Come Back Together

Come Back Together
Oma Candra


__ADS_3

"mom, anakku ingin bertemu denganmu sebentar, apa kau bersedia?" tanya syaquel


"benarkah?" tanya bu candra berbinar


"iya mom" jawab syaque


"oh yaampun mimpi apa aku semalam kim? Sehingga hari ini aku dapat dipertemukan dengan cucuku" bu candra berbicara pada kimberly suster muda yang mengurusnya selama ini


"ini sebuah keberuntungan nyonya" jawab suster kimberly


"baiklah ayo, jangan sampai sky menunggu" syaquel mengambil alih kursi roda ibunya dari kimberly


"tunggu, apa sebaiknya aku menunggu dimobil saja nyonya? Aku bukan anggota keluarga jadi sangat tidak pantas jika aku ada disana bukan?" ucap kimberly


"ayolah kim, kau sudah seperti putriku jadi ikutlah dengan kami, benarkan el?" tanya bu candra


"tentu, tidak perlu segan suster" ucap syaquel dengan formal


"baiklah jika begitu" kimberly tersenyum manis pada syaquel


Mereka bertiga berjalan menuju ke ruangan sky, bu candra nampak antusias meski dikursi roda.


"eh el, apa silvi ada disana?" tanya bu candra


"ada mom" jawab syaquel


"lalu bagaimana jika ia melihat mommy? Apa dia tidak akan marah?" tanya bu candra


"tidak mom, dia sudah mengizinkan" jawab silvi


Kimberly hanya diam sembari mengikuti langkah syaquel dibelakang.


Ketukan pertama pintu langsung dibuka dari dalam oleh gadis, wanita muda itu mempersilahkan syaquel dan keluarganya untuk masuk.


Mata bu candra berkaca kaca melihat wajah tampan sang cucu yang langsung membuatnya terbayang pada kenangan puluhan tahun lalu saat ia merawat dan membesarkan syaquel.


"silahkan" silvi mundur untuk mempersilahkan mantan ibu mertuanya agar bisa mendekat pada sky


Tetapi siapa sangka, syaquel menahan pergelangan tangannya agar silvi tidak perlu beranjak dari tempatnya.


"tetaplah disini" ucap syaquel pelan


"sayang, ayo sapa oma mu" pinta silvi pada anaknya

__ADS_1


"hai oma, apa kabar?" tanya sky


"oh yaampun" bukannya menjawab bu candra malah menangis tersedu sedu


"mom, kenapa malah menangis" ucap syaquel berbisik


"el, betapa jahatnya mommy dulu bahkan mommy merasa tidak pantas untuk dipanggil oma oleh putramu el, sungguh mommy benar benar berdosa" ucap bu candra sesegukan


"nyonya, sebaiknya tidak perlu membahas hal ini didepan sky, dia masih kecil dan tidak perlu tau mengenai semua itu" sahut silvi yang kebetulan ada disamping bu candra


"iya iya silvi, maaf maafkan mommy" bu candra menghapus air matanya


"hai nak, kau tampan sekali sayang" bu candra meraih pipi gembul milik sky


"aku tampan seperti daddy" jawab sky


"benar nak, kau memang mirip seperti daddy, tapi kau sangat hebat seperti mommy mu" ucap bu candra


"iya oma, bagaimana kabar oma?" tanya sky


"oma baik sayang oma baik baik saja, bagaimana denganmu? Apa masih ada yang sakit?" bu candra mengelus kepala sky turun hingga pergelangan tangan cucunya


"no oma, aku sudah sehat aku akan minta kepada dokter untuk dibolehkan pulang" jawab sky


"maaf, sky mommy keluar sebentar ya sayang mommy ingin menghubungi mama ziva dan aunty vanya dulu, sky bicara dulu dengan oma dan daddy ya sayang" pamit silvi


"iya mommy, jangan lama lama ya" sahut sky


Silvi mengangguk patuh dan mengecup pucuk kepala anaknya. Ia keluar dari ruangan itu lalu menghubungi seseorang.


Entah sudah berapa kali syaquel terus melirik kearah pintu, ia nampak gelisah karena silvi tak kunjung kembali. Apakah terjadi sesuatu diluar? Ataukah silvi kurang nyaman dengan keberadaan ibunya diruangan ini? Pikiran pikiran buruk terus muncul diotak syaquel.


