
"Lepas!" Zizi kembali mendorong dengan kuat dada bidang Brian. Dia tidak suka dekat-dekat dengan cowok tersebut.
Brian melepaskan pelukannya di tubuh Zizi. Gadis itu memang berbeda dengan cewek lain yang pernah dia temui. Dan justru perbedaan itu membuat dia semakin yakin untuk meluluhkan hati ketua Dark Angel tersebut.
"Aduh....." suara ringisan liora yang didorong begitu saja oleh Brian hingga tersungkur di tanah membuat atensi keduanya teralihkan.
"Zizi," panggil liora lirih dan Zizi pun segera menuju ke arah liora yang masih terduduk di tanah.
Zizi membantu liora bangkit dan membersihkan roknya yang kotor kena debu.
"Aku nggak apa-apa kok zi. Kamu gimana?" tanya liora memperhatikan tampilan Zizi yang juga baik seperti semula.
"Ada yang menyiram kita dari atas," ujar liora membuat Zizi hanya menganggukkan kepalanya.
Dia juga tahu akan hal itu. Tadi memang ada yang menyiram dia kembali. Tetapi Brian rupanya menolong dirinya dan juga liora. Zizi mendongakkan kepalanya ke atas tetapi dia tidak menemukan siapapun. Pastinya itu adalah ulah dari kelompok Devina. Si ulat bulu yang kecentilan dan sok meratukan dirinya sendiri di sekolah memang butuh diberi pelajaran biar merasa jera.
__ADS_1
"Aku tahu siapa pelakunya. Ayo ke kelas," ajak Zizi dan hendak berlalu meninggalkan Brian yang sedari tadi berdiri di sampingnya tetapi tidak dihiraukan sama sekali oleh Zizi.
Grep!
"Tunggu," ujar Brian menahan lengan Zizi dan membuat gadis itu menahan langkahnya.
"Isshh..." Zizi menepis tangan Brian karena dia hampir menyentuh lukanya yang kemarin baru saja dijahit kembali.
"Masih sakit?" pertanyaan Brian yang terkesan khawatir dan perhatian tersebut membuat liora sampai menutup mulutnya terkejut.
"Masih sakit, hmmm?" tanya Brian kembali dan dia hendak menyentuh luka di lengan Zizi. Akan tetapi sebelum dia menyentuh tubuhnya, Zizi sudah terlebih dulu melarang Brian.
Plak!
"Menjauhlah, aku mau lewat," ujar Zizi dengan tampang dinginnya.
__ADS_1
Brian hanya terkekeh melihat sikap dingin Zizi tersebut. Ini adalah sebuah tantangan yang seru buatnya. Cewek galak seperti Zizi menjadi sebuah daya tarik tersendiri untuknya. Tidak gampangan seperti cewek-cewek yang lain. Ini sangat menarik dan Brian semakin bersemangat untuk meluluhkan hati Zizi.
"Kamu mau kemana?" tanya Brian kembali menghadang langkah Zizi.
"Kelas," jawab Zizi singkat.
Dia melewati Brian dan meninggalkan Brian begitu saja.
"Zizi, tunggu," ujar liora yang ikut berlari mengejar langkah Zizi yang sudah lebih dulu meninggalkan dirinya.
Brian hanya tersenyum melihat tingkah dan jawaban gadis itu. Sangat menarik buat seorang Brian yang notabene adalah buaya. Dia sangat suka dengan cewek yang nggak mudah ditaklukkan seperti zizi. Daripada cewek-cewek yang memuja dirinya secara gila-gilaan. Brian justru ilfill dengan cewek seperti itu. Yang mudah dia perintah tanpa perlawanan sedikitpun.
"Zifanya Gantari, kamu sungguh membuatku tidak bisa berpaling lagi. Sepertinya kamu memiliki daya magnet tersendiri buatku. Ada apa ini denganmu Zizi," gumam Brian sambil menatap punggung Zizi yang semakin jauh meninggalkannya masih berdiri di tempat sebelumnya.
...****************...
__ADS_1