Come Back Together

Come Back Together
Menjadi Peri baik hati


__ADS_3

Hampir setengah jam silvi menunggu akhirnya syaquel memberikan respon, pria itu menggerakkan jari jari tangannya lalu membuka matanya, syaquel melirik ke kiri juga kanan nya dan mendapati silvi yang sedang duduk disamping ranjangnya sambil menatap kearah nya.


"kau disini sil" syaquel berusaha untuk bangun namun sekujur tubuhnya terasa sakit


"kau mau apa? Sebaiknya jangan banyak bergerak" silvi pun reflek berdiri berniat membantu syaquel memperbaiki posisinya agar terasa nyaman


"apa kau yang membawaku kemari?" tanya syaquel


"menurutmu? Tidak mungkin aku meninggalkanmu begitu saja sedangkan kau telah menolongku" jawab silvi


"terima kasih, maaf telah merepotkanmu" ucap syaquel


"justru akulah yang ingin meminta maaf, gara gara menolongku kau jadi terluka seperti ini" sahut silvi menghindari tatapan mata syaquel


"aku tidak mungkin membiarkan mommy dari anakku dalam bahaya" balas syaquel


"seharusnya kau tidak perlu melakukan itu apalagi aku telah memintamu untuk pergi dan tidak muncul lagi dari hidupku juga sky" tutur silvi merasa bersalah


"silvi, jika dibandingkan dengan penderitaanmu dahulu yang aku alami saat ini sama sekali tidak sebanding" ucap syaquel sembari tersenyum manis, ia lega akhirnya mereka bisa bicara dengan tenang seperti ini


"kata dokter kau kehilangan banyak darah sehingga kau harus dirawat untuk sementara waktu disini, luka luka mu juga cukup banyak jadi kau belum diizinkan kembali sekarang" silvi mengalihkan pembicaraan


"ya, aku akan bertahan disini sampai keadaanku pulih tidak perlu khawatir" jawab syaquel


"mobilmu juga sudah ada dirumahku, orangku sudah mengurusnya" tambah silvi


"baiklah terima kasih" timpal syaquel


"oh iya ini ponselmu, tadi suster kimberly menghubungimu katanya mommymu sudah sadar dan beliau mencarimu, apa mommy mu sedang sakit?" tanya silvi sembari menyerahkan ponsel milik syaquel


"oh astaga" syaquel menepuk kepalanya,


"ada apa?" tanya silvi cemas


"kita sedang dirumah sakit apa?" tanya syaquel balik


"Rumah sakit mitra" jawab silvi cepat

__ADS_1


"apa kau bisa membantuku?" tanya syaquel


"katakan saja" jawab silvi


"mommyku dirawat dirumah sakit ini juga sil, tapi aku tidak tahu ruangannya, aku membutuhkan kursi roda untuk pergi mencari ruangan mommy bisa kau mintakan aku kursi roda?" tanya syaquel


"tentu, tunggu disini" silvi bangkit dan keluar dari ruangan rawat syaquel


Ia menemui seorang suster dan meminta kursi roda setelah mendapatkannya silvi pun kembali ke ruangan rawat syaquel dengan sebuah kursi roda.


"aku sudah bertanya pada suster apa kau bisa keluar dari ruanganmu untuk mencari angin katanya boleh asalkan ada yang mengawasi" ucap silvi


"syukurlah, lagi pula aku tidak sedang sakit parah" timpal syaquel


"ayo biar aku bantu" ucap silvi


Wanita itu kemudian memampah tubuh syaquel agar mantan suaminya bisa pindah ke kursi roda. Dengan sekuat tenaga syaquel menahan diri agar tidak merintih kesakitan karena ia tidak ingin moment paling langkah ini harus terlewati.


"sekarang kita harus bertanya dulu dimana ruangan mommy mu agar tidak susah mencari ruangannya" ucap silvi sembari mendorong kursi roda syaquel


"aku akan pergi sendiri sil, kau tidak perlu mengantarku" ucap syaquel mengentikan langkah silvi


"oh yaampun jangan salah faham dulu sil, maksudku adalah aku akan pergi sendiri karena aku pikir kau akan pulang bukankah ada sky yang menunggu kepulanganmu" jelas syaquel


"ck, aku akan membantumu dulu baru aku pulang hitung hitung balas budi" ucap silvi kembali melanjutkan langkahnya


Syaquel tersenyum lebar, entah kerasukan apa silvi hari ini sehingga ia berubah menjadi peri baik hati. Ia sungguh tidak menyangka hanya karena ia telah membantu mantan istrinya dari preman preman tadi silvi jadi perhatian seperti ini kepadanya.


