
Hari berganti hari, akhirnya pagi ini sky diperbolehkan untuk pulang kerumah setelah pemeriksaan dokter Rea yang menunjukkan bahwa kondisi sky sudah sangat stabil dan membaik.
"Baiklah tampan, jangan lupa untuk selalu minum vitaminmu ya agar tubuhmu menjadi kuat" pesan dokter rea
"siap bu dokter" ucap sky dengan patuh
"bagus" rea mengacak rambut sky
"silvia, jangan lupa dengan pesan ku ya" ucap dokter rea
"pasti rea, terima kasih banyak atas perawatan yang kau berikan untuk sky" sahut silvi
"itu sudah tugasku teman" tutur dokter rea sembari menepuk nepuk bahu silvi
"aku permisi ya" pamit dokter rea
Silvi mengangguk dengan menampilkan senyum termanisnya.
"baiklah nak, waktunya kita kembali" ucap silvi hendak menggendong putranya
"wait mom, kata daddy dia akan menjemput kita" tahan sky
"tidak perlu sayang, mommy bawa mobil kita bisa pulang sendiri" bujuk silvi
"jangan mommy, kasihan daddy jika kita pulang duluan" jawab sky
Silvi mengendus kesal, lagi lagi ia harus menahan kesabarannya untuk pria yang sangat amat ia benci demi menghargai perasaan anaknya.
"pria ini benar benar membuatku murka" ucap silvi dalam hati
Setelah menunggu kurang lebih 15 menit akhirnya syaquel datang dengan nafas tersegal segal seperti orang habis berlari.
"maafkan daddy boy, lagi lagi daddy terlambat dan membuatmu harus menunggu" ucap syaquel
"it's okay dad" jawab sky dengan manis
"dasar karet" singgung silvi sembari melangkah keluar
Syaquel dapat mengerti kekesalan dihati silvi saat ini, wajar jika ia marah karena sudah membuat kedua orang tersayangnya itu menunggu terlalu lama.
"maafkan aku" ucap syaquel tanpa dipedulikan oleh silvi
"ayo dad" sky merentangkan tangannya agar syaquel menggendongnya.
Silvi berjalan lebih dulu dengan menarik koper menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mobil syaquel, sedangkan sky dan syaquel menyusul dibelakangnya.
"mommy" teriak sky
"yes" silvi menoleh pada sang anak yang ada dibelakang
"mobil daddy disini mom" ucap sky sembari menunjuk mobil syaquel
"kau bisa naik mobil daddy mu sky, mommy akan naik mobil mommy sendiri" jawab silvi
__ADS_1
"tapi mommy.." sahut sky yang nampak tidak setuju
"kalau begitu kita naik mobil punya mommy saja, bagaimana?" syaquel mencoba menengahi
"what?" gantian silvi yang tidak setuju dengan ide syaquel
"lalu mobil daddy?" tanya sky
"itu gampang" syaquel mendekati mobil silvi lalu mengadahkan tangannya untuk meminta kunci mobil
"aku belum menyetujui ide konyolmu ini" ucap silvi pelan dengan merapatkan gigi giginya
"ck, kau terlalu banyak berfikir mommy" ucap syaquel dengan gemas
Syaquel membuka pintu mobil dan mendudukkan sky di belakang kursi pengemudi, lalu ia memutar berencana membukakan pintu disamping pengemudi untuk silvi namun wanita itu malah menerobos duduk didisamping sky.
"baiklah hari ini aku menjadi supir untuk kalian berdua" ucap syaquel setelah menangkap kunci mobil yang di lemparkan oleh silvi
"siap semua?" tanya syaquel
"siap dad" sahut sky
"baiklah waktunya pulang" syaquel mulai mengendarai mobil milik silvi menuju rumah yang baru beberapa hari dihuni oleh silvi dan anaknya
Diperjalanan sky sangat cerewet, bocah itu sengaja agar kedua orang tuanya bisa berbicara walau hanya satu dua kata.
"daddy, kapan kapan jika daddy punya waktu apa kita bisa jalan jalan ke kebun binatang?" tanya sky
"tentu boy, kapanpun kau mau daddy akan menyempatkan waktu untukmu" jawab syaquel
"jika mommy mau, kenapa tidak" jawab syaquel
"sky pergilah dengan daddymu, mommy cukup sibuk jika dalam waktu dekat ini" sahut silvi
"kita bisa mencari waktu yang pas, tidak perlu buru buru, iya kan dad?" tanya sky
"ya, bukankah lebih lengkap lebih baik" tambah syaquel
"mommy tidak berjanji sayang, tapi mommy akan usahakan" ucap silvi agar tidak mengecewakan anaknya
"jika mommy tidak bisa tidak apa apa nak jangan bersedih" sindir syaquel
"oh tuhan, pria ini benar benar ingin ku cekik" gerutu silvi pelan
syaquel tersenyum gemas melihat wajah kesal mantan istrinya, silvi terlihat imut jika sedang kesal.
Sesampainya dikediaman silvi, sky dengan manjanya kembali meminta digendong oleh syaquel hingga masuk didalam rumah.
"rumah ini terlihat sangat sejuk dan nyaman" ucap syaquel memberikan penilaiannya terhadap rumah yang dipilih oleh silvi
"jika tidak nyaman untuk apa aku membelinya" ketus silvi
"ya kau benar, seleramu dari dulu memang sangat bagus" ucap syaquel
__ADS_1
Silvi tidak menggubris lagi, ia berjalan lebih dahulu meninggalkan syaquel dan sky.
Syaquel membawa sky ke kamarnya dimana sudah ada gadis yang ikut membantu menyiapkan keperluan sky.
"Sky apa daddy boleh pulang sekarang?" tanya syaquel halus
"kenapa daddy buru buru sekali" ucap sky
"bukan begitu sayang, daddy hanya tidak enak pada mommy jika berlama lama" jawab syaquel apa adanya
"daddy bukankah ini kesempatan yang bagus untuk mendekati mommy? kita sudah diizinkan bertemu kapanpun apalagi sekarang daddy bebas datang kerumah ini" ucap sky layaknya orang dewasa
"kau benar nak, tapi kita tidak boleh terlalu memaksakan nanti mommy akan marah dan itu sangat berbahaya" tutur syaquel
"aku akan membantu daddy tapi daddy juga harus mengikuti rencanaku" ucap sky
"sudahlah, jangan terlalu licik" canda syaquel
"kita harus bergegas daddy sebelum uncle vin menyalip" ucap sky
"daddy akan menggantung uncle mu itu jika dia berani macam macam" ujar syaquel diiringi gelak tawa kedua pria beda usia itu
"sky sayang waktunya makan siang, apa kau sudah ganti baju?" tanya silvi yang tiba tiba saja muncul dipintu
"iya mom aku akan segera turun" jawab sky
"baiklah cepat" ucap silvi dan berlalu dari sana
Dimeja makan kini suasana tiba tiba saja terasa tegang, tadinya syaquel pamit untuk pulang namun lagi lagi sky menahannya dengan alasan makan malam bersama sementara silvi terus saja melemparkan tatapan tajamnya pada syaquel yang membuat pria itu mati kutu.
"Daddy besok sebelum berangkat ke kantor datanglah untuk sarapan bersama" ucap sky disela sela makannya
Uhuk..uhukk
silvi terbatuk batuk mendengar ucapan anaknya, mengapa sky menjadi lebih berani dalam mengambil keputusan biasanya anak itu selalu bertanya dulu padanya.
"mommy" ucap sky menyodorkan air minum untuk silvi
"it's okay" silvi meneguk air dalam gelas itu
"mommy boleh kan jika daddy sarapan bersama kita?" tanya sky
"sarapan ya? Hmm mommy rasa tidak masalah jika hanya untuk besok" jawab silvi
"no mommy everyday" sahut sky
"what?" silvi melotot tak percaya
"kasihan daddy pasti tidak ada yang mengurusinya sarapan, lihat mommy tubuh daddy juga semakin kurus" ucap sky
"kau salah nak, dirumahnya daddy ada oma, ada aunty suster juga yang bisa mengurusi daddymu jadi jika dia semakin kurus pasti bukan karena tidak makan mungkin saja daddymu sedang stress" jawab silvi
"mommy benar sky, tidak perlu pikirkan daddy" syaquel angkat bicara
__ADS_1
"no dad, bukankah kita keluarga? Kata miss keluarga itu harus saling memperhatikan" ucap sky
Silvi memijat pelipisnya yang terasa berdenyut, semakin hari sky semakin cerdik membuat ia jadi sakit kepala menghadapi putra semata wayangnya itu.