Come Back Together

Come Back Together
Terluka


__ADS_3

Syaquel terkapar dijalanan dengan beberapa luka ditubuhnya yang disebabkan oleh benda tajam bersama dengan para preman itu, sedangkan satu pria lainnya yang tersisa keadaannya pun tidak jauh berbeda karena kakinya tertusuk senjata tajam yang ia bawa sendiri sehingga ia tidak dapat melarikan diri.


Suara sirine polisi terdengar semakin dekat, preman yang masih sadar pun sangat ketakutan. Empat orang polisi turun dari mobil bersama dengan silvi yang memang mengikuti mobil polisi itu dari belakang.


"El" silvi berteriak melihat syaquel yang sudah berlumuran darah


Wanita itu berlari lalu memangku kepala syaquel sembari menepuk nepuk pipi mantan suaminya.


"el buka matamu" ucap silvi namun syaquel tidak merespon


"oh tuhan, kenapa jadi seperti ini?" air mata silvi tumpah


"Nyonya kami membutuhkan anda untuk dapat memberikan keterangan dikantor" ucap salah satu polisi


"baik pak, bawa saja dulu empat preman itu aku akan menyusul ke kantor polisi setelah membawa kerabatku ini ke rumah sakit" sahut silvi


"baik nyonya, biar kami bantu" para polisi itu membantu silvi membawa tubuh syaquel ke mobilnya


Mobil silvi melaju dengan cepat menuju rumah sakit, sesekali ia menoleh ke bangku yang ada disamping kemudinya syaquel masih belum sadarkan diri, ia bergelidik ngeri melihat darah syaquel yang cukup banyak hingga mengotori pakaian kantornya. rasa takut silvi semakin menjadi jadi, ia takut terjadi sesuatu yang parah pada syaquel terlebih lagi pria itu seperti ini karena menolongnya.


Disela sela kecemasan yang dirasakan oleh silvi, ponsel syaquel yang berada pada saku jasnya berdering namun silvi tidak berani untuk menyentuh benda itu apalagi menjawab panggilan yang masuk rasanya sangat tidak sopan. Ia baru bernafas lega saat benda pipih itu berhenti berdering, namun ternyata beberapa notifikasi pesan masuk ke ponsel itu mau tidak mau silvi memasukkan tangannya kesaku jas yang ada di dada syaquel untuk mengambil ponsel milik pria itu.


📩Suster kimberly


"el kau sudah dimana?"


"el mommy sudah sadar, dan dia mencarimu"

__ADS_1


"el segeralah kemari, mommy ingin bertemu denganmu"


Tiga pesan yang masuk itu berasal dari perawat yang menjaga mommy nya syaquel. Panggilan yang masuk tadi juga ternyata dari kimberly. Silvi menyimpan ponsel milik syaquel ditas nya, ia tidak dapat mengakses ponsel itu karena untuk masuk membutuhkan kode pin dan silvi tidak mungkin membobol pengamanan ponsel milik orang lain.


Syaquel belum juga sadar saat mereka telah sampai dirumah sakit, silvi berteriak pada tim medis untuk membawakannya sebuah brankar agar syaquel segera diberikan penanganan.


Silvi berhenti didepan pintu ruangan UGD, ia membiarkan dokter dan tim nya untuk menagani syaquel, ia benar benar takut terjadi sesuatu pada pria itu, baju silvi terkena darah milik syaquel yang merembes. Wanita itu terduduk lemas dibangku yang ada dilorong rumah sakit, tiba tiba ia terfikir pada anaknya, entah apa yang akan ia katakan pada sky tentang keadaan daddy nya? Sky pasti akan sedih jika ia tahu syaquel sedang terluka parah.


Ponselnya berdering dengan cepat silvi merogoh tasnya dan menjawab panggilan dari pengasuh anaknya.


"ya adis" jawab silvi


"mommy, apa kita tidak jadi pergi belanja keperluan sekolah untukku?" tanya sky


"sky mommy sedang ada urusan penting, kemungkinan mommy akan pulang saat malam hari, tunggu mommy kembali ya baru kita pergi berbelanja" jawab silvi


"baiklah mommy, apa mommy masih dikantor?" tanya sky


"baiklah jangan lupa makan siang ya mommy" pesan sky


"terima kasih sayang, jaga dirimu" ucap silvi sebelum memutus sambungan telepon itu.


