Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Musuh Lama


__ADS_3

Prok


Prok


Prok


"Wow luar biasaa," ujar Gio yang mendengar pernyataan dari Brian.


Dia bertepuk tangan sambil tersenyum smirk mendengarkan apa yang Brian katakan kepadanya.


"Jadi ternyata kalian sepasang kekasih begitu. Kebetulan banget kalau memang itu kenyataannya. Sudah lama aku tidak bertanding melawan mu, Brian," ujar Gio kali ini dengan sorot mata yang tajam.


"Kita bertanding malam ini," sahut Brian cepat.


"Tapi Brian," sergah Zizi namun segera dihentikan oleh Brian.


"Biarlah aku yang bertanding dengannya," kata Brian menatap zizi dengan raut wajah seriusnya.

__ADS_1


"Dengan perjanjian yang sama," celetuk gio masih mencoba mencari celah untuk bisa mendapatkan zizi.


"Tidak, kekasihku bukan bahan pertaruhan apapun," sahut Brian dengan nada tak suka.


"Kita pertaruhkan motor kita masing-masing. Ayolah jangan seperti itu. Kalau kamu tidak mau dengan pertaruhan malam ini kita batalkan saja," ujar Brian menantang gio.


"Baiklah, kita bertanding Brian!" geram gio yang menangkap nada Brian seolah dia meremehkan gio.


"Aku terima," ujar Brian cepat.


"Oke, baiklah malam ini adalah pertandingan antara Green Mamba dan juga Prince Squad akan segera dimulai. Ayo para pembalap dan juga pendukungnya. Segera kita merapat ke lokasi yang sebenarnya. Arena balap kesayangan kita semuanya," ujar Black dan langsung disambut suara gegap gempita karena pertandingan akan segera dimulai.


Dia mendadak kesal karena acara pertandingannya disabotase Brian begitu saja. Tadi masalah keduanya saja belum kelar sekarang malah ada lagi ulah yang Brian lakukan. Bagaimana Zizi tidak merasa geram dengan tingkah polah Brian yang sudah mulai mendominasi dirinya.


"Ada apa Zizi?" tanya Brian yang sudah tinggal berdua saja dengan Zizi.


"Apa maksudmu seperti ini? Kamu tahu bukan kalau malam ini aku harus bertanding dengannya bukan kamu. Dan ralat kamu tadi bilang apa, kekasih? Sejak kapan kita pacaran?" tanya Zizi dengan nada khas galaknya.

__ADS_1


"Anggap saja sejak selesai pertandingan kita kemarin kita itulah hari jadian kita," ujar Brian sehingga membuat Zizi menjadi melotot seketika.


"Jangan ngawur kamu Brian!" pekiknya dengan masih menahan amarah karena banyak orang di sana. Kalau dia sembarangan berteriak bisa dikira yang macam-macam.


"Kamu lihat saja gaya bertanding dari gio. Aku hanya tidak ingin terjadi apa-apa denganmu zi. Kalau sampai itu terjadi, maka apa yang akan aku katakan nantinya kepada abangmu," ujar Brian sambil menepuk bahu Zizi. Dan hal itu membuat Zizi menjadi terdiam seketika.


Ya, Zizi lupa jika Brian dan Rion justru sudah saling mengenal. Dan sepertinya apa yang dikatakan oleh Brian ada benarnya juga.


"Brian!" sebuah panggilan dari black membuat Brian seketika menoleh dan mengacungkan jempolnya tanda mengerti. Lalu kemudian Brian menatap kembali ke arah Zizi.


"Doakan aku dalam pertandingan kali ini ya," ujar Brian dengan senyuman manisnya sambil menatap mata Zizi lembut. Kemudian mengelus perlahan kepala Zizi sebelum berlalu dari hadapan gadis galak tersebut.


Tidak lama setelah kepergian Brian yang akan melakukan pemanasan datanglah Marco mendekati Zizi yang masih berdiri di tempat semula.


"Zi, ternyata green mamba bukan lawan yang mampu diremehkan begitu saja. Aku tadi baru mendapatkan beberapa informasi dari Black tentang sepak terjang green mamba. Dan kalau yang bertanding itu Brian sepertinya akan menjadi lawan yang seimbang. Karena keduanya sudah sering bertanding selama ini," ujar Marco menjelaskan.


"Mereka juga adalah musuh lama. Jadi sepertinya Brian sudah mengerti kelakuan Gio."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2