
"Lepaskan aku," ujar Zizi kepada Brian seketika membuat cowok itu kaget.
"Maksudmu apa?" tanya Brian bingung.
Brian yang rela sampai kepalanya bocor dipukul oleh cewek yang posesif padanya demi cewek jutek bin galak di depannya ini. Lalu si cewek ini malah minta dilepaskan oleh nya. Maksudnya apa dia ini?
"Kunci kendaraanmu mana?" tanya Zizi sambil menyodorkan tangan ke arah Brian.
"Bu...buat apa?" tanya Brian tetapi dia tetap menuruti perintah Zizi sambil menyerahkan kunci mobil miliknya.
Setttt!
"Antar kamu ke rumah sakitlah. Masak ke kuburan," ucap Zizi dengan raut wajah datarnya sambil merampas kunci mobil milik Brian.
Hah!
Brian cukup terperangah melihat apa yang gadis itu lakukan kepadanya. Baru kali ini ada gadis yang bisa bersikap sedatar itu kepadanya. Padahal pesona dirinya tidak perlu diragukan lagi. Apalagi sebagai buaya darat, tidak ada yang meragukan kemampuannya dalam menjerat mangsanya. Sungguh itu sangat tidak diragukan lagi lah. Kalaupun ada penghargaan untuknya pastilaj Brian Pramono lah sang juara.
Seeettt
Eh?
__ADS_1
Brian terperangah kembali saat tangannya ditarik Zizi dan mendudukkannya di kursi penumpang. Brian juga diam tak berkomentar apapun padahal dia adalah si paling tidak bisa diatur. Sekarang bagaikan anak kucing yang menurut kepada sang induk.
Breeeemm
Mobil pun melaju dengan Zizi sebagai pemegang kendali. Dia tampak memandang lurus ke depan tanpa berniat mengajak brian untuk berbicara. Cowok buaya kece se SMA Dirgantara itupun bingung dia mau dibawa kemana. Tetapi kenapa tiap dia mau bertanya ke Zizi malah dia merasa segan sendiri.
'Ahh, ada apa denganmu Brian. Cemen banget jadi cowok. Tanyalah!'
'Tapi nanti dia marah dan tiba-tiba ngelempar aku dari dalam mobilku sendiri bagaimana?'
Suara hati Brian mulai berperang dengan pemikirannya sendiri.
'Ya, juga sih'
Akhirnya Brian memilih diam saja sambil sesekali menatap wajah Zizi yang super datar dan tidak memperdulikan dirinya yang berjarak begitu dekat dengan gadis tersebut. Brian justru tersenyum simpul. Dia semakin penasaran dengan sosok gadis jutek dan juga galak yang kini sedang menyetir di sampingnya itu.
Ciiitt
"Turun!" perintah Zizi sambil melepaskan seat belt miliknya kemudian langsung turun meninggalkan Brian di dalam mobil begitu saja.
Brakk
__ADS_1
Astaga, gadis itu kenapa jutek banget sih, gerutu Brian dalam hati. Mana berani Brian berkata-kata langsung. Dia takut di hajar oleh cewek yang dia katain tersebut.
"Zizi, tunggu," ujar Brian sambil memegang kepalanya yang mulai berdenyut nyeri. Akibat pukulan yang Devina berikan kepadanya.
"Arrrkhh," mendengar suara rintihan dari Brian membuat Zizi menoleh dan langsung menarik lengan brian agar mengikuti langkahnya.
Ceklek
Zizi mengajak Brian masuk ke ruangan sang om yang entah ada dimana. Zizi langsung menyiapkan alat-alat untuk mengobati luka yang di derita oleh Brian. Sedangkan Brian yang belum tahu ini ruangan siapa tentu saja masih bertanya-tanya.
"Ini....."
"Duduklah, aku akan mengobatimu," ujar Zizi yang sudah siap dengan peralatan tempur miliknya.
"Issshh..."
"Tahan," ujar Zizi sambil terus mengobati luka yang ada di kepala Brian akibat menolong dirinya. Karena itulah Zizi menjadi merasa bertanggungjawab atas apa yang menimpa diri Brian.
"Mata yang indah," Brian yang diobati Zizi tanpa sadar menatap mata cantik berwarna coklat tersebut dengan pandangan menduga. Tidak menyangka jika anak baru dan juga ketua dari Dark Angel merupakan cewek yang sangat menarik perhatiannya sejak awal.
...****************...
__ADS_1