Belum ada tanda tanda pintu ruangan itu terbuka, silvi tambah gelisah memang seharusnya ia tidak meninggalkan syaquel dijalanan itu tadi. Bodoh, itulah kata yang tepat untuk dirinya. walau ia sudah bersikap keterlaluan pada syaquel tapi pria itu masih mau menolongnya bahkan membahayakan dirinya.


Ponsel syaquel kembali berdering silvi pun mengeluarkan benda itu dari tas miliknya dan ternyata yang menghubungi ponsel syaquel adalah pengasuh anaknya, untuk apa gadis menghubungi mantan suaminya? Apa sky yang menggunakan ponsel gadis? Tapi lagi lagi ia melewatkan panggilan itu. Tidak lama kemudian masuklah notifikasi pesan suara, untuk dapat membukanya tentu silvi harus dapat memasukan kode pengaman ponsel itu.


Karena rasa penasaran yang tidak dapat ia bendung akhirnya ia mencoba membobol pengamanan itu. Ia memasukkan tanggal ulang tahun syaquel yang memang ia masih menghapalnya namun salah, silvi kemudian mencoba angka random tapi tidak ada yang benar, hampir menyerah namun ia teringat tanggal ulang tahun sky, lalu ia mencoba nya dan ternyata benar. Ternyata syaquel sangat menyayangi putranya.

__ADS_1


silvi pun membuka pesan suara yang dikirimkan dari nomor ponsel gadis.


"daddy, daddy sedang apa? Apa daddy sibuk? aku sudah tahu jika kemarin daddy diusir oleh mommy, maaf ya daddy semua terjadi karena aku yang sudah bersikap tidak baik pada mommy, mungkin jika aku menjadi anak baik kemarin mommy pasti tidak akan marah pada daddy. Tapi aku punya kabar baik dad, besok mommy akan mendaftarkanku sekolah, nanti kakak adis akan mengabari daddy dimana tempatku bersekolah ya dad walaupun kita tidak bisa bertemu dirumah tapi daddy bisa menemuiku disekolah baruku nanti, bukankah ini kabar yang sangat bagus dad?"


Ya, yang mengirimkan pesan suara itu adalah sky. Silvi tidak menyangka ternyata ayah dan anak ini sering bertukar kabar melalui ponsel pengasuhnya bahkan mereka menyempatkan mengirim pesan suara hanya untuk mengucapkan good night dan sweet dreams sebelum tidur. Benar kata calvin, sky telah menjadi korban atas perceraiannya dengan syaquel, putranya adalah orang yang paling terluka atas kehancuran rumah tangganya.


Silvi menangis dalam diamnya, air matanya mengucur deras namum mulutnya ia kunci agar tidak mengeluarkan suara. Pantas saja sky punya pemikiran yang lebih dewasa dari pada anak seusianya sebab sky dituntut oleh keadaan agar bisa mengerti apa yang sebenarnya belum pantas ia ketahui.


Seorang dokter keluar dari ruangan dimana syaquel ditangani. Silvi pun buru buru menghapus air matanya dan bangkit menghampiri dokter tersebut.


"bagaimana keadaannya dokter?" tanya silvi


"apa anda istri dari pasien?" tanya dokter tersebut


"saya keluarganya dokter" jawab silvi dengan ambigu


"oh baiklah, hanya ada beberapa luka sobek dibagian tubuh pasien tapi kamu sudah menanganinya namun pasien kehilangan banyak darah sehingga harus dilakukan perawatan lebih intensif disini. Setelah ini pasien juga akan dipindahkan keruang perawatan" jelas dokter itu


"baiklah dokter" ucap silvi


Syaquel didorong menggunakan brankar pasien menuju ruangan rawat yang telah disediakan, silvi mengikuti dari belakang.


"Pengaruh obat bius yang kami suntikkan pasien masih belum sadarkan diri, tapi jangan khawatir sebentar lagi setelah reaksi obat biusnya hilang pasien akan sadar" jelas dokter


"kira kira berapa lama dokter?" tanya silvi


"kurang lebih 30 menit kedepan" jawab dokter

__ADS_1


"baiklah terima kasih banyak dokter" ucap silvi


"sama sama nyonya, saya tinggal dulu" pamit dokter tersebut


__ADS_2