
Braaaaaaaaaakkk!
"Kurang ajar!!!" desis Devina saat dia mendapatkan laporan dari dua dayang kepercayaannya.
Cindi dan Imel tentu saja terkejut dengan apa yang Devina lakukan didepannya.
"Dev, kamu yang sabar dulu ya, kita bisa...."
"Apanya yang sabar, heh! Brian sudah benar-benar berpaling dariku. Aku tidak mau kehilangan Brian. Selama ini posisi seorang ratu bagi Brian hanyalah aku yang pantas. Tetapi sejak kehadiran cewek udik dan bar-bar itu. Brian menjadi begini. Aku tidak bisa menerimanya! Aku tidak bisa! aaarrrrkkkhhh!!???"
Pyaaaarrrrr!
Cindi dan Imel saling berpegangan tangan saat melihat kelakuan Devina yang sudah mulai kalap. Kedua dayang itu hanya saling pandang dan ketakutan akan sikap Devina di luar kendali seperti ini.
"Aku akan membalas perbuatan gadis bar-bar dan tidak tahu diri itu. Aku akan merebut kembali brianku dari tangan cewek ular itu. Lihat saja!" ucap Devina geram dengan tatapan penuh dendam.
Dia akan menghubungi saudaranya untuk membuat Zizi hancur sehingga Brian tidak akan lagi Sudi menengok ke arahnya. Devina tidak akan segan-segan bermain dengan cara yang kotor sekalipun. Jika itu bisa membuat Brian kembali lagi ke sisinya. Devina akan lakukan segala cara demi bisa mendapatkan kembali Brian. Cowok yang begitu dia cintai sejak pertama kali melihatnya. Brian adalah cowok yang merebut perhatian dan seluruh jiwa Devina.
✨✨✨
__ADS_1
"Brian, cukup! Jangan ikuti aku lagi!" teriak Zizi yang sudah tidak betah dengan kehadiran Brian yang seolah-olah tidak mau melepaskan dirinya.
Zizi seakan engap dengan sikap Brian yang sedemikian menempel pada dirinya. Padahal Zizi selama ini tidak pernah begitu dekat dengan cowok manapun. Palingan juga dengan Marco. Itupun notabene si Marco adalah saudara sepupunya Zizi. Jadinya bukan dengan orang asing seperti Brian begini.
"Kenapa sih zi, kita ini kan seharusnya memang saling mengenal dan dekat satu sama lain. Bukankah kamu tahu sendiri kalau kita ini dijodohkan dengan kedua orang tua..."
STOP!
Brian seketika terdiam mendengar teriakan dari Zizi. Dia tidak menyangka jika gadis bar-bar dan galak itu beneran membentaknya. Wah, baru kali ini ada cewek yang berani membentak seorang Brian.
Definisi pawang beneran. Jadinya diem deh itu Brian dibentak sebegitunya oleh sang pujaan hati.
"Jangan membahas masalah itu di sekolah," ucap Zizi kemudian dia berlalu meninggalkan Brian yang langsung berlari mengikuti Zizi.
"Zi...." Brian menarik lengan Zizi yang berusaha berlari menjauhinya.
"Ada apa lagi sih?"
"Aku...."
__ADS_1
Drrttt Drrtttt
Brian menghentikan ucapannya karena Zizi mengangkat panggilan di handphonenya. Brian mencoba menguping pembicaraan yang Zizi lakukan.
"Ada apa?" tanah Zizi dan Brian mendengar suara cowok yang menghubungi Zizi tersebut.
"Nanti malam?" tanya Zizi kembali.
Huh...
Zizi menarik napas panjang sebelum menjawab tawaran dari Marco tersebut. Zizi tampak masih berpikir sebelum akhirnya dia menjawab.
"Ba..."
Seeett!!
"Tidak, aku tidak mengijinkan dia balapan!" seru Brian dengan nada dingin dan datarnya.
"Eh, Brian apa yang kamu lakukan!!!!" teriak Zizi karena Brian dengan tidak sopannya mengambil handphone miliknya.
__ADS_1
"Eh, siapa ini!" teriak Marco yang cukup terkejut mendengar suara cowok yang berani memegang handphone Zizi. Karena setahu Marco sepupunya itu tidak pernah sedekat itu dengan cowok. Ini cowok siapa bisa sedekat itu dengan sepupunya yang bar-bar.
...****************...