Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Dia Lagi


__ADS_3

"Zizi? kamu Zizi anak baru di sekolah kan? sungguh sempit sekali dunia ini," ucap Brian tidak percaya harus bertemu kembali dengan gadis yang membuatnya penasaran sejak di sekolah tadi.


Dan kini harus bertemu kembali di sebuah arena balapan yang sudah biasa dia lakukan. Brian benar-benar merasa ada sesuatu yang aneh antara dirinya. Kenapa bisa gadis yang sejak dari sekolah dia pikirkan. Kini bisa muncul kembali di hadapannya.


"Kunci motor," pinta Zizi tanpa basa basi.


Brian mengambil kunci motornya yang mengulurkannya kepada Zizi. Ketika Zizi maju dan hendak mengambil kunci motor itu tiba-tiba saja Brian menarik lengan Zizi.


"Aahhh..." suara mengaduh kecil terdengar di telinga Brian. Zizi tampak menahan rasa sakit yang kini mulai terasa menjalar di bekas luka jahitannya.


Brian menatap lengan yang dipegangnya tersebut. Brian teringat akan luka yang pernah diberikan oleh Devina tadi siang di sekolah.


Diapun melepaskan lengan Zizi dan tampak gadis itu mengelus perlahan lengannya yang masih terluka. Sepertinya luka itu mengalami gesekan akibat ulah Brian barusan.


"Mulai besok kamu resmi pelayanku, ayo Marc," ujar Zizi dengan kembali menunjukkan raut wajah datarnya.


Marco dan anak buahnya Dark Angel semuanya bergerak meninggalkan arena balap tersebut dengan suka cita karena kemenangan ada ditangan mereka.


"Marco!"


Grep!


Sebuah kunci motor milik Brian dilemparkan begitu saja oleh Zizi kepada sang sepupu. Marco tersenyum penuh kemenangan dan ada tatapan mengejek kepada Mike yang masih mengetatkan rahangnya dengan aksi tengil dari Marco tersebut.


"Hei, kau ....." ucapan Mike dihentikan oleh Brian yang tampaknya justru semakin penasaran akan sosok gadis bernama Zifanya Gantari tersebut.

__ADS_1


Mike masih ingin melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan dari kelompok lawan. Namun, justru Brian sebagai ketua dari Prince Squad tidak mau memperpanjang lagi masalah malam ini. Dia memiliki pandangan lain terutama kepada ketua Dark Angel yang ternyata adalah anak baru di sekolah SMA Dirgantara tersebut.


"Kenapa lu diem aja sih. Harusnya kita lawan dong mereka, jangan diem-dieman kayak begini doang!" ujar Mike masih emosi dan tidak bisa menerima akan kekalahan kelompok mereka.


"Sudahlah, kita kembali ke markas," sahut Brian santai dan berjalan meninggalkan teman-temannya yang lain.


"Hei, dia itu kenapa malah bersikap aneh begitu? Nggak kesambet kan tuh anak," ujar Mike masih tidak mengerti dengan kelakuan Brian yang mendadak aneh.


Dia diam-diam saja dengan kekalahannya yang perdana ini. Padahal bagi Mike ini sungguh memalukan karena baru pertama ini mereka kalah. Dan seorang perempuan lagi yang mengalahkan kelompok mereka. Bukankah ini sungguh memalukan.


Defan mengikuti langkah Brian meninggalkan kedua temannya yang masih ada di sana.


"Sudahlah, pasti ada penjelasan dari Brian, ayo ikuti mereka," ajak Steven merangkul bahu Mike dan menarik temannya itu agar tidak lagi berulah.


Sebagai pemilik arena balap dia tidak ambil pusing atas siapapun yang menang asalkan dia mendapatkan keuntungan dari pertandingan tersebut.


Di markas Dark Angel.


Tampak kelompok Dark Angel merayakan kemenangan mereka atas pertandingan malam ini. Sepeda motor milik Brian ada di markas tersebut sebagai pajangan atas kemenangan mereka dari kelompok Prince Squad. Yang mana dikatakan bahwa kelompok itu adalah juaranya dalam pertandingan balap motor di kota J. Baru kali ini ada yang bisa mengalahkan ketua mereka, Brian, dalam bertanding adu balap.


"Mereka pasti tidak akan menyerah begitu saja bukan?" tanah Marco sambil meminum minuman bersoda dinginnya.


"Hmmm," Zizi hanya berdehem menjawab pertanyaan sang saudara sepupu.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Marco kemudian.

__ADS_1


Mereka tahu kalau Prince Squad pastinya tidak akan menerima kekalahan mereka kali ini dengan lapang dada. Pastinya akan ada pertandingan kedua yang akan mereka layangkan untuk membalaskan kekalahan malam hari ini.


"Kita tunggu saja tantangan dari mereka," jawab Zizi sambil meneguk juice jeruk miliknya. Zizi tidak suka minum minuman bersoda ya.


Zizi memegang kembali lengannya yang terasa berdenyut nyeri. Marco memperhatikan pergerakan dari sepupunya tersebut.


"Apakah om Abbas tidak memberikan obat yang terbaik buatmu?" tanya Marco sedikit khawatir dengan kondisi sepupunya. Walaupun dia akui meski Zizi ini seorang cewek tetapi daya bertahannya sungguh luar biasa.


"Sudah, ini akibat bertanding tadi," ucap Zizi sambil membuka jaketnya. Dia bermaksud mengecek luka yang ada di lengannya.


Zizi sedikit meringis saat melihat bekas lukanya yang kembali memerah.


"Lukamu terbuka sepertinya zi," ujar Marco yang mendadak panik melihat luka yang sepupunya derita.


"Kita ke om Abbas saja ya sekarang," ujar Marco melihat jam dinding masih jam sebelas malam.


Sepertinya om nya jaga malam hari ini. Seharusnya masih stay di rumah sakit.


"Jangan dibiarkan begitu saja. Nanti akan semakin parah saja luka kamu itu zi. Kamu menghadapi anak Psycho sepertinya, zi," ujar marco yang merasa orang yang melakukan hal itu kepada sepupunya tak pantas untuk dimaafkan.


"Kamu lebih tahu aku bukan," ujar Zizi sambil tersenyum menyeringai.


"Ya, aku tahu, kamu bahkan bisa lebih gila daripada ini. Sudahlah, ayo ke rumah sakit," ujar Marco sambil membawa kunci mobil milik Zizi. Ya tadi Zizi ke markas mengendarai mobilnya bukan motor sportnya yang biasa di bawa ke sekolah.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2