
Matahari mulai terbenam yang berarti waktu akan berganti malam, sedangkan sky terus merengek karena daddy nya belum kunjung datang padahal syaquel sudah berjanji akan kembali setelah mengantar ibunya pulang.
"mommy ayo telepon daddy" rengek sky untuk kesekian kalinya
"mommy bukan tidak mau nak, tapi mommy tidak punya nomor ponsel daddy" jawab silvi sejujur jujurnya
"kakak adis punya" sahut sky
"mungkin daddy sedang sibuk, sebentar lagi pasti dia datang kita tidak boleh selalu mengganggunya" tolak silvi halus
sky membaringkan tubuhnya membelakangi silvi, putra tampan itu kesal karena ibunya terus menolak untuk menghubungi ayahnya.
Tidak lama kemudian terdengar suara pintu yang dibuka dari luar,
"selamat malam" sapa syaquel
Pria itu akhirnya menampakkan wajahnya dengan menenteng beberapa paperbag ditangannya.
"daddy" sky berteriak girang
"daddy kenapa lama? Aku mengunggu daddy" sambung bocah itu dengan manja
"maaf sayang, daddy ada pekerjaan mendadak yang harus daddy selesaikan terlebih dahulu, maafkan daddy ya?" sahut syaquel dengan nada memohon
Sedangkan silvi memutar bola matanya jengah, gara gara pria itu sky menolak untuk makan dan minum obat seharusnya ia tidak berjanji untuk kembali lebih cepat jika pada akhirnya ia ingkar. Dan semua itu tidak luput dari penglihatan syaquel, pria itu tahu jika mantan istrinya sedang kesal padanya.
"daddy aku ingin disuapi" sky kembali merengek manja
"sesuai perintah bos" sahut syaquel patuh
Silvi mundur untuk memberi ruang pada syaquel dan putranya, seperti biasa jika pria ini sudah ada pasti ia akan merasa terabaikan.
Melihat interaksi sky dan syaquel yang begitu akrab juga hangat membuat silvi berfikir keras cara agar keluarganya bisa terbebas dari pria gagah itu, ya walaupun rasanya sangat mustahil karena ia tidak ingin kembali mengorbankan kesehatan anaknya hanya untuk keegoisannya.
"daddy akan menginap kan?" tanya sky
syaquel tidak langsung menjawab, sesekali ia melirik ke belakang dimana silvi berada.
"hmm, bagaimana jika kau bertanya pada mommy dulu boleh tidak kalau daddy menginap" bisik syaquel
__ADS_1
"mommy" panggil sky
"iya sayang" silvi menghentikan kegiatan makannya
"mommy boleh tidak jika daddy menginap disini malam ini?" tanya sky
"hmm memangnya daddymu tidak sibuk" sindir silvi
"tentu saja tidak" jawab syaquel cepat
"katakan pada daddymu jika dia bersedia tidur disofa boleh saja" sahut silvi
"tidur dilantai pun aku bersedia" balas syaquel dengan penuh semangat
Silvi tidak menjawab lagi selain mengangkat kedua bahunya seperti hendak meremehkan kata kata syaquel
"yey, daddy menginap" teriak sky girang
"kakak sebaiknya aku pulang saja untuk menjaga rumah, besok pagi aku akan segera kembali ke rumah sakit" gadis memecah keheningan
"tapi kau akan sendirian dirumah adis" sahut silvi
Silvi nampak berfikir, jika gadis pulang maka ia akan berdua saja dengan syaquel dalam satu ruangan, ya walaupun ada sky diantara mereka tetap saja rasa canggung pasti akan ada.
"hmmm.." ucapan silvi dipotong oleh gadis
"kakak tidak perlu khawatir, aku akan baik baik saja, lagi pula ruangan ini akan terasa penuh jika aku ikut menginap" tambah gadis
"yasudah adis jika itu mau mu" ucap silvi pasrah
Senyum tipis tersungging dibibir seksi milik syaquel, malam ini ia punya kesempatan untuk mencairkan sikap dingin silvi dan ia pasti akan mencobanya.
Malam semakin larut, suasana diruangan itu semakin dingin dengan sikap silvi yang tak tersentuh.
"tidurlah nak, sudah larut" silvi ikut berbaring diranjang pasien sang anak yang cukup besar
"good night mommy" ucap sky
"good night daddy" sambungnya
__ADS_1
"sweat dreams dear" silvi mengecup kening putranya
"mimpi indah nak" syaquel membaringkan dirinya diatas sofa yang tidak jauh dari ranjang pasien anaknya
Setelah sky tertidur, silvi kembali bangkit dari tidurnya sebab ia ingat bahwa ia belum melakukan kegiatan rutin untuk kecantikannya.
ia mengambil sesuatu pada lemari kecil yang tersedia disana lalu berlalu ke kamar mandi. Syaquel pun kembali bangun dan duduk di sofa menunggu silvi keluar, entah mengapa ia merasa cukup gugup saat ini bahkan untuk sekedar memulai percakapan.
Silvi keluar dari kamar mandi dengan setelan piyama nya, rambutnya tergerai indah dan wajahnya yang terlihat begitu fresh tanpa polesan makeup. Wanita itu melirik sebentar syaquel yg telah berubah posisi padahal tadi sebelum ia tinggal syaquel sudah berbaring disofa itu namun sekarang pria itu malah duduk sambil menatap kearahnya.
"hmm, sil" panggil syaquel
Namun silvi enggan menjawab panggilan itu, ia sudah bertekad untuk tidak memperdulikan keberadaan pria itu dan ia harap syaquel dapat melakukan hal yang sama sebab ia telah memperingati pria itu siang tadi.
"sil bisakah kita bicara sebentar?" sambung syaquel
Lagi lagi silvi tidak merespon, wanita cantik itu malah melenggang menuju ranjang putranya dan hendak naik untuk tidur. Mau tidak mau syaquel bergerak cepat menahan pergelangan tangan silvi agar wanita itu mau melihatnya.
"sil sebentar" syaquel menahan tangan silvi
Silvi melemparkan tatapan tajamnya lalu menghentakan tangannya agar cengkraman syaquel terlepas.
"jaga batasanmu" ucap silvi mengintimidasi
Syaquel langsung berlutut dikaki silvi, pria itu nampaknya menahan tangis terdengar jelas dari suaranya yang kian bergetar.
"sil aku mohon, maafkan lah aku sungguh aku sangat menyesali perbuatanku dulu namun aku melakukan itu karena aku mencintaimu aku tidak ingin kehilanganmu dan bodohnya aku baru menyadari semua itu saat kau sudah pergi dari hidupku" ucapnya dengan suara bergetar
Silvi tertawa sinis, cinta seperti apa yang dimaksud oleh pria bejad ini?,
"kau tidak akan mendapatkan apapun walau kau mencium telapak kakiku" ucap silvi
"jika begitu kau boleh menghukumku agar kau puas sil, kau bisa menyiksaku seperti aku memperlakukanmu dulu, atau kau ingin mengambil seluruh hartaku sebagai gantinya akan aku berikan" tawar syaquel
"pria bodoh, menyingkir" silvi melepaskan kakinya dari cengkraman syaquel
"kau dengar sekali lagi, seumur hidupku aku tidak akan pernah memaafkanmu, aku sudah berbaik hati dengan memberikanmu kebebasan untuk bertemu sky walau kau telah membohongiku sebelumnya, jadi jangan pernah mengharapkan apapun dariku lagi" ucap silvi tegas
Silvi naik keatas ranjang pasien anaknya lalu mengambil posisi berbaring dengan membelakangi syaquel. malam itu berakhir dengan keheningan.
__ADS_1