Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Ketemu Pawang


__ADS_3

Brian sedari tadi selalu saja mengikuti kemanapun Zizi pergi. Hal itu justru membuat pergerakan Zizi semakin tidak nyaman saja. Buaya darat itu terus saja membuat dia merasa jadi tidak leluasa bahkan untuk bernapas sekaligus.


"Udah sana pergi saja," ujar Zizi yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap Brian yang terus saja mengekorinya kemanapun selama ada di pesta kedua orang tuanya.


"Kenapa? Aku cuma mau mastiin kamu nggak apa-apa," ujar Brian dengan raut wajah tidak bersalahnya. Dia juga bingung kenapa gadis yang sudah mulai menjadi pusat perhatiannya itu mendadak menjadi kesal seperti ini padanya. Apa salahnya dia?


Brian belum menyadari kesalahannya apa sehingga membuat dia tidak mengerti kenapa Zizi musti membentaknya begitu.


"Kamu jangan konyol ya! Ini rumahku sendiri!" sentak Zizi tak kalah sengit karena Brian memang sebegitu susahnya diberitahu dengan cara baik-baik.


"Tapi tetap saja kalau aku harus..."


Braaaaaaaaaakkk!


Zizi menutup pintu toilet dengan cukup keras. Dan hal itu membuat Brian tersentak kaget dengan apa yang Zizi lakukan padanya.

__ADS_1


"Astaga, sebegitunya dia padaku. Memang pawangku ini luar biasa," ujar Brian dengan mengelus dadanya.


Namun dia masih bisa tersenyum menatap pintu toilet yang tertutup dengan sempurna tersebut. Dia justru merasa sikap Zizi adalah awal yang baik untuk kedekatan mereka kedepannya.


"Aku rasa kita bisa menjadi lebih dekat lagi setelah ini zi. Aku akan pastikan hal tersebut," ujar Brian berjanji kepada dirinya sendiri.


Dia sudah menemukan sang pawang untuk dirinya. Dan Zizi adalah cewek yang sangat tepat menurutnya. Zizi bukan cuma cewek yang biasa saja namun sungguh luar biasa untuk seorang Brian. Dan cewek yang tangguh dan cerdas lah yang Brian harapkan selama ini.


✨✨✨


"Tadi ada bersama dengan Brian," ujar viona dengan santainya.


Dia menunjukkan ke arah yang tadi dia melihat terakhir kali dimana putri bungsunya berada. Akan tetapi sekarang dia tidak menemukan sang putri di sana. Mungkin Brian mengajak putrinya ke tempat lain.


"Brian ada disini juga?" tanya Zorion.

__ADS_1


"Iya nak, dia tadi kebetulan banget mau ikut ke acara pesta. Biasanya dia males banget Tante ajakin ke sini," ujar Adelia, bunda dari Brian.


"Wah, kebetulan banget ya Tante. Kalau begitu Rion mau temuin Brian dulu ya ma, Tante," ujar Rion berpamitan kepada dua wanita paruh baya yang masih sangat cantik tersebut.


"Zorion sudah besar ya Vi, sebentar lagi kamu bakalan punya mantu tuh," ujar Adelia denga tersenyum simpul.


"Entahlah, Del, aku juga sudah sering kali bertanya mana calonku, Rion. Tapi kamu tahu apa jawabannya. Katanya dia belum pengen memiliki komitmen. Padahal sudah berapa usia dia. Tetapi kelakuannya kayak gitu," ujar viona sedikit curhat tentang masalah putra sulungnya tersebut.


Adelia mengusap bahu viona dengan lembut. Dia berusaha memberikan ketenangan kepada sang sahabat.


"Nanti akan tiba waktunya buat dia ketemu sang pawang, Vi. Tenang saja. Mungkin justru anak-anak kita yang lebih dulu akrab," ujar Adelia dengan tersenyum dan Viona pun mengiyakan apa yang temannya itu katakan.


"Sepertinya begitu sih Del," sahut Viona.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2