
"Sial!!!!! Siaaaaaallll!" umpat Devina dengan kasar sambil menendang tempat sampah yang ada di hadapannya.
Sedangkan kedua temannya yang setia hanya memperhatikan apa yang Devina lakukan barusan. Dia tidak menyangka jika Devina akan berbuat nekat seperti itu. Devina marah-marah karena usahanya pagi itu untuk mengerjai Zizi gagal. Hal itu disebabkan dengan kedatangan Brian yang menyelamatkan Zizi dan juga liora.
"Kenapa bisa Brian muncul dan memayungi cewek nggak tahu diri itu. Kenapa bisa dia mencuri perhatian Brian. Kenapa harus Brian!!! kenapaaaaa!!! Aaarrrrkkkhhh!!!!"
Teriakan kekesalan Devina membuat Cindi dan juga Imel menutup kedua telinga mereka. Suara Devina yang cempreng membuat keduanya harus tahan-tahan diri. Kalau tidak bisa seharian nantinya mereka mendengar suara parah dari seorang Devina Hutomo.
"Mungkin hanya kebetulan saja," ujar Imel.
Braaaakkk!
Sebuah tendangan kembali Devina layangkan saat mendengarkan ucapan Imel barusan.
"Darimana itu disebut sebagai sebuah kebetulan???? hah???? mana ada itu sebuah kebetulan!" teriak Devina yang tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Imel.
Seketika Imel menutup mulutnya mendengar apa yang dikatakan oleh Devina. Dia tidak mau lagi berdebat dengan Devina yang pastinya dia tidak akan menang.
"Apa iya dia menggoda Brian. Kan mereka juga sekelas," ujar Cindi membuat dahi Devina berkerut.
__ADS_1
Bisa jadi! Batin Devina.
Karena mereka sekelas makannya Brian bisa mengenal Zizi. Dan mungkin juga gadis itu terpesona akan ketampanan dan karisma dari Brian, sang raja di sekolah SMA Dirgantara ini. Bahkan fans dari Brian saja seabrek bagaiman mungkin dia bisa melupakan hal tersebut. Dirinya saja yang notabene ratu di SMA Dirgantara bisa memiliki banyak selir karena banyaknya selingkuhan dari Brian. Apalagi ini cewek baru yang sangat tidak dia sukai sejak awal.
Tidak!
Devina tidak akan membiarkan Zizi dekat dengan Brian.
"Tampaknya juga Brian ada hati dengan cewek itu Dev. Kita tidak bisa biarkan hal itu terjadi bukan?" ujar Cindi membakar hati Debian sehingga menjadi merasa geram akan sosok Zizi.
"Tentu saja tidak akan. Hanya Devina Hutomo yang akan mendapatkan seorang Brian Pramono. Itu sudah pasti, jadi tidak akan ada cewek lain yang bisa duduk di singgasana seorang ratu dari raja Brian. Hanya akulah yang pantas bersanding dengannya," ujar Devina dengan angkuh dan sombongnya.
"Hmmm, itu pasti. Aku akan membuat mereka tidak berdekatan," ujar Devina mulai memikirkan cara agar Zizi tidak dekat dengan rajanya.
......................
Jam istirahat berbunyi. Semua siswa dan siswi SMA Dirgantara bersiap menikmati waktu istirahatnya selama setengah jam.
"Zizi," panggil cowok yang duduknya ada di sampingnya.
__ADS_1
Zizi menoleh sekilas lalu kembali mengambil dompet dan handphone yang ada di dalam tasnya. Dia sama sekali tidak menghiraukan panggilan dari Brian. Lelaki itu mendekatinya dan berdiri tepat di samping dia duduk. Sedangkan liora yang melihat gelagat Brian mendekati Zizi justru dia yang merasa sesak napas. Tetapi kenapa Zizi justru santai saja ya berada sedekat itu dengan brian.
"Ke kanti bareng yuk," ajak brian dan liora seketika melotot sampai bola matanya seperti hampir jatuh mendengarkan ajakan Brian yang tidak biasa tersebut.
Menurut liora hal tersebut sangat luar biasa. Seorang Brian mengajak cewek dengan nada manja begitu untuk ke kantin barengan. Kalau itu liora pasti dia sudah pingsan diajak ke kantin seperti itu oleh Brian. Lah ini, Zizi malah dengan cueknya masih belum menangapi ucapan Brian.
"Seperti janjiku kemarin, kalau aku akan menjadi sesuai dengan kesepakatan kita semalam," ucap Brian kembali. Dan sontak itu membuat Zizi menoleh ke arahnya.
"Baiklah, ayo," ujar Zizi kemudian dia bangkit berdiri.
"Liora, kamu ke kantin tidak?" tanya Zizi dengan raut wajah datarnya.
"Eh ...i...iya....zi," ujar liora dengan gugupnya.
Zizi kemudian berjalan lebih dulu dan Brian segera menyusulnya. Sedangkan liora takut ditinggalkan sendirian. Dia juga ikutan mengejar langkah Zizi yang panjang tersebut.
"Astaga, bagaimana bisa seorang raja Brian bisa menjadi semanis itu dengan Zizi. Apa yang terjadi semalam, kenapa ada kesepakatan diantara mereka berdua? Aduh....aku kok jadi penasaran ya?" gumam liora dalam hati.
...****************...
__ADS_1