Come Back Together

Come Back Together
Demam


__ADS_3

"Sky" silvi mengetuk pintu kamar sky lalu membukanya setelah mendengar sahutan dari dalam


"sky sedang apa? Boleh mommy bicara sebentar nak?" ucap silvi


"boleh mom" jawab sky, ia menghentikan kegiatannya dan menatap sang ibu


"sky mommy ingin bicara serius denganmu" silvi menjeda ucapannya sambil mengusap rambut sang anak yang sedikit berantakan


"mommy tidak sangka anak mommy sudah sebesar ini" sambung silvi


"iya mom, aku kan sudah dewasa" ucapan sky yang selalu ia katakan ketika bersama dengan ibunya


"kau benar sayang, kau juga tumbuh menjadi anak yang sangat cerdas" puji silvi


Sky diam saja sambil menatap mata ibunya untuk tahu apa maksud pembicaraan ibunya


"kau juga anak yang pintar menyimpan rahasia" ucap silvi lagi


"ada apa mommy?" tanya sky, perasaan anak itu mulai tidak enak


"mommy sudah tahu sayang kalau kau sudah mengetahui siapa daddymu sebenarnya" jawab silvi


Mata sipit sky membola seketika terlihat jelas dari reaksinya jika sky terkejut.


"benar bukan?" tanya silvi


"maaf mommy, aku tidak bermaksud menyakiti hati mommy tapi daddy sangat baik padaku dan dia sangat menyayangiku mommy itu sebabnya aku merahasiakan ini dari mommy agar aku bisa bertemu dengan daddy" ucap sky layaknya orang dewasa


"apa daddy cerita tentang apa yang terjadi diantara kita padamu sky?" tanya silvi


"no mommy, daddy hanya bilang jika mommy tahu kita sering bertemu maka mommy akan marah" jawab sky


"apa sky menganggap mommy jahat jika mommy marah untuk hal ini nak?" tanya silvi


"tidak mommy, aku tahu aku sudah salah karena berbohong pada mommy jadi wajar jika mommy marah, dan aku tetap akan meminta maaf pada mommy" jawab sky


"apa kau tahu sayang kenapa mommy akan marah jika kau bertemu daddy?" tanya silvi lagi


"karena daddy bersikap tidak baik pada mommy bukan?" tebak sky


"benar sayang, daddy tidak menyayangi mommy seperti daddy menyayangimu dan daddy tidak menginginkan keberadaan mommy, jadi apakah mommy boleh benci padanya untuk itu?" tanya silvi

__ADS_1


"mommy jika mommy ingin membenci daddy maka itu hak nya mommy, tapi seorang anak sepertiku tidak diperkenankan untuk membenci orang tuanya sendiri" jelas sky


"benar sayang, kau sangat pintar. Mommy tidak ingin kau jadi anak pendendam apalagi kepada orang yang lebih tua, tapi mommy ingin meminta satu hal pada sky" ucap silvi


sky mengangguk sebagai jawaban,


"sky mommy ingin kita hidup dengan tenang dan damai, mommy ingin sky berhenti menemui daddy, lupakanlah jika sky punya seorang daddy, bukankah dari dulu kita hanya hidup berdua? Maka kita akan bahagia bersama tanpa daddy" ucap silvi membelai pipi mungil sang putra


Sky diam untuk sesaat, pikirannya berusaha mencerna kata kata ibunya, apa itu artinya dia tidak boleh bertemu dengan daddynya lagi selamanya? Pertanyaan itu terus bermunculan dibenaknya.


"baiklah mommy, apapun yang membuat mommy senang akan aku turuti" jawab sky dengan lapang dada


"kau berjanji pada mommy?" silvi mengangkat jari kelingkingnya


"janji mom" sky melingkarkan jarinya ke jari silvi


"thank you dear" silvi mendekap putranya


"yes mommy" sahut sky pelan dengan suara bergetar


"baiklah lanjutkan mainmu, mommy akan keluar" silvi beranjak dan pergi dari kamar sky


Sky menatap pintu kamarnya yang telah tertutup rapat, anak itu lalu menyembunyikan wajahnya disela lututnya dan menangis sejadi jadinya tanpa bersuara.


