Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Pindah Tempat


__ADS_3

"Lho kenapa kamu duduk di sini?" tanya Zizi yang terkejut saat masuk ke dalam kelas karena Brian sekarang menempati tempat duduk Liora.


"Kenapa? aku ingin duduk dekat kamu. Biar bisa ngejagain kamu aja," ujar Brian dengan senyum yang menawan.


"Yasudah aku pindah...."


Seeettt


"Jangan zi, duduklah sini," ujar Brian sambil menarik lengan Zizi membuat gadis itu terduduk di sampingnya.


Zizi membelalakkan kedua matanya dengan perlakuan Brian yang mendadak romantis dan perhatian kepadanya. Dasar buaya rawa, batin Zizi dengan kesalnya.


"Eh, kok kamu duduk di ...."


"Sudah kamu duduk dengan Defan saja ya," ujar Brian kepada liora yang baru saja datang dan terkejut karena tempat duduknya kini ditempati oleh Brian.


"Oh...." liora tidak bisa berkata apa-apa.


Sedangkan Defan sejak tadi hanya diam saja. Dia menempati tempat duduknya seperti biasa. Tanpa ada drama menanyakan kenapa Brian tidak duduk lagi dengannya.


"Selamat pagi anak-anak," sapa guru yang sudah memasuki kelas sehingga membuat Zizi tidak lagi protes dengan Brian. Dia tidak mau mengambil resiko dikeluarkan oleh guru yang mengajar karena telah membuat keributan.

__ADS_1


Kriiiiiing


Bel istirahat pun berbunyi. Suara gaduh mulai terdengar dari setiap kelas yang ada di SMA Dirgantara. Karena waktu istirahat adalah waktu yang dinantikan mereka untuk bermain, makan dikantin, atau sekedar nongkrong berghibah ria.


"Zi, kita ke kantin yuk," ajak Liora bangkit dari duduknya.


"Ayo," jawab Zizi setelah memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.


"Kita barengan," sahut Brian yang ikutan berdiri dan langsung menggandeng tangan Zizi. Tanpa ba-bi-bu juga anak itu langsung menarik tangan Zizi. Menggenggamnya erat lalu mengajaknya berjalan beriringan.


Eh...


"Apakah mereka pacaran?"


"Iya, ada hubungan apa dengan mereka berdua."


"Raja bisa sebegitu manisnya ya sama tuh anak baru. Jadi pengen deh bisa digenggam dengan manisnya seperti itu. Andai aku yang ada di posisi Zizi."


"Jangan ngimpi terlalu tinggi deh. Kamu nggak tau apa kalau sekarang pendaftaran para selir raja udah dibubarin. Dan cewek yang ngakunya sengaja ratu dari raja aja udah dipecat."


"Hah? Beneran? Berarti pesona itu anak baru hebat bener ya bisa membuat raja jadi melupakan semua wanita yang ada di dekatnya. Demi cewek anak baru itu. Wah.... dukunnya boleh tuh."

__ADS_1


"Hilihhhh malah mikirin dukun segala. Emang dasarnya anak baru itu cantik. Lihat aja deh. Dia polosan aja cantik. Apalagi kalau didandani pastinya semakin cantik aja."


"Iya ya. Gue aja butuh bedak sedempul biar nutupin noda di muka gue."


"Pakai obat penghilang noda aja biar makin kinclong tuh muka."


"Enak aja sembarangan kalau ngomong. Dikira muka gue ini baju kusut apa ya!"


"Wkwkwkwkw."


Defan menghela napasnya panjang mendengarkan gosip yang beredar membicarakan tentang Brian dan Zizi yang keluar dari kelas dengan bergandengan tangan. Defan menepuk bahu liora yang tampak termenung karena aksi Brian dengan sahabatnya.


"Ayo ke kantin," ajak Defan kemudian dia berjalan terlebih dahulu meninggalkan liora.


"Hah....mimpi apa diriku!" liora menepuk wajahnya menyadarkan diri kalau yang menepuk bahunya barusan adalah Defan.


Teman baik Brian yang juga sama tampannya itu mengajak dia ke kantin. Astaga ini sungguh luar biasa.


"Eh iya, tunggu," ujar liora kemudian mengejar langkah kaki Defan yang sudah meninggalkan dirinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2