Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Jadian (end)


__ADS_3

Kemenangan tim Squad Prince membawa kebahagiaan juga kedua orang remaja yang saat ini sedang duduk berdua di sebuah taman. Mereka adalah Brian dan Zifanya. Sudah hampir tiga bulan lamanya mereka menjalin hubungan. Ya, mereka sudah benar-benar jadian sekarang. Meski awalnya dulu sering bertengkar dan ribut nggak jelas. Tetapi kesungguhan yang ditunjukkan oleh Brian mampu membuat Zifanya menerima permintaannya menjadi kekasih Zifa.


"Nanti malam ada pertandingan dengan kelompok timur. Kamu mau ikutan yank?" tanya Zifa menatap ke arah Brian yang sedang asyik melihat kawanan burung di depannya. Mereka memang sedang pacaran sambil melihat burung-burung merpati yang mendatangi keduanya. Karena Brian memberikan mereka makanan tentunya.


"Ya yank, kamu nggak usah ikut ya. Biar aku saja," sahut Brian yang masih dengan setianya menempelkan tangannya di pinggang ramping sang kekasih.


"Liat aja nanti," ucap Zifa dengan senyuman tipisnya.


"Eh jangan,", seru Brian karena tidak mau kekasihnya sampai terluka kalau ikutan balapan segala. Brian sekarang lebih memilih dirinya yang turun maju balapan daripada Zifa harus turun tangan sendiri.


"Kamu ini kenapa sih? Suka panikan gitu kalau aku balapan. Padahal juga aku sudah biasa," ucap Zifa mulai mengeluhkan sikap kekasihnya yang mudah takut kalau dia ikut balapan segala.


Padahal sebagai pimpinan Dark Angel dia wajib dong membantu kelompoknya jika memang ada yang menantang kelompoknya bertanding. Masak seorang pimpinan penakut dan tidak mampu melawan tantangan musuh. Cemen banget bukan?


"Sayang bukannya apa, kalau masih ada aku maka lebih baik aku aja yang gantiin kamu tanding. Anggep aja aku anak buah kamu. Jadi nggak perlu kamu yang turun tanding. Lagipula sayang kalau nanti orang tua kamu tahu kalau kamu bertanding seperti itu. Nanti kamu bisa kena marah juga kan. Jadinya biar aku saja yang bertanding selama aku masih bisa," kata Brian mencoba menenangkan sang kekasih.


Zifa menghela napasnya panjang. Memang kalau kedua orang tuanya tau kalau dia suka balapan maka bisa dipastikan ia tidak akan pernah diijinkan keluar. Perkataan Brian memang ada benarnya juga.

__ADS_1


"Setelah selesai ujian gimana kalau kita menikah saja sayang?"


Deg!


Bugh!


Aduh!


Brian memekik kaget karena respon yang diberikan oleh sang kekasih. Zifanya meresponnya dengan memukul dada bidang Brian begitu saja. Dengan cukup keras pula, jadi siapa yang nggak kaget kan.


"Apa sih yank," protes Brian sambil mengelus dadanya yang masih terasa sakit.


"Loh apa salahku sih yank, aku ngajakin kamu nikah. Terus salahku apa yank," kata Brian kembali dengan tampang polosnya.


"Kamu ini yank, lulus sekolah aja belum mau sok-sokan ngajakin nikah. Emang kamu sudah siap jadi suami. Aku nggak mau karena pemikiran kita masih labil terus berujung perpisahan ya nantinya. Nunggu kita udah sama-sama dewasa dan siap aja," kata Zifanya memutuskan.


Lagipula ia juga masih ingin merasakan namanya kuliah dan bekerja di bidang yang ia sukai. Kalau buru-buru menikah yang ada semua impian tersebut akan pupus sudah.

__ADS_1


"Tapi kan yank...."


Ssssttt!


Zifanya menyentuh mulut Brian yang hendak bersuara dengan jari telunjuknya.


"Jangan ngebantah yank. Usia masih muda banget. Kamu pikir ini jaman Siti Nurbaya yang dengan mudah menerima pernikahan. Kamu pasti juga memiliki impian begitu pula dengan aku. Aku masih ingin mengejar mimpiku. Jangan menjadikan pernikahan itu membuat mimpi kita ambyar seketika ya yank. Lagian aku masih pengen kuliah ke luar negeri dan hidup di sana. Berkenalan dengan banyak orang asing dan juga ..."


"Aaaachh...nggak! nggak! nggak!" ucap Brian mendengar impian sang kekasih. Ia tak setuju jika Zifanya harus tinggal seorang diri di luar negeri sana. Bisa-bisa direbut cowok lain lagi di sana.


"Kamu kalau ke luar negeri aku ikut yank. Aku nggak akan ijinin cowok lain deketin kamu pokoknya. Hanya aku aja yang boleh. Kamu hanya milik aku yang," ucap Brian mulai jurusnya mengklaim seorang Zifanya.


Sedangkan zifanya hanya memutar bola matanya jengah. Memang kelakuan kekasihnya itu begitu unik. Yang dulu awal pertemuan keduanya seperti musuh. Eh sekarang justru menjadi pasangan kekasih saja. Memang tidak ada yang bisa menebak apa yang terjadi kedepannya. Bisa saja mereka nantinya dihadapkan pada ujian yang lain dalam hubungan keduanya. Akan tetapi Zifanya maupun Brian berharap apapun yang terjadi keduanya tetap saling setia satu sama lain. Tidak akan pernah tergoyahkan oleh apapun. Saling menggenggam dan mencintai sampai suatu hari nanti keduanya dipersatukan ke dalam hubungan yang lebih serius lagi. Seperti harapan kedua orang tua dari mereka berdua.


TAMAT


❤️❤️❤️

__ADS_1


Halo guys.....🤣 aku harus menamatkan cerita ini sampai di sini ya. Biar nggak ngegantung ceritanya. Meski ada beberapa bagian yang belum selesai sebenarnya. Tetapi kalau nanti aku ada waktu lebih akan aku lanjutin part 2 nya dari novel ini ya. Terimakasih banyak yang sudah support dan juga setia menantikan update annya. Makasih buat komentarnya selama ini. Lope banyak-banyak buat kalian semuanya ❤️


__ADS_2