jam kantor silvi dengan melewati pintu belakang agar lebih dekat dengan tangga menuju lantai dua, setiap ingin menemui sky ia membawa mainan dan berbagai makanan sehat lalu ia akan pulang sebelum jam makan siang karena menurut pak leon silvi akan makan siang dirumah bersama sky.
Syaquel mengendarai mobilnya meninggalkan kediaman smith namun di persimpangan yang tidak jauh dari rumah keluarga smith, syaquel berpapasan dengan mobil silvi yang baru akan menuju rumah. Terlihat silvi berhenti dan menurunkan kaca jendelanya untuk melihat kearah mobil syaquel.
"itu kan mobil el" batin silvi
"tapi sedang apa dia dikomplex ini" beberapa pertanyaan terus muncul dipikirannya.
__ADS_1
"ah sudahlah untuk apa aku pikirkan" silvi pun melanjutkan perjalanannya
Silvi memasuki rumah dengan santai dan langsung kekamarnya dulu untuk bersih bersih setelah itu baru ia akan mengajak sky makan siang.
"good afternoon baby" sapa silvi, melihat putranya sedang bermain dengan pengsuhnya gadis.
"good afternoon mom" balas sky
"kau sudsh mandi sayang?" silvi mendudukkan sang putra dipangkuannya
"yes mommy" jawab sky
"bagus, sekarang kita akan makan siang" ucap silvi
"iya mom" jawab sky dengan patuh
"ayo bantu kakak gadis membereskan mainanmu" ucap silvi
"oke mom" sky pun ikut membantu gadis membereskan mainan sky
silvi tersenyum melihat sang anak yang semakin besar semakin mirip dengan mantan suamimya. Wajah tampan sky benar benar menjadi pengobat rindunya pada syaquel.
Mata coklat silvi menangkap sesuatu yang aneh, beberapa mainan sky terlihat berbeda karena ia merasa tidak pernah membelikan sky mainan seperti itu.
"sky, siapa yang memberikanmu mainan itu?" tunjuk silvi pada mobil mobilan polisi yang terlihat sedikit lebih besar dari mainan yang lainnya.
"yang mana mommy?" tanya sky
"itu sayang mobil police" ucap silvi sambil menunjuk benda yang ia maksud
Sky dan gadis saling pandang.
"oh itu mainan adek nio kak" gadis memberi alasan
"iya mom tadi nio main kesini dan mainannya ketinggalan" timpal sky
"nio? Dengan siapa nio kemari?" tanya silvi
"dengan mama ziva mom memang dengan siapa lagi" jawab sky
"tapi kenapa mama tidak mengabari mommy ya" ucap silvi heran
"entahlah mom, ayo kita makan siang" sky mengalihkan pembicaraan ibunya
"baiklah ayo" silvi menggengam tangan anaknya dan menuntunnya menuju ruang makan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gyan skyler smith ❤
__ADS_1