Come Back Together

Come Back Together
Resmi bercerai


__ADS_3

Setelah pembicaraan yang cukup panjang kedua pria itu pulang kerumah masing masing dengan perasaan yang sama sama lega. dan syaquel pun menerima tawaran dari pak leon untuk tetap memimpin perusahaannya dengan gaji yang setimpal.


Syaquel duduk dibalkon kamarnya sambil menyeruput secangkir kopi, ia menatap langit yang nampak mendung malam ini seperti hatinya yang sedang tidak baik baik saja.


Pria itu harus mempersiapkan diri untuk menghadapi sidang perceraiannya yang akan digelar besok, ia berusaha untuk meredam egonya yang ingin menahan silvi agar kembali bersamanya, kali ini syaquel tidak ingin menghalangi kebahagiaan wanitanya lagi mungkin memang ini sudah jalannya mereka untuk berpisah.


Ucapan mertuanya sore tadi kembali terngiang-ngiang ditelinganya.


"jika kau tidak mempersulit proses perceraian kalian, maka aku akan menginzinkanmu untuk bertemu sky tanpa sepengetahuan anakku" begitulah ucapan pak leon.


"sky" gumam syaquel seolah membayangkam wajah lucu sang anak yan telah terpisah hampir 4 bulan lamanya


"Sudahlah el, merelelakan silvi bukan karena kau tidak memperjuangkan cintamu tapi untuk melihatnya bahagia setelah penderitaan yang kau berikan" syaquel berbicara pada dirinya sendiri


"lewat sky aku akan mencurahkan seluruh cinta dan kasih sayang yang aku miliki" gumamnya


Hujan mengucur deras seiring rapuhnya hati dan harapan syaquel. Ya, ia harus merelakan silvi untuk pria lain, namun sky harus tahu jika syaquel adalah ayah kandungnya.


.


.


Proses perceraian silvi dan syaquel berjalan dengan cepat tanpa hambatan, syaquel benar benar bersikap koperatif ia sama sekali tidak mempersulit jalannya proses perceraian ini. Dan hari ini adalah sidang putusan perceraian.


Syaquel hanya dapat menatap mata teduh silviana yang sebentar lagi akan menjadi mantan istrinya. Ia tidak dapat melontarkan sepatah kata apapun sebab silvi dikawal ketat oleh pengacara dan timnya sehingga syaquel tidak punya peluang walau hanya sekedar berbicara pada wanitanya.


Syaquel memejamkan matanya merasakan hatinya hancur berkeping keping saat mendengar ketukan palu dari hakim yang menandakan bahwa ia dan silvi telah sah bercerai dan tidak lagi menjadi suami dan istri.


Saat hendak meninggalkan pengadilan, langkah syaquel ditahan oleh pak leon dengan menepuk bahu syaquel.


"tuan" ucap syaquel dengan formal, sebab memang pria didepannya ini bukan lagi ayah mertuanya


"kau boleh menghubungiku kapan saja kau ingin bertemu sky" ucap pak leon, ia tidak khawatir lagi syaquel akan mengambil sang cucu sebab hak asuh sky sudah jatuh kepada silvi selaku ibunya.

__ADS_1


"terima kasih tuan" syaquel tersenyum senang, ia bersyukur walau mendapat kebahagiaan dan kesedihan diwaktu yang sama.


"ya, aku pergi dulu" pak leon pamit


"Baik tuan" syaquel membungkuk tanda hormat


.


.


Sesuai dengan janji pak leon, hari ini syaquel diizinkan untuk menemui sang putra yang kini telah menginjak 6 bulan. setelah silvi pergi ke kantor syaquel datang ke kediaman keluarga smith, sebelumnya pak leon sudah memberitahukan kepada seluruh penghuni rumah kecuali silvi, pria setengah baya itu juga sudah memperingati semua orang untuk menutup mulut rapat rapat agar tidak bocor pada silvi.


Awalnya vanya menentang namun setelah diberi pengertian akhirnya ia mau memahami maksud ayahnya melakukan ini, namun ia tidak mau dianggap berkompromi wanita itu pun memilih menetap diapartemen bersama rayyan suaminya karena sejujurnya jauh dilubuk hatinya paling dalam vanya tidak setuju dengan ide ayahnya ini.


"Selamat pagi tuan nyonya" sapa syaquel setelah dipersilahkan masuk


"pagi el" hanya pak leon yang menjawab, bu liza diam seribu kata namun tetap menampilkan senyum terbaiknya


"sayang, apa kau ingin bicara dulu dengannya? Jika tidak aku akan mengantarnya langsung ke kamar sky" ucap pak leon


"tentu saja bisa nyonya" jawab syaquel cepat


"baiklah sayang, aku mau keruang kerja dulu" ucap pak leon


"iya mas, jika sudah selesai aku akan mengantarnya ke kamar sky" ucap bu liza


"baiklah, el nikmati waktumu" pak leon menepuk bahu el seolah sangat akrab


"sekali lagi terima kasih tuan" syaquel membungkukkan badannya.


