Come Back Together

Come Back Together
Semakin memburuk


__ADS_3

"duduklah silvia" ucap dokter rea setelah mereka sampai diruang pribadinya


"silvia, sebelumnya aku minta maaf sungguh aku tidak bermaksud untuk mencampuri urusan rumah tanggamu, tapi melihat kondisi anakmu sepertinya ia memgalami tekanan batin sepanjang aku melakukan pemeriksaan bibirnya terus mengucap kata daddy daddy dan daddy, apa kau dan suamimu punya masalah? sekali lagi maaf silvia, aku sama sekali tidak ingin tahu lebih dalam apa masalahmu namun saranku lebih baik kalian selesaikan semuanya karena hal ini sangat berdampak pada psikologis anakmu sky" dokter rea menjelaskan panjang lebar


Silvi menunduk sambil memejamkan matanya sesaat, air mata nya kembali merembes keluar membasahi pipinya.


"kami sudah bercerai rea, dan aku meminta sky untuk tidak menemui daddynya lagi" sahut silvi sendu


"oh tuhan" rea menjeda ucapannya


"pantas saja jika sky mengalami tekanan batin silvia, maaf tapi aku tidak menyalahkanmu dalam hal ini tapi aku menyarankan jika kau sayang pada kesehatan sky maka pertemukanlah dia dengan ayahnya, turunkan egomu demi anakmu sedikit saja sil, sebelum semuanya terlambat" ucap dokter rea


"ya rea, aku akan menghubunginya agar dia datang menemui sky, aku akan melakukan apapun untuk kesehatan dan keselamatan putraku" jawab silvi


"itu bagus sil, aku tahu sesakit sakitnya hatimu melihat mantan suamimu tapi kau adalah seorang ibu yang akan rela melakukan apapun untuk putranya" rea berusaha memberi semangat pada sahabat karibnya itu


"ya rea kau benar, aku akan semakin hancur jika melihat putraku terbaring tak berdaya seperti itu" sahut silvi


"yasudah, lakukanlah segera agar putramu lekas pulih" ucap dokter rea


"aku permisi rea" silvi bangkit dan pergi dari sana


Ia menuju ruang perawatan sang putra, ia menggenggam tangan mungil sky yang bebas dari infus dan mengecupnya.


"nak, maafkan mommy sayang mommy sudah sangat egois, kau jadi seperti ini gara gara mommy sayang, jika terjadi sesuatu padamu sungguh mommy tidak bisa memaafkan diri mommy sendiri" ucap silvi lirih disela sesegukannya


"dad" lagi lagi kata itu yang keluar dari bibir sky sebagai bentuk respon dari tubuhnya yang lemah


Air mata silvi bertambah deras, hatinya hancur berkeping keping melihat keadaan putranya yang disebabkan oleh keegoisannya sendiri.


"sabar ya sayang, mommy akan menemui daddymu dan membawanya kemari" bisik silvi


"adis, tolong jaga sky sebentar" silvi beranjak dari sana


Tidak ada jalan lain selain pergi menemui syaquel, terlebih lagi ia tidak mempunyai nomor ponsel pria itu maka tujuan awalnya adalah perusahaan F.E.company.


Ia melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya menunjukkan pukul 9.15 menit. ia berfikir bahwa sekarang masih waktu bekerja jadi kemungkinan besar syaquel ada dikantornya. Namun ia lupa jika hari ini adalah akhir pekan yang artinya hari libur bekerja.

__ADS_1


Dengan langkah terburu buru silvi meninggalkan rumah sakit dan bergegas menuju parkiran tetapi langkahnya tertahan karena ia tanpa sengaja menabrak seseorang.


"maaf, maafkan aku, aku kurang memperhatikan jalan" silvi memungut ponselnya yang terjatuh


"tidak apa apa" sahut pria yang ditabrak oleh silvi tadi


Silvi mendongak saat merasakan bau parfum dan suara yang familiar dari pria dihadapannya. Silvi tersentak saat orang yang ia cari ada didepan matanya.


