
Zizi berusaha menetralkan responnya saat berhadapan dengan Brian. Teman sekolah sekaligus teman sekelasnya yang kini sedang menjalani hukumannya karena kalah balapan.
"Zizi, jadi itu kamu?" tanya Brian dengan senyum semringahnya.
Zizi seketika langsung mengerutkan keningnya saat Brian tiba-tiba menjadi sok akrab dengan dirinya.
Apa-apaan juga ini cowok, lagaknya kayak kenal saja, batin Zizi menggerutu.
"Lho kalian saling kenal?" tanya bunda Adelia kepada sang putra. Karena melihat dan mendengarkan respon yang Brian berikan membuat sang bunda menjadi penasaran.
"Dia teman satu kelasku, bunda. Dan juga kami ini saling ..."
"Cuma teman biasa," jawab Zizi langsung memotong ucapan Brian.
"Hah????" Brian seketika terperangah mendengar jawaban cepat dari Zizi yang tidak dia sangka.
Gadis itu akan memotong ucapannya begitu saja.
"Oh, jadi kalian sudah berteman di sekolah. Wah bagus juga kalau begitu. Bukan begitu Adelia," ujar Viona sambil mengedipkan sebelah matanya kepada teman baiknya, adelia.
__ADS_1
"Iya bener," sahut Adelia sambil tersenyum bahagia. Semoga saja apa yang dia impikan dengan Viona benar menjadi kenyataan.
Sedangkan para suami hanya bisa menghela napas panjangnya. Mereka tidak akan bersuara karena melihat kebahagiaan di raut wajah sang ratu mereka.
"Ya sudah kalau begitu, Brian kamu ajak Zizi saja ya. Biar dia tidak sendirian di pesta ini. Dan Zizi sebagai tuan rumah kamu ajak Brian jalan-jalan saja keliling ya, nak," ujar bunda viona sambil melepaskan pegangan tangannya di lengan sang putri.
"Tapi ma...."
"Ayo zi," ajak Brian sambil mengulurkan tangannya mengajak zizi untuk pergi dari hadapan para orang tua.
Sikap Brian ini memang sungguh manis dilihat tetapi bagi Zizi itu sungguh memuakkan.
Gadis itu mengabaikan uluran tangan Brian dan memilih berjalan lebih dulu di depan tanpa memperdulikan tatapan dari yang lain.
"Sabar ya Brian. Menghadapi Zizi memang membutuhkan kesabaran yang ekstra," ujar mama Viona melihat Brian yang diabaikan begitu saja oleh sang putri.
"Iya Tante tenang saja. Saya akan menyusul Zizi dulu, saya permisi semuanya," pamit Brian dengan sopan sebelum meninggalkan para orang tua yang masih menatap ke arah keduanya. Sedangkan Zizi sudah berjalan menjauhi mereka semuanya.
"Kurasa mereka memang cocok," ujar Adelia dan disambut anggukan kepala oleh Viona.
__ADS_1
"Semoga saja ya," ujar viona berharap yang sama dengan adelia.
Sementara itu Brian bergegas mendatangi Zizi yang sudah lebih dulu berjalan. Cepet bener anak itu berjalannya, gerutu Brian yang sampai sedikit berlari mengejar Zizi.
Settt
"Tunggu zi," ujar Brian menarik lengan Zizi agar gadis itu tidak berjalan terus meninggalkan dirinya.
"Kamu apaan sih," ujar Zizi merasa tidak suka dipegang-pegang sembarangan oleh seorang cowok. Apalagi cowok itu adalah Brian. Cowok yang sudah dia cap sebagai playboy. Buaya darat yang suka mencari mangsa.
"Kita kan sudah kenal di sekolah zi. Bahkan di tempat balapan. Kenapa kamu bersikap begini. Ayolah, kita udah saling mengenal dan dekat kan zi," ujar Brian mencoba untuk mendekati gadis yang memang benar-benar galak tersebut.
"Bersikaplah biasa aja," ujar Zizi singkat lalu dia melangkah menuju stand makanan. Sepertinya dia sedang lapar.
"Biar aku ambilin ya," ujar Brian mengambil piring yang dibawa Zizi kemudian dia mengambilkan makanan yang Zizi inginkan.
"Wah mereka ternyata Deket juga ya Vi," ujar Adelia yang memantau kedekatan kedua anak mereka.
"Bener juga Del, feeling kita sepertinya bener. Mereka bisa jadi tuh pasangan kedepannya," ujar viona dengan semangat membara.
__ADS_1
...****************...