Pak leon tersenyum ramah dan meninggalkan syaquel dan istrinya diruang keluarga.


"hmm, silahkan duduk" bu liza mempersilahkan syaquel duduk

__ADS_1


"maaf mungkin ini pertama kalinya kita bertemu, benar kan?" ucap bu liza


"iya nyonya" syaquel membenarkan jika memang ia sudah pernah bertemu dengan seluruh anggota keluarga smith terkecuali ibu sambung silvi ini namun ia sudah cukup kenal bu liza lewat cerita silvi sewaktu masih menjadi istrinya.


"Kau boleh memanggilku bu liza saja tanpa embel embel nyonya" ucap bu liza, tidak bermaksud akrab dengan pria yang sudah menyakiti anaknya tapi bagi bu liza mau bagaimana pun pria ini tetaplah ayah kandung dari cucunya


"tidak nyonya, itu tidak sopan" tolak syaquel


"baiklah, jadi aku harus memanggilmu apa? Syaquel, tuan atau bapak" bu liza berbasa basi


"nyonya bisa memanggilku apa saja" ucap syaquel


"baiklah syaquel, hmm mungkin aku terlalu cepat menyimpulkan ini, tapi mendengar dari suamiku dan melihatmu sekarang sepertinya kau pria yang cukup baik, tapi mengapa kau setega itu menyakiti putriku?, ah tidak aku tidak bermaksud ikut campur terlebih lagi kalian sudah bercerai, tapi aku penasaran sebenarnya apa yang menjadi dasar dari perbuatanmu dulu kala?" ucap bu liza panjang lebar


"ya aku memang harus membahas soal ini bu, mungkin tuan leon tidak mau mendengarkanku tapi hari ini bu liza masih mau mendengar penjelasanku ini sungguh aku benar benar berterima kasih untuk itu" syaquel menjeda kalimatnya


"sebenarnya hubungan kami tidak salah bu, tapi caraku mencintainya lah yang sangat salah. Ya dengan sikapku yang yang terbilang sangat posesif kami menjalin hubungan kurang lebih 3 tahun secara sembunyi sembunyi sebab kami sadar bahwa orang tua kami punya problem sehingga mereka menjadi musuh dalam pekerjaan, tetapi itu bukan menjadi masalah karena kami saling menyayangi selayaknya sejoli pada umumnya, namun belakangan aku melihatnya sering berpergian dengan pria lain dan kembali lagi sikap posesifku yang sangat berlebihan menggoncang hatiku sehingga membuatku menjadi pria yang kasar, saat silvi mengatakan ia hamil sungguh hatiku bergetar senang mendengarnya namun akalku menolak keras hal itu berbagai opini buruk terus bermunculan seolah merasuki diriku bu, aku tidak mengakui anak yang ia kandung bahkan aku menyuruhnya untuk menggugurkan janin nya, sungguh aku benar benar pria brensek yang tidak pantas untuk dimaafkan" ucap syaquel dengan sendu, pria itu bahkan mengusap wajahnya yang terlihat benar benar frustasi


Bu liza tergerak untuk mengusap bahu syaquel seakan memberikannya kekuatan.


"maaf bu, aku benar benar menyesal telah berbuat semena mena pada silvi, dulu aku selalu mengelak bahwa rasa yang aku miliki hanyalah sebuah obsesi untuk memiliki silvi dan menjadikannya budak nafsuku sehingga aku menikahinya dengan paksa tapi tidak, ternyata aku salah justru aku terlambat menyadari perasaanku yang sudah terlanjur dalam ini, aku mencintainya dan aku tidak bisa kehilangan dia" sambung syaquel dengan lirih


"bodoh, aku memang sangat bodoh bu, bahkan aku diberi waktu 7 bulan lamanya tapi semua itu tidak cukup untuk membuatku sadar akan cintaku, aku malah selalu menyakiti batin juga fisiknya dengan tanganku ini bu, tolong tolong maafkan lah aku" syaquel turun dari sofa dan bersujud dikaki bu liza


"syaquel apa yang kau lakukan?" bu liza terkejut dan membantu tubuh syaquel agar bisa bangkit


"bu liza tolong hukum aku, sebelum rasa penyesalan ini lah yang nanti akan membunuhku perlahan lahan" ucap syaquel ditengah tengah isaknya


"nak berdiri" ucap bu liza dengan iba


"dengar, kau memang salah tapi kau sudah menyadari dan mengakuinya sekarang yang harus kau lakukan adalah belajar untuk ikhlas, mengikhlaskan silvi bahagia dengan caranya sendiri. jika kau bisa melakukan itu maka dari situlah kau akan hidup dengan damai, percayalah" bu liza mengusap bahu syaquel yang kini sedang rapuh


"terima kasih bu, aku cukup lega karena ternyata masih ada orang yang mau mendengarkan penjelasanku yang sia sia ini" ucap syaquel

__ADS_1


"sudahlah kalau begitu mari kita temui putramu" ajak bu liza dan diangguki oleh syaquel dengan penuh semangat


__ADS_2