Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Menolak Perjodohan


__ADS_3

"Zizi tidak mau dijodohkan," ujar Zizi singkat dihadapan kedua orang tuanya.


David yang mendengar ucapan sang putri hanya bisa menghela napasnya. Dia menatap sang istri yang juga ikut terkejut dengan apa yang disampaikan oleh sang putri. Tetapi mereka juga sudah mengetahui bagaimana sifat keras dari seorang Zifanya Gantari Bimantoro tersebut.


"Tapi nak, kamu belum melihat anaknya seperti apa langsung. Dan juga kalian belum pernah bertemu. Alangkah baiknya kamu jangan menolak terlebih dahulu. Tetapi berkenalan saja nanti lebih dulu, ya," bujuk sang mama, viona dengan nada yang lebih lembut agar putrinya tidak ngambek.


"Tidak ma. Aku ingin memilih sendiri pasanganku nanti. Tolong jangan paksa Zizi," ujar Zizi sudah mantap dengan keputusannya.


Mendengar apa yang disampaikan sang putri membuat viona semakin merasa sulit kali ini mendekati putrinya. Sepertinya dia harus mengatakan hal yang lain nantinya kepada teman baiknya itu. Yang mengajak dia untuk menjodohkan anak mereka masing-masing.


"Ya sayang, nanti mama akan bicara kembali dengan teman baik mama ya. Kamu sekarang bisa berangkat sekolah dulu nak. Takutnya nanti telat ya," ujar mama Viona lembut. Dia tahu hal ini akan sangat tidak mudah untuk diterima oleh seorang Zifanya Gantari Bimantoro.


"Baiklah, Zizi berangkat dulu, papa, mama, Abang," ujar Zizi pamit kepada ketiga anggota keluarganya.


Setelah menyalami ketiganya, Zizi pun berangkat ke sekolah dengan mengendarai motor sport kesayangannya. Ketiganya yang masih duduk di ruang keluarga pun hanya menghela napasnya.

__ADS_1


"Mama harus bilang apa mas kepada Adelia?" ujar viona sambil memeluk lengan sang suami erat. David hanya bisa menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.


"Biarkan saja anak-anak memilih dengan siapa mereka akan bersama. Kita hanya perlu memantaunya saja ma," ujar David memberikan pendapatnya.


Viona menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sang suami. Sedangkan Rion tidak ikut berpendapat karena dia sudah menduga jawaban sang adik akan seperti apa. Jadi dia cukup menyaksikan saja apa yang akan dilakukan oleh adiknya.


......................


Zizi telah sampai di parkiran sekolah SMA Dirgantara. Dia sudah siap dengan hari kedua sekolahnya ini. Pastinya nanti kelompok nenek gayung itu akan berbuat ulah. Tetapi bukan Zizi namanya jika dia tidak membuat sebuah persiapan.


"Kita barengan ke kelas ya," ajak liora dan disambut anggukan kepala oleh Zizi.


"Bagaimana luka kamu zi?" tanya liora yang cukup kepikiran dengan luka yang Zizi alami kemarin di sekolah.


"Sudah lebih baik," ujar Zizi.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya liora cukup penasaran Zizi memakai jaket jadinya dia tidak bisa melihat lengan Zizi yang terluka tersebut. Liora hanya ingin memastikan bahwa lukanya sudah membaik. Gadis tambun itu merasa bersalah dengan luka yang diterima oleh Zizi. Dia merasa kalau itu adalah karena dekat dengannya maka zizi bisa mendapatkan luka dari kelompok Devina.


Grep!


Bug!


Byuuuurrrr


"Aduh....." suara rintihan itu berasal dari liora yang entah kenapa mendadak sudah tersungkur di tanah.


Sedangkan Zizi tampak terpaku karena dirinya saat ini dipeluk oleh seseoang yang entah siapa.


"Kamu tidak apa-apa?" Zizi mengenal suara tersebut. Dia segera mendongakkan kepalanya dan betapa terkejutnya dia melihat siapa cowok yang sudah berani memeluknya itu.


"Lepas!" dorong Zizi dengan kuat di dada bidang si cowok yang semalam menjadi lawannya dalam bertanding adu motor.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2