.


.


.


3 hari berlalu sesuai keinginannya, sky tidak lagi bertemu dengan syaquel, ia cukup tenang saat melihat keadaan sky baik baik saja usai ia meminta sky melupakan ayahnya, psikologis anaknya sama sekali tidak terganggu, sky bermain dengan seperti biasanya sky tidak menunjukkan kesedihannya sama sekali.


Pagi ini akhir pekan, ia berniat mengajak sky pergi jalan jalan agar anaknya tidak jenuh bermain dirumah setiap hari. Silvi mendorong pintu kamar sky, terlihat sang putra masih tidur dengan selimut menutupi hampir seluruh tubuhnya.


Silvi membuka tirai yang menutupi jendela sebelum membangunkan sky, sinar matahari masuk menyilaukan ruangan itu namun sky tidak bergeming sama sekali. Silvi mendekati anaknya hendak membangungkannya namun baru saja silvi meraba kepala sky tangannya terasa terbakar.


Silvi panik, ia membuka selimut yang menutupi tubuh sky lalu mengecek suhu tubuh anaknya, ternyata sky demam tinggi.


"sky, kau sakit nak?" silvi coba membangunkan anaknya


"daddy" lirih sky sangat pelan

__ADS_1


Air mata silvi jatuh begitu saja, apa yang terjadi? apa sky terlalu merindukan syaquel sehingga putra kesayangannya sampai jatuh sakit seperti ini.


"sky, bangun nak" ucap silvi menggoyangkan tubuh sky dengan hati hati


"kepalaku sakit" lirih sky sambil meringis


"daddy tolong pijat kepalaku" pinta sky yang masih terpejam


"sayang ini mommy nak, badanmu panas sekali" ucap silvi sambil menghapus air matanya


"mommy" lirih sky


"mom kepalaku sakit, seluruh tubuhku sakit, aku tidak mampu membuka mataku" ucap sky perlahan lahan


"apa? Kalau begitu kita kerumah sakit sekarang" silvi memeluk anaknya


Ia berteriak memanggil gadis meminta untuk membawakan barang barang sky karena mereka akan ke rumah sakit, ia juga berteriak meminta supir agar secapatnya menyiapkan mobil


Didalam perjalanan, sky tidak bersuara sama sekali tapi tubuhnya menggigil kedinginan, membuat silvi semakin panik, ia memaki saat jalanan macet membuat perjalanannya terhambat.


"tekan klasonnya pak, dan segera terobos" pinta silvi dengan cemas


Keadaan sky semakin memburuk tepi untung saja mereka sudah sampai dirumah sakit sehingga bisa secepatnya diberi pertolongan.


Silvi mondar mandir didepan pintu IGD tempat sky diperiksa, ia nampak sangat cemas dan panik. tidak lama kemudian keluarlah seorang dokter yang merupakan sahabat kuliah silvi dan dokter itulah yang menangani sky.


"rea, rea bagaimana anakku?" silvi menangis sambil memegangi tangan dokter anak yang menangani sky


"tenanglah silvia, anakmu memang sempat mengalami kejang beberapa saat tetapi sekarang keadaannya sudah lebih baik dari sebelumnya" jawab rea selaku dokter spesialis anak


"sungguh rea? Aku sangat takut terjadi sesuatu padanya. Tolong pastikan dia baik baik saja dan lakukan yang terbaik untuk putraku rea" pinta silvi


"iya silvia percayalah padaku, anak anak memang terkadang mengalami step saat suhu tubuhnya naik drastis tetapi untung saja sky segera diberi pertolongan medis, tindakanmu sangat tepat dengan segera membawa anakmu ke rumah sakit" ucap dokter rea


"syukurlah" silvi mengusap wajahnya yang dipenuhi air mata


"Tapi silvia ada yang hendak aku bicarakan secara pribadi padamu, bolehkah kau keruanganku sebentar? Sementara sky anakmu akan dipindahkan oleh suster keruang perawatannya" sahut silvi


"iya rea, adis tolong kau temani sky sebentar" pinta silvi


"baik kak" sahut gadis

__ADS_1


Silvi mengikuti langkah dokter rea menuju ruangan pribadinya.


__ADS_2