
"Ketuanya cewek? sungguh menarik," ujar ketua green mamba sambil menghisap puntung rokoknya.
"Iya bos dan dia juga cantik banget meski tampangnya jutek. Anak-anak sudah melihat aksinya yang bisa mengalahkan kelompok Prince Squad dengan mudahnya. Bukankah dia sangat menarik," ujar salah satu mata-mata dari green mamba.
"Wah, sangat luar biasa. Sudah cantik bisa mengalahkan kelompok jual tampang itu. Dia sangat menarik perhatian sekali. Melihat fotonya saja sudah membuatku sangat tertarik untuk bertemu langsung dengan ketua Dark Angel itu," ujar Gio sambil tersenyum smirk.
"Cewek yang menarik apalagi kalau dia mau menjadi kekasihku. Pastinya akan dijadikan ratu di Green Mambaku ini," ujar Gio dengan tatapan mmemicing tajam.
Dia berharap bisa mendekati Zizi dan membuat gadis itu menjadi kekasihnya. Siapa juga yang menolak akan pesona dari gadis secantik Zizi.
"Tapi saingan bos adalah ketua Prince Squad, Brian," ujar anak buahnya membuat Gio menatapnya serius.
"Benarkah?" tanya Gio dengan nada tidak percaya.
"Benar, karena info yang kami dapatkan mereka satu sekolah bahkan satu kelas."
__ADS_1
"Hmmmm, haruskah aku pindah ke sekolah mereka juga? Agara ratuku tidak melirik ke arah golongan jual tampang itu?" ujar Gio dengan nada sinis.
"Bukan ide yang buruk bos," sahut anak buahnya.
"Baiklah, kita lihat saja nanti malam. Apakah memang benar si Brian ada hati dengan ketua Dark Angel. Kalau memang benar apa yang kamu katakan. Kita harus melakukan tindakan secepatnya. Aku tidak suka melihat Brian bahagia," ujar Gio sambil menggeram.
Ada nada benci dalam ucapannya. Memang ada dendam pribadi yang membuat dia tidak menyukai Brian sejak dulu. Sejak orang yang dia cintai meninggal dalam sebuah kecelakaan tunggal. Dan hal itu terjadi setelah gadis itu ditolak cintanya oleh Brian.
Siapa yang tidak mengetahui kalau Brian adalah buaya darat. Playboy cap kadal gurun yang suka tebar pesona dan membuat hati para gadis patah dibuatnya. Itulah Brian, ketua dari Prince Squad.
✨✨✨
"Kenapa bisa handphone kamu diambil dia sih?" pertanyaan yang sudah gatal ingin ditanyakan oleh Marco
Ketika dia mendengar suara Brian dan cowok itu ada di dekat Zizi membuat Marco menjadi berpikir kemana-mana. Karwna Marco tahu betul karakter zizi seperti apa. Ini kok bisa seorang Zizi yang dia kenal dingin, datar dan jutek sama cowok bisa menjadi sedekat itu dengan cowok yang baru dia kenal. Apalagi cowok itu pernah menjadi rivalnya dalam pertandingan. Ini aneh .. aneh... dan sangat aneh bagi Marco yang mengenal karakter zizi.
__ADS_1
"Tidak usah dibahas," sahut Zizi singkat. Dia malah membahas kelakuan Brian yang suka menempel padanya sejak dia mengetahui siapa Zizi yang sebenarnya.
"Tapi kamu nggak pernah seperti ini sebelumnya zi," ujar Marco kepada zizi dan gadis cantik itu hanya bisa menghela napasnya berat.
Dia sedang malas untuk membahas Brian. Cowok itu sudah cukup membuat dia pusing karena selalu mengikutinya kemanapun nggak cuma di sekolah saja. Tetapi Zizi merasa sudah seperti memiliki bodyguard baru saja. Brian menjadi sangat menempel padanya sekarang.
"Bagaimana dengan Green Mamba?" tanya Zizi mengalihkan topik pembicaraan agar Marco tidak membahas tentang musuh yang ingin mengajak dia adu balap.
"Dia ingin mengajakmu adu balap. Setelah dia mendengar kemenangmu dari Prince Squad," ujar Marco menjelaskan.
"Ba.."
"Aku yang akan melawannya jika dia ingin mengajak balapan, bukan kamu."
"Kamu!"
__ADS_1
...****************...