
Brian hanya bisa menghela napasnya panjang saat mendengarkan ceramah panjang kali lebar dari sang bunda. Dia hanya diam saja tanpa berminat untuk menimpali. Kalau tidak mau nantinya akan semakin panjang saja urusannya.
"Dia itu anaknya cantik, baik, pintar dan juga dari keluarga yang jelas. Mereka adalah teman baik dari ayah dan juga bunda. Jadinya bunda tidak mungkin lah memilihkan kamu pasangan yang ala kadarnya begitu saja. Jadi kamu jangan membuat malu ayah dan bunda di sana ya," ujar sang bunda yang sudah mewanti-wanti Brian dari rumah sampai dengan di depan pintu utama rumah mewah dari yang katanya teman baik merek tersebut.
Brian lagi-lagi hanya menghela napasnya panjang. Dia tidak menyangka jika kedua orang tuanya masih nekat saja ingin menjodohkan dirinya dengan anak teman baik mereka. Brian sebenarnya malas untuk menanggapinya tetapi kalau sang bunda yang sudah bergerak ya apa mau dikata. Brian tidak bisa menolaknya.
Biarlah, Brian akan melihat terlebih dulu seperti apa cewek yang dibangga-banggakan oleh kedua orang tuanya. Kalau nanti bagus ya bolehlah buat dijadiin pacar dikala masa jomblonya ini. Tetapi kalau sekiranya tidak masuk kriterianya ya sudahlah apa mau dikata. Skip adalah jalan ninja bagi seorang Brian Pramono.
"Nah, itu ayahmu sudah bersama dengan om David. Ayo kita langsung menyapa mereka," ujar bunda Adelia mendekati sang suami dan juga sahabat baik suaminya tersebut.
"Selamat malam tuan David Bimantoro. Selamat atas pesta pernikahannya ya. Semoga langgeng selalu dan bahagia bersama dengan keluarga," ucap Adelia dengan tulus.
David Bimantoro yang mendengar ucapan dari istri sahabatnya seketika langsung menoleh dan tersenyum sekilas.
"Terimakasih banyak nyonya Pramono. Wah istri saya masih di dalam, tunggu ya, dia masih sibuk mengatur anak gadisnya," ujar David yang menyampaikan kenapa sang istri tidak bisa mendampinginya saat ini.
Karena David tentunya tahu kalau Adelia begitu dekat dengan viona. Maka pastilah yang dicari oleh Adelia itu sang istri bukan dirinya.
__ADS_1
"Oh ya, vid. Kenalin ini adalah putraku bernama Brian Pramono," ujar Sapto Pramono mengenalkan sang putra kepada sahabat baiknya.
"Oh, salam kenal om, saya Brian Pramono," ucap Brian dan mengulurkan tangannya menjabat tangan David.
Melihat sikap tegas dari seorang pemuda yang seusia dengan putrinya tersebut membuat David Bimantoro tersenyum simpul.
"Jadi ini putra kamu, Sapto," ujar David memandang penuh selidik ke arah Brian membuat pemuda itu merasa tidak enak hati sendiri melihatnya.
"Ya, dia adalah putra kebanggaan kami," ujar Sapto sambil memeluk bahu putra semata wayangnya itu.
"Nah, itu putri dan juga istriku sudah datang," ujar David membuat Sapto Pramono dan keluarganya menoleh ke arah pandang David Bimantoro.
Mereka juga ingin melihat seperti apa putri bungsu dari keluarga Bimantoro tersebut.
Deg!
Dia...
__ADS_1
Brian tampak menelan salivanya dengan susah payah saat melihat siapa yang sedang digandeng oleh seorang wanita yang masih cantik seusia bundanya tersebut.
"Hai Adelia," sapa viona saat melihat seorang wanita yang merupakan teman baiknya tersebut.
"Viona apa kabar?" sambut bunda Adelia tidak kalah hebohnya. Keduanya langsung berpelukan dan bercipika-cipiki ala dua sahabat karib yang sudah lama tidak berjumpa.
"Aku kangen banget sama kamu. Sudah lama kita tidak bisa bersama-sama seperti ini ya," ujar Adelia dan disambut oleh Viona dengan nada yang sama.
"Aku juga merasakan hal yang sama. Oya ini perkenalkan putri bungsu kami. Namanya Zifanya Gantari Bimantoro. Ayo nak, sini perkenalkan dirimu kepada om Sapto dan juga Tante Adelia. Mereka adalah teman baik papa dan juga mama," ujar Viona mengajak sang putri mendekati keluarga besar Pramono tersebut.
Deg!
Dia juga ada di sini.....
Zizi tidak menyangka jika dia akan bertemu dengan cowok yang akhir-akhir ini selalu ada di sekitarnya. Dunia sempit juga ternyata.
...****************...
__ADS_1