
"Jadi kamu diculik sama itu ketua Dark Angel?" tanya Mike setelah bertemu dengan Brian kembali.
"Iya dicariin kemana perginya kalian berdua malah nomor handphone dimatiin," gerutu Steven mengungkapkan unek-uneknya.
"Bukannya dimatiin, emang lagi lowbat aja baterai handphone ku. Lagian kalian ngapain pake ngikutin aku segala?" tanya Brian yang masih santai sambil menikmati makanan kesukaannya.
Keempat anak muda itu sedang berkumpul di kafe milik Brian yang memang menjadi tongkrongan mereka jika sedang ngumpul bareng. Brian bukan cuma bisa menjadi buaya darat tetapi juga jago dalam hal bisnis. Maka jangan dikira dia hanya pandai dalam hal menarik perhatian cewek saja.
✨✨✨
Sebuah pesta dengan nuansa yang sangat elegan dan juga mewah. Menghiasi sebuah mansion yang kini telah disulap bak sebuah istana impian dalam dongeng.
__ADS_1
Ceklek
"Sayang, kamu sudah siap?" tanya Viona memasuki kamar milik putri bungsunya.
Dia juga sudah siap dengan pakaian yang begitu cantik dan mewah tentunya. Pastinya siapa sih yang akan tampil biasa saja sebagai seorang istri pengusaha terkenal David Bimantoro. Tentunya Viona tidak akan membuat suaminya malu dengan penampilan dirinya yang ala kadarnya saja.
"Sebentar lagi selesai ma," ujar Zizi yang sebenarnya tidak menyukai acara dandan seperti ini.
Dia merasa cukup ribet dengan segala macam peralatan merias seperti itu. Zizi memang tipe cewek yang nggak suka ribet masalah penampilan. Dia tampil sederhana saja sudah cantik apalagi kalau ditambah dandan kayak begini. Tentunya semakin terlihat kece badai tentunya.
Zizi memang biasanya lebih senang di dalam kamar saja. Walaupun kedua orang tuanya mengadakan pesta yang megah dan mewah. Zizi malah suka menyendiri sambil berkutat depan laptopnya meski dirumahnya yang dulu sedang mengadakan sebuah pesta.
__ADS_1
"Nak, jangan seperti itu lagi. Mama mohon tampillah mendampingi mama, papa dan juga Abang kamu. Masak keluarga Bimantoro hanya memiliki satu anak. Padahal kami jelas-jelas mengatakan bahwa anak kamu ada dua. Masak iya mama dan papa membedakan antara kamu dan juga Abang kamu, sayang," bujuk viona kepada sang putri bungsu yang sangat tidak menyukai pesta dan hiruk pikuk seperti itu.
Sementara itu di pesta. Beberapa tamu undangan penting sudah datang dan mereka mengucapkan selamat kepada tuan rumah selaku pemilik acara pesta.
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu? Bagaimana kabar keluarga mu?" sapa Sapto Pramono saat bertemu dengan sahabat lamanya, David Bimantoro.
"Lama sekali, sudah setua ini kamu ya," sindir David dan disambut gelak tawa oleh Sapto.
"Enak saja, masih tampil menawan seperti ABG begini kok dibilang tua. Mana anak perempuan kamu? Katanya pengen besanan kita ini," tanya Sapto Pramono sambil mencari sosok putri bungsu dari David Bimantoro.
"Ada di dalam, masih dandan, putriku sangat cantik dan juga pintar. Mana putramu yang selalu kamu banggakan itu. Denger-denger dia sudah bisa memegang perusahaan mu ya. Diusianya yang masih sekolah. Apa kamu tidak keterlaluan menekan putramu sendiri?" tanah David yang memang banyak bicara Jiak sudah bertemu dengan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Justru di usianya yang masih belia harus dibimbing lebih cepat. Biar nantinya kita tidak susah sendiri. Siapa yang tahu batas usia seseorang. Benar begitu bukan?"tanya Sapto Pramono dan dijawab anggukan kepala oleh David Bimantoro.
...****************...