"kau disini? Apa ada keluargamu yang sakit?" tanya syaquel basa basi


"ya, kau sendiri? Sedang apa kau disini?" silvi tidak bersikap dingin seperti biasanya


"aku? oh aku mau menjemput mommy ku yang sedang ada jadwal kontrol" sikap lembut yang diperlihatkan silvi pagi ini malah membuatnya canggung


"hmm el, bisahkah aku meminta waktumu sebentar, sky sedang sakit dan "silvi tidak melanjutkan ucapannya karena syaquel langsung memotong


"apa? Sky sakit? Apa putra kita ada dirumah sakit ini?" tanya syaquel dengan cemas


"iya el, aku baru membawanya pagi tadi karena suhu tubuhnya sangat tinggi" jawab silvi


"katakan dimana ruangannya?" syaquel melewati silvi memasuki area rumah sakit


"kenapa kau tidak memberitahuku jika sky sakit sil?" syaquel bertanya dengan cemas


"aku tidak punya nomor ponselmu" jawab silvi apa adanya


"ck" syaquel mendesis, jika ia tidak bertemu dengan silvi mungkin dia tidak akan tahu mengenai putranya yang sedang sakit


"aku baru akan mencarimu dikantormu tapi untung saja kita bertemu diparkiran" sahut silvi


Syaquel menghentikan langkahnya mendadak sehingga silvi lagi lagi membentur punggung kokoh didepannya


"aaauuhhhss" silvi mendesis memegangi hidung beserta jidatnya yang terbentur


"kenapa kau berhenti mendadak" silvi melayangkan bogemnya ke punggung syaquel


"maaf maaf, aku hanya terkejut dengan kata katamu tadi" ucap syaquel sambil terkekeh kecil, entah kenapa silvi selalu menggemaskan jika sedang kesal

__ADS_1


"kata kataku yang mana? Ck" silvi sangat kesal dengan pria dihadapannya ini


"kau bilang kau mau mencariku dikantor bukan?" tanya syaquel


"ya kenapa memangnya?" silvi bertanya balik


"hari ini hari minggu sil, kau tidak mungkin menemukanku disana" syaquel mengingatkan


"oh astaga,, bagaimana bisa aku lupa" silvi kembali melanjutkan langkahnya karena syaquel kembali berjalan


"apa ini ruangannya?" syaquel memastikan dan diangguki oleh silvi


Syaquel mendorong pintu ruangan itu, terlihat beberapa perawat dan dokter rea memenuhi ruangan rawat sky.


Silvi melihat ke arah gadis yang nampak ketakutan. Sementara wanita itu mendekati silvi untuk memberi penjelasan.


"kakak baru saja tubuh ade bergetar seperti kedinginan dan ia juga kesusahan menarik nafasnya, aku sangat takut lalu aku memanggil dokter" jelas gadis


Silvi mengangguk tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ia melihat jika sky dipasangi selang oksigen dihidungnya sebagai alat bantu pernafasan. Silvi merasakan sakit yang luar biasa dihatinya, karena kondisi putranya yang bisa dipastikan memburuk.


Dokter rea selesai dengan tugasnya, lalu ia berbalik untuk berbicara dengan silvi.


"Silvia kami sudah menyuntikkan obat untuk menurunkan suhu tubuhnya dengan dosis tertentu, putramu tadi menggigil kedinginan karena ia tidak dapat menguasai suhu tubuhnya yang sangat tinggi. nafasnya juga menjadi berat sehingga kami membantunya dengan alat bantu pernafasan" jelas dokter rea


"apa kondisi anakku kian memburuk rea?" tanya silvi


"silvia, tenanglah dan teruslah berdoa semoga putramu bisa melewati masa kritisnya dengan cepat" jawab dokter rea


"jadi anakku kritis rea?" tanya silvi lagi


"kami akan melakukan yang terbaik untuk sky, dan aku mohon agar kau bisa memantau setiap respon yang diberikan oleh putramu" pinta dokter rea


Silvi mengangguk patuh. Sekepergian dokter rea beserta timnya, silvi memberi ruang untuk syaquel agar bisa mendekat pada sky.


"nak, ini daddy" ucap syaquel memegangi lengan anaknya yang bebas infus


"bangunlah nak, lihat mommymu sangat khawatir padamu, daddy juga sangat sedih melihat sky seperti ini" syaquel mengecup punggung tangan anaknya yang masih terasa hangat

__ADS_1


silvi tidak henti hentinya menangis disofa yang cukup berjarak dari ranjang pasien yang ditempati sky. Rasa menyesal telah melarang sky bertemu dengan ayahnya membuat ia semakin hancur.


__ADS_2