"maaf suster, saya ingin bertanya pasien atas nama nyonya chandra yuriko ruangannya dimana ya?" silvi bertanya pada suster


"pasien yang baru saja masuk siang tadi?" tanya suster itu


Silvi menoleh pada syaquel karena ia tidak tahu kapan mantan mertuanya dibawa kerumah sakit. Dan syaquel menjawab dengan anggukan.


"benar sus" jawab silvi


"ada dirungan vip nomor 012, nyonya bisa lewat dari loring ini lalu belok kiri" jawab suster tersebut memberikan petunjuk jalan yang mudah untuk dilalui

__ADS_1


"baiklah terima kasih banyak" ucap silvi


Silvi kembali mendorong syaquel yang duduk dikursi roda menuju ruangan dimana mantan mertuanya dirawat, dalam perjalanan silvi memulai percakapan agar situasi tidak terasa canggung.


"mommy mu sakit apa?" tanya silvi


"entahlah, tadi saat aku dikantor kimberly mengabariku jika mommy tiba tiba drop dsn dan ia sedang menuju kerumah sakit agar mommy mendapat penanganan yang tepat" jawab syaquel


"aku panik lalu ingin menyusul kerumah sakit, niatku menghindari macet jadi aku memilih jalan alternatif yang cukup sunyi agar aku bisa mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, tapi takdir ternyata mempertemukanku denganmu yang kebetulan sedang dalam bahaya" tambah syaquel


"maaf ya gara gara aku kau jadi tidak bisa merawat mommymu karena keadaanmu sekarang" silvi jadi tidak enak hati


"yaampun silvi semua bukan salahmu kenapa kau malah menyalahkan diri" sahut syaquel


"jika bukan karena aku, siapa lagi yang harus disalahkan?" balas silvi


"tentu saja salahkan preman preman itu kenapa mereka membuat onar dijalanan" jawab syaquel


Silvi diam, benar yang membuat syaquel terluka adalah preman preman itu tapi tetap saja penyebab syaquel seperti ini karena menolongnya dari penjahat itu kalau syaquel tidak datang entah bagaimana dirinya saat ini.


"itu dia sil ruangan mommy" tunjuk syaquel membuyarkan lamunan silvi


"oh iya benar" silvi pun menuju ruangan yang pintunya tertutup dan bertuliskan angka 012


Silvi mengetuk pintu ruangan itu sebanyak 2 kali, tidak lama kemudian gadis muda seusia silvi membuka pintu ruangan itu.


"el" kimberly terkejut melihat keadaan syaquel, ia juga bingung mengapa mantan istri syaquel ada disana dan bersama dengan syaquel. Apa ada sesuatu yang ia lewatkan?


"kenapa el jadi begini?" tanya kimberly pada silvi bahkan wanita itu belum mempersilahkan mereka masuk


"hmm.." silvi bingung hendak menjelaskannya dari mana


"kim, aku baik baik saja hanya luka biasa" sambar syaquel


"baik baik bangaimana el? lihat wajahmu penuh lebam seperti ini? dan kenapa kau ada dikursi roda? Apa terjadi sesuatu dengan kakimu?" cecar kimberly, wanita itu memperlihatkan dengan jelas rasa khawatirnya terhadap syaquel bahkan kim tidak segan menyentuh wajah syaquel yang terdapat memar bekas pukulan


"kim ayolah tidak perlu berlebihan, aku ingin melihat mommy dulu" ucap syaquel

__ADS_1


"baiklah maafkan aku, silahkan masuk" kimberly mempersilahkan masuk


Lewat tatapan mata kimberly silvi dapat melihat adanya rasa ketertarikan pada mantan suaminya. Wanita yang berstatus perawat mantan mertuanya itu bahkan melemparkan tatapan tidak senang selama silvi ada disana. Dan itu cukup jelas jika wanita itu tidak menyukai kehadirannya, entah karena status silvi sebagai mantan istri syaquel ataukah wanita itu merasa tersaingi? Silvi hanya bisa menghela nafas panjang sembari tersenyum sinis.


__ADS_2