"mom, tunggu disini sebentar" ucap syaquel lalu beranjak dari tempatnya


Diluar tidak jauh dari ruangan rawat sky ternyata silvi benar benar sedang menghubungi seseorang melalui ponselnya.


"Ya jika kalian punya waktu datanglah" ucap silvi pada orang diseberang sana


"baiklah aku tutup dulu" sambungnya


"hmm" syaquel berdehem, sehingga membuat silvi memutar tubuhnya untuk melihat asal suara itu


"ada apa?, apa sky mencariku?" tanya silvi tanpa membalas tatapan syaquel

__ADS_1


"apa kau tidak nyaman dengan keberadaan mommy?" tanya syaquel to the point, karena jika ya maka ia akan langsung membawa ibunya agar tidak mengganggu ketenangan silvi


"aku sudah memutuskan untuk memberikan kebebasan pada sky agar dapay berhubungan dengan kalian kapan saja dia mau" jawab silvi


"kau tidak perlu memaksakan diri sil, kau bisa melakukan apapun yang menurutmu baik untuk sky, dia milikmu kau yang paling berhak atas dirinya" sahut syaquel


"aku hanya tidak ingin hal ini terjadi lagi, karena kau sendiri telah memulainya maka aku hanya melanjutkan permainan yang kalian buat sendiri, bukankah ini suatu keberuntungan untukmu?" tutur silvi dengan sedikit sindiran


"jika begitu maaf, maafkanlah aku, sekali lagi aku hanya datang untuk merusak kehidupanmu, aku akan menjelaskannya pada sky dan aku berjanji akan pergi jauh dari hidup kalian" ucap syaquel penuh penyesalan


"itu tidak perlu, bagaimanapun darahmu mengalir didalam tubuh anakku, kau bisa datang kapan saja untuk melihat sky, kau juga bisa mengajaknya sekedar jalan jalan, tapi satu hal anggap aku tidak ada, jangan menggunakan sky untuk kau bisa mendapatkan maafku karena sampai kapanpun aku tidak akan memaafkanmu" silvi menarik lengan syaquel dan memberikan kartu nama beserta alamat rumahnya yang baru.


Syaquel terdiam ditempatnya saat kepergian silvi, ia menatap kartu nama ditelapak tangannya. Ia tersenyum kecil, semoga ini menjadi awal yang baik untuk hubungan mereka kedepannya.


Syaquel melangkahkan kakinya memasuki ruangan sang anak, ia melihat silvi duduk disofa bersama pengasuh sky. Wanita cantik itu tidak menatapnya sama sekali.


"nak, sudah siang sebaiknya daddy mengantar oma pulang dulu ya" ucap syaquel


"tapi daddy akan kembali kemari lagi kan?" tanya sky


"tentu sayang" jawab syaquel dengan yakin


"baiklah daddy, sampai jumpa oma" sky melambaikan tangannya pada bu candra


"sampai jumpa nak, terimakasih sudah bersedia bertemu dengan oma, lain waktu oma akan menemui sky lagi ya" ucap bu candra


"iya oma, sampai jumpa aunty suster" sky melambaikan tangannya pada kimberly


"sampai jumpa lagi anak tampan semoga lekas sembuh" suster kimbery memberikan senyum termanisnya


Syaquel memutar kursi roda ibunya hendak keluar, namun bu candra menahan kursi rodanya karena ia ingin pamit pada silvi.


"silvi, terima kasih nak kau sudah mempertemukanku dengan cucuku kau memang wanita yang sangat baik, tolong maafkanlah kesalahanku dulu silvi, aku sudah sangat berdosa padamu" ucap bu candra sembari menggenggam tangan silvi


"aku hanya ingin melihat anakku bahagia" sahut silvi dengan ramah


"ya, kau memang berhati malaikat silvi" ucap bu candra


Silvi tersenyum dengan terpaksa, setelah kepergian syaquel dan ibunya, silvi kembali mendekat pada putranya.


"sky lebih baik kau beristirahat nak supaya kau secapat sembuh" ucap silvi


"iya mommy" sky berbaring dibantu oleh silvi.

__ADS_1


